Shea 9

640 66 15
                                        

“Kok Jeff jarang ke sini sekarang?” Airin membuka pembicaraan di saat mereka sarapan, sungguh pembuka pembicaraan yang langsung membuat Shea hilang selera makan.

“Ya kan Kak Jeff bukan pacar Shea lagi,” jawab cewek itu acuh tak acuh, melahap roti lapisnya dengan rakus, pertanda ia langsung kesal.

“Kamu sih suka pacaran sama anak-anak SMA kayak si Jenov itu.” Selalu seperti ini, mamanya yang selalu nyalahin Shea, meskipun tahu sebejat apa Jeff itu.

“Mama kamu bener, Shi. Buat apa pacaran sama yang seumuran, mending sama yang lebih tua bisa ngertiin dan jagain kamu.” Cakra sang papa juga malah ikut-ikutan, Shea mendengus saja.

Cewek itu tersenyum miris karena kedua orang tuanya yang seperti itu, mereka gak pernah ngerti perasaan anaknya sedikitpun, sama sekali gak pernah.

Justru yang lebih dewasa seperti Jeff ternyata yang paling kekanakan dan suka semena-mena sama Shea.

“Shea berangkat.” Cewek itu berdiri dan langsung melangkah pergi meninggalkan mereka yang terlalu cuek sama anak itu.

Padahal yang Shea mau kasih sayang dan perhatian mereka, kalau seandainya mereka ngelarang Shea pacaran Shea bakal lakuin dengan senang hati, tapi nyatanya malah selalu memperkeruh keadaan.

Mereka gak pernah nanya Shea suka apa nggak, bahagia apa nggak. Yang selalu mereka lakukan cuma nyalahin Shea dalam keadaan apa pun. Mereka dipanggil ke sekolah karena kelakuan Shea juga mereka gak pernah marah atau merasa malu, Shea kelaparan gak makan juga mereka gak peduli. Hidup Shea terlalu bebas sekaligus terkekang, gak ada enaknya.

*

Shea berangkat naik bus kayak biasanya, udah dua bulan ini dia menjomblo jadi gak ada yang suka antar jemput. Rekor tersendiri bagi seorang Shea sampai dua bulan gak punya pacar, biasanya gak sampai sebulan udah ada gebetan baru dia tuh.

“Hai, Shi. Gue duduk di sini boleh, ya?” Shea noleh dan langsung terkejut melihat sang kapten basket langsung duduk di sampingnya.

Lucky Wirya Satmaka

“Gak biasanya kakak naik bus,” balasnya agak sedikit canggung juga, mereka sama-sama kenal tapi gak terlalu akrab, mereka kenal karena Jenov suka basket dan Shea dikenalin Jenov ke Lucky

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Gak biasanya kakak naik bus,” balasnya agak sedikit canggung juga, mereka sama-sama kenal tapi gak terlalu akrab, mereka kenal karena Jenov suka basket dan Shea dikenalin Jenov ke Lucky.

“Emang gak boleh?” tanya Lucky sedikit mengangkat alisnya.

“Eh? Nggak sih, hehe.” Cewek itu nyengir aja akhirnya.

Shea udah biasa deket sama cowok keren jadi biasa aja, gak sampai deg-degan cuman canggung aja. Tapi kalau mereka yang di posisi Shea kayaknya bakal deg-degan dan salah tingkah deh.

“Shi, lo sekarang jomblo, kan?” tanya Lucky dan Shea ngerasa itu cowok sok akrab gitu, mereka gak pernah ngobrol lebih jauh kayak gini apalagi berdua.

“Keliatan ya, Kak, Shea lagi jomblo?” tanyanya sedikit berdecak.

“Soalnya naik bus,” jawab Lucky santai. Shea hanya balas tertawa kecil aja.

Jangan bilang Lucky mau deketin gue, dia kan baru putus sama pacarnya. Batinnya bak mewanti-wanti.

“Lo mantan Sagara, kan?” tanyanya.

“Lho, kok tau?” Sedikit terkejut karena Shea sendiri gak tau lagi kabarnya Sagara, mantan pacarnya pas SMP itu.

“Dia temen gue di tongkrongan,” jawab cowok itu.

Shea hanya ber-oh kecil saja tanpa mau bertanya lebih lanjut lagi, di mana-mana kok pembahasannya selalu mantan? Apa karena mantannya yang kebanyakan itu?

“Shi, kapan-kapan kita jalan, yuk?”

Mata Shea sedikit terbelalak dan berpikiran jangan-jangan Lucky naik bus ini juga sengaja lagi.

Apa karena gue yang terkenal suka gonta ganti cowok mereka anggap gue gampangan gitu? Shea terus saja berpikiran ke sana sini.

“Ah iya, Kak.” Shea bingung harus jawab apa, karena dia bilangnya juga kapan-kapan, masa Shea balas kapan-kapan lagi buat nolak.

Akhirnya sampai, Shea lega banget. Dengan cepat-cepat dia turun dan Lucky ini terus aja ngikutin, ah bukan ngikutin lagi tapi dia beneran jalan terus di samping Shea. Cewek itu agak risih, apalagi pas mereka masuk gerbang dan semua mata tertuju ke arahnya lalu berbisik-bisik.

“Kakak mau ke mana?” tanya Shea yang bingung karena Lucky  masih terus ngikutin.

“Anterin lo ke kelas lah,” jawab Lucky datar.

“Ya ampun, Kak, gak usah, nanti banyak yang salah paham.”

Sumpah, baru kali ini Shea ngerasa gak suka pas ada cowok berusaha deketin gini, bukan kepedean tapi Shea udah banyak pengalaman dan ujung-ujungnya Shea tahu kakelnya itu bakal minta dia jadi pacarnya.

Rasanya sekarang ini Shea beneran males pacaran. Iya, setelah Jemian deket dan jadian sama Lia. Pasalnya Jemian setelah putus dari Shea gak pernah pacaran sama siapapun, dan sekalinya pacaran malah sama sahabatnya. Gak ngerasa terjatuh gimana coba jadi Shea.

“Gue seneng-seneng aja banyak yang salah paham sama kita.”

“Udah, Kak. Sampe sini aja, jangan sampe kelas, ya? Bye, Kak!” Dan akhirnya Shea langsung berlari kayak anak kecil buat masuk kelas.

“Cieee yang lagi pedekate,” sapaan pertama Lia godain Shea, di samping Lia ada Jemian tentunya. Makin hari mereka makin lengket.

“Pdkt sama siapa lagi nih?” tanya Arjun sok penasaran.

“Kirain gue tobat lo!” sambung Echan melipat kedua tangannya, beda sama Arjun, Echan kali ini sok sinis, gak biasanya.

Arjun, Jemian dan Echan entah sejak kapan ketiga mantan Shea ini suka bareng-bareng gini.

“Putus dari Ajie dapat Kak Lucky, dong ....” Lia masih terus aja godain Shea, di depan Jemian lagi.

“Bisa diam gak, Li? Gue jewer juga telinga lo!” Shea kesel, langsung duduk di bangku dengan kasar.

“Jemian ... Shea jahat ... tolongin ....” Lia malah sok manja-manja sambil mengerucutkan bibirnya dan mengguncangkan tangan Jemian.

“Nggak, sayang,” balas Jemian tanpa diduga, dia juga mengusak rambut Lia dengan gemas.
Jadi, lo suka cewek manja dan gemesin kayak Lia ya, Jaem. Shea lagi-lagi membatin.

“Apaan lagi ini pasutri baru! Bikin para jomblo makin ngenes aja!” Echan geleng kepala aja melihat kelakuan Lia dan Jemian.

“Kak Lucky, ya? Wah saingan gue berat dong, gue kan beneran mau balikan sama Shea,” gerutu Arjun yang selalu seperti itu.

Iya, hampir tiap hari Arjun suka jadiin bahan candaan dengan kata mau balikan sama Shea.

“Gak ada kata balikan sama mantan di kamus gue ya, Njun?” ujar Shea datar dan tanpa sengaja matanya bertemu sama mata Jemian, membuatnya seketika menelan ludah melihat tatapan tajam itu.

Dari semua mantan, cuma sama Jemian gak pernah bahas kalau mereka itu mantan. Mungkin karena dia yang terlalu dingin dan karena Shea yakin itu terlalu canggung buatnya karena dia masih menyimpan rasa buat Jemian. Rasa yang kini terlarang, Jemian sudah jadi milik sahabatnya.

tbc

Hollow BlissTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang