Sampai hari telah sore, Jeff tak sedikitpun meninggalkan Shea di kamarnya. Tetap menemani gadis tersayangnya dan merawatnya, memasakannya dan semuanya.
Shea kesal sendiri, ia tidak bebas memainkan ponsel. Shea memang begitu, sakitnya tidak ia rasa, makanya tubuhnya sampai drop. Shea benci Jeff karena seperti itu.
Dan orang tuanya? Oh jangan tanyakan mereka, Airin dan Cakra selalu menganggap bahwa anak mereka baik-baik saja, kalaupun sakit cukup disuruh minum obat.
“She, coba kamu ngaca deh!” perintah Jeff tanpa Lo-Gue lagi, Shea yang penasaran pun melakukannya.
Keadaan Shea memang terlihat menyedihkan, rambutnya kayak gembel, dan wajahnya pucat dan kusut banget.
“Sini aku rapiin rambut kamu.” Jeff menghampiri setelah mengambil sisir di meja rias Shea.
“Gak mau ah, apa-apaan lo!” Shea menolak dan bersiap tiduran lagi. Tapi bukan Jeff namanya kalau bukan pemaksa.
Perlahan-lahan Jeff pun mulai menyisir rambut panjang Shea dengan sangat lembut.
“Aku pengin kita kayak dulu lagi, She,” lirih Jeff tapi Shea malah diam dan sedari tadi memejamkan matanya keenakan rambutnya dimainin Jeff, Jeff sisirinnya pelan banget.
“Aku kangen denger kata sayang lagi dari mulut kamu.”
“Kepercayaan gue udah hilang buat lo, lo sia-siain semua kesempatan yang udah gue kasih dulu,” balas Shea.
Sampai akhirnya suara-suara berisik dan nyaring terdengar dari luar, seperti ada beberapa orang dan hendak memasuki kamar.
Benar saja, pintu kamar Shea terbuka sempurna. Menampilkan Echan, Lia, dan Jemian, kali ini gak ada Arjun.
Sedangkan pemandangan mereka bertiga adalah Shea yang disisirin Jeff! Pemandangan itu cukup membuat mereka bertiga canggung. Shea bilang benci Jeff tapi nyatanya mereka seintim itu, setidaknya itu yang mereka pikirkan.
“Kalian? Kenapa gak bilang dulu mau ke sini?” ujar Shea cukup terkejut.
“Udah bilang, kok. Lo nya aja yang sibuk pacaran,” jawab Echan gak enak banget didengar. Shea baru inget dia gak main-main HP karena Jeff gangguin mulu, kepo mulu tiap Shea pegang HP.
“Hai, Kak Jeff,” sapa Lia tersenyum meski masih canggung.
“Hai, Li. Makin cantik aja kamu,” balas Jeff gak tahu tempat, di depan pacar Lia sama di depan Shea pula.
“Oh jadi lo yang namanya Jeffano?” sambar Jemian melipat kedua tangan di dada agak songong.
“Lo siapa?” tanya Jeff balik gak kalah sangar, menyimpan sisirnya dan duduk di samping Shea.
“Gue cowoknya Lia,” jawab Jemian yang justru malah agak ambigu buat Jeff.
“Cowok Lia? Jadi lo ngira gue lagi godain cewek lo? Hahaha.” Jeff malah tertawa menggelegar.
Jeff gak tau, kalau Jemian seperti itu karena kesal aja sama cerita-cerita tentang Jeff dari Shea dan Lia. Jeff yang suka seenaknya sama Shea.
“Kak Jeff! Apaan sih lo!” gerutu Shea menatap Jeff tak suka, tapi tatapan Shea kan memang selalu seperti itu kalau buat Jeff.
“Jemian, cuekin aja dia!” lanjut Shea.
Jemian? Jeff terdiam dan menatap Jemian lekat, lalu menatap Shea dan Lia. Detik berikutnya Jeff tertawa sinis. Jeff tentu tahu kalau Jemian itu salah satu mantannya Shea dari mata-matanya di sekolah Shea.
“Kita tuh ke sini khawatir banget sama lo tau gak?” Lia membuka pembicaraan.
“Iya, kita takut lo gak ada yang rawat lagi kayak waktu itu,” sambung Echan melirik Jeff.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hollow Bliss
Fanfiction[17+] Populer, cantik, kesepian. 🥀 Start : 10 Januari 2022 Finish : 11 Juli 2022 REPUB : Januari 2026
