Brak~
Shea yang lagi asyik main HP terkejut banget, Jeff masuk kamar dengan tatapan tajam dan teriakannya itu.
“Shea! Itu gak bener kan? Lo gak bener pacaran sama cowok tadi kan?” teriaknya yang kini berdiri di hadapan gadis itu.
Jeff benar-benar gila! Ini sudah larut malam dan tentunya ada orang tua Shea di rumah. Tapi dia gak peduli sama sekali main masuk ke kamar Shea. Ah lagian kan orang tua Shea mana peduli.
“Gak bener kenapa?” tanya Shea sok santai dan kembali mainin HP.
“Putusin dia! Tinggalin dia! Lo cuma punya gue, Shea!” teriaknya lagi mengacak rambutnya lalu tangannya menyapu nakas yang terdapat jam weker dan bingkai foto hingga membuatnya berjatuhan, menimbulkan suara berisik.
“Kenapa? Lo gak bisa labrak dia? Dia gak takut sama lo? Dia gak kayak Arjun sama Ajie yang bisa lo kendalikan?” Shea masih mencoba santai meskipun nada bicaranya sebenernya udah gak bisa dibilang santai lagi.
“Sialan!” desisnya. “Putusin atau gue bikin dia lumpuh!”
Inilah yang Shea takutin, Jeff buat Theo terluka.
“Gue gak bakalan pernah maafin lo kalo lo beneran sampe lakuin itu!” Shea balas berteriak dan berdiri hingga mereka berhadapan.
“Lo cuma milik gue!” desis Jeff langsung mendorong tubuh Shea ke kasur dan tubuhnya mengungkung tubuh itu sekarang.
Jeff mencium dan mencumbu Shea membabi buta dengan tangannya yang udah ke mana-mana, bahkan udah masuk ke dalam piyama Shea dan meremas kasar dadanya.
Shea udah nangis karena perlakuan Jeff, dia merasa jijik setiap sentuhannya itu. Jeff begitu gampangnya melucuti pakaian Shea.
“Mama,” isak Shea pelan, dia mengingat mamanya ketika dirinya kecil. Yang akan selalu ada pas dirinya kesakitan apalagi ada yang nyakitin.
“Mama,” isak Shea lagi. Dia yakin Mama Airin ada di rumah dan tahu Jeff ada di kamarnya sekarang, tapi dia gak mau peduli, padahal sebelumnya Shea sudah berteriak.
Shea udah gak bisa berontak lagi karena Jeff mengikat kedua tangannya, dan gadis itu udah berantakan banget sekarang, rasa perih terasa di bagian beberapa tubuh, bibir, leher, dada, perut, bahkan paha, si brengsek itu sengaja meninggalkan jejaknya.
Shea mau teriak rasanya tidak ada tenaga, Jeff juga menampar wajah Shea berkali-kali.
“Kak, jangan ....” Shea cuma bisa menangis.
Dia gak merasakan nikmat sama sekali di sini, yang ada rasa geli itu malah jijik dan membuat hatinya tambah ilfil. Belum lagi bayangan Papa Cakra yang kepergok berhubungan seks dengan wanita lain waktu itu harus muncul dalam benak Shea membuat dadanya semakin membuncah gak keruan.
“Kak Jeff, gue benci lo selamanya,” tangis Shea lagi lirih, “benci!”
Jeff yang bersiap membuka penghalang tubuh Shea satu-satunya itu tiba-tiba menjauhkan tubuhnya dari Shea, napasnya juga memburu, dia menatap tajam dengan wajahnya memerah.
“Kamu beneran udah gak cinta lagi sama aku?” lirih Jeff kini tatapannya yang tajam berubah sendu.
“Shea cinta sama kakak, cinta banget, tapi itu dulu sebelum kakak sakitin Shea. Cinta Shea ikut hancur seiring kakak terus sakitin Shea.”
Jeff mengacak rambutnya asal dan kelihatan frustrasi, ia meraih kaos hitamnya yang tergeletak dan memakainya kembali, menarik resletingnya dan berjalan ke arah Shea. Dia membuka ikatan di tangan gadis itu tepatnya sabuk miliknya.
Jeff menarik selimut dan menutupi tubuh polos Shea, lalu pergi meninggalkan kamar ini tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Tangis Shea kembali pecah dan meraung, Jeff hampir melakukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hollow Bliss
Fanfiction[17+] Populer, cantik, kesepian. 🥀 Start : 10 Januari 2022 Finish : 11 Juli 2022 REPUB : Januari 2026
