Shea 26

432 54 34
                                        

Shea jalan cuma nunduk gak mau bertemu mata sama siapa pun, sampai akhirnya saking takutnya dia yang awalnya pegangan tangan malah memeluk erat lengan Theo. Ini mah lebih dari gandengan.

Seseorang menepuk punggungnya. "Woy! Sombong banget lo mentang-mentang sama cowok baru, dipanggil gak nyaut!"

Shea berbalik dan sesuai dugaan itu Echan.

"Apaan sih, lo? Bawa gandengan siapa lo?" Sebisa mungkin bersikap biasa dan gak nunjukin kalau Shea lagi dalam mode gak percaya diri dan takut.

"Ngeledek gue lo?!" desisnya.

"Eh, Bro. Kenalin gue mantannya Shea, Echan." Entah apa yang terjadi sama tu anak, dia dengan percaya dirinya memperkenalkan diri sebagai mantan cewek itu sama Theo.

"Oh." Theo tampak terkejut juga ternyata. "Theo," balasnya mengulurkan tangan dan menjabat tangan Echan.

"Oh My God, jadi lo yang namanya Theo? Ganteng anjirrr."

Alay deh tingkah Echan sampai kayak terpesona gitu responsnya, malu-maluin gue pernah jadi pacarnya deh. Shea hanya bisa membatin.

"Lo tau gue?" tanya Theo ragu.

"Asal lo tahu, Bang. Si Shea tuh bucin banget sama lo, tiap hari ngomongin lo mulu."
Shea langsung merotasikan bola mata terkejut, begitu juga Theo yang sama terkejutnya.

"Echan, jangan ngadi-ngadi lo!"

Ih malu banget sumpah sama Kak Theo, apalagi kalau itu beneran, ya? Shea merutuk dalam hati.

Echan cuma ketawa ketiwi aja gak jelas, kalau aja bukan di pesta orang udah Shea timpuk dia tuh pake sepatu.

Shea sama Theo lanjut jalan.

"Tuh kan cowoknya beda kan sama yang tadi?"

Benar aja, seseorang gosipin Shea secara langsung di depan orangnya. Setelah dibikin kesal sama Echan barusan entah rasanya Shea gak mau peduliin mereka lagi. Yang awalnya dia takut sekarang berani. Dengan sengaja eratin gandengannya ke tangan Theo, mesra banget.

Nama gue udah telanjur jelek, si playgirl jalang gak tau diri. Jadi sebaik apa pun tingkah gue dan gue mencoba memperbaiki diri, mereka gak akan pernah peduli. Nama gue gak akan kembali kayak sebelumnya. Batin Shea

Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Jenov. "Lho, Kak Theo?" ujarnya menatap bergantian.

"Kalian pacaran? Jadi yang jemput Shea kemarin itu lo?"

"Kalian saling kenal?" Shea malah balik bertanya.

"Kak Theo sepupu gue," jawab Jenov cepat dan gak santai banget.

"Sepupu? Berarti lo sama Jemian juga sepupu, dong?" simpul Shea ke Jenov makin terkejut.

"Nggak lah." Theo yang menjawab. "Jenov sepupu dari ayah kalo Jemian dari ibu." Dan Shea cuma mengangguk mengerti.

"Eh, Jen. Lo ternyata datang ke sini juga, gue kira Lia gak undang lo," ucap Shea yang terkejut Jenov ada di sini, Jenov sama Lia kan gak kenal akrab.

"She, gue perlu bicara!" Bukannya menjawab Jenov malah menarik tangan Shea kasar.

Theo tentu gak tinggal diam, dia menarik dan menahan tangan Shea satunya lagi biar tetap berdiri di sampingnya. "Ngomongnya di sini aja," ujarnya dingin.

"Kak, gue perlu bicara serius. Shea ini mantan gue." Pegangan tangan Theo mengendur dan matanya berubah tajam. Dari banyaknya mantan Shea kenapa malah ada yang sepupuan?

"Iya, di sini aja ngomongnya di depan gue. Gue berhak tau karena Shea cewek gue sekarang!"
Ternyata bener Theo ini sejenis sama Lucky, mati deh Shea!

Hollow BlissTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang