Pagi ini berat banget bagi Shea, masalah semalam sama Theo yang jemput kemarin. Gak apalah, Theo juga bukan siapa-siapa Shea.
“She, kayaknya di depan ada yang nunggu tuh, pacar baru ya?” tanya Cakra sang papa langsung ikut duduk untuk sarapan.
Shea yang gak semangat sarapan ini langsung tersentak, siapa yang jemput? Jangan-jangan Lucky?
“Kamu itu ganti-ganti pacar terus, udah sama Jeff aja,” ujar Airin yang selalu saja mengagungkan Jeff. Cuma itu yang mamanya khawatirin dari Shea.
“Padahal mama sendiri tau kayak gimana Kak Jeff, tukang selingkuh!” Shea membalas dengan ketus dan langsung berdiri buat berangkat dan lihat siapa yang jemput.
“Shea berangkat,” lanjut Shea tanpa menoleh pada mereka.
“Biarin aja ganti-ganti pacar, anak muda, nurun dari papanya dia dulu haha.”
Shea cuma menghela napas panjang mendengar ucapan Cakra. Mereka terlalu santai dan gak pernah khawatir Shea mau disakitin cowok apa nggak. Shea emang gak pernah dipukulin mereka, gak pernah dituntut punya nilai bagus, gak pernah dikekang gak boleh pacaran.
Tapi dengan bebasnya Shea ini justru buat Shea sakit, dan Shea udah hilang respect sama mereka. Sebagaimana mereka memperlakukannya, Shea juga kayak gitu sama mereka. Keromantisan antara ayah dan anak atau ibu dan anak sama sekali gak ada dalam hidup Shea.
Shea sebagai anak merasa gak pernah dianggap berharga sama mereka.
“Kak Theo!” seru Shea melihat cowok yang katanya nunggu itu adalah Theo.
“She, kamu gapapa? Aku khawatir banget.” Theo turun dari motornya dan menghampiri, merapikan rambut Shea dan melihat wajahnya seolah-olah takut ada luka.
“Shea gapapa, Kak,” balasnya bingung banget.
“Lia sama Jemian bilang kamu pulang duluan kemarin karena sakit.” Theo masih sibuk natap Shea dan rapihin rambutnya itu dan Shea yakin rambutnya dari tadi rapi-rapi aja.
Iya, Shea seneng dan nyaman kalau ada orang yang perhatian sama dirinya seperti itu, karena dia gak pernah diperlakukan kayak gitu sama mama papanya.
“Mana kamu gak bisa dihubungi lagi, nambah khawatir.”
“Maaf, Kak, udah bikin Kakak khawatir,” ujar Shea tersenyum dengan tulus.
Theo balas tersenyum dan menggeleng, tapi sayang ... di setiap tingkah Theo ngingetin Shea sama Jemian, mungkin karena mereka sepupu jadi sifatnya agak mirip. Shea gak mungkin tetap berada di samping Theo karena nyamannya Shea yang merasa Theo kayak Jemian.
Tak terasa sudah sampai di depan gerbang sekolah, dari tadi Shea melamun, lagi-lagi satu mantan yang belum bisa dia lupain, satu mantan yang selalu bikin dia porak poranda, Jemian. Yang lebih parah Shea yang bayangin lagi di bonceng Jemian bukan Theo.
“Mau sampe ke dalam anterinnya?” tanya Theo yang udah berhenti sedari tadi ini.
Mungkin karena Shea gak turun-turun, malu banget. “Nggak usah, sampe sini aja,” ujarnya cepat turun dari motor.
“Makasih ya, Kak.” Shea natap Theo yang udah lepas helm itu dan juga ikutan turun.
Theo senyum dan lagi-lagi rapihin rambut Shea, suka banget dia lakuin itu.
Dan bersamaan dengan itu, sebuah motor lewat begitu cepat dan hampir nyerempet Shea. Membuat cewek itu ditarik Theo sampe dipeluk.
“Woy, hati-hati dong!” teriak Theo.
“Gak apa-apa, kan, She?”
Shea diam, itu barusan Lucky, pasti marah besar sama Shea.
“Gak apa-apa, Kak. Ya udah Shea masuk ya.” Shea berusaha bersikap sebiasa mungkin.
Cewek itu masuk pintu gerbang dengan deg-degan banget. Kejadian barusan masih bikin dia syok.
“Sekarang gue tau kenapa tu cewek gonta-ganti pacarnya, ternyata aslinya pacarnya banyak.” Suara seseorang yang terdengar seperti sindiran itu.
Bukan seperti lagi, tapi itu memang Lucky tengah nyindir Shea secara terang-terangan. Lucky yang banyak luka-luka gara-gara Jeff semalam.
Shea berusaha cuek gak mau menanggapi meski kesal karena Shea gak pernah sekalipun selingkuh walaupun mantannya banyak. Terus berjalan menuju kelas, rasanya pagi kali ini horor banget.
“Murahan!” Telinga dan hati Shea udah panas, dengan cepat-cepat melangkah gak mau dengar apa pun lagi.
“Putus juga akhirnya lo sama Lucky.” Baru juga masuk kelas udah mendapat sapaan seperti ini dari Arjun.
Padahal Shea gak pernah pacaran sama Lucky, gak pernah merasa terima cinta dia. Tapi sayangnya Lucky kemarin anggap mereka itu pacaran, dan mulai sekarang orang-orang tahunya Lucky itu masuk barisan mantan Shea termasuk orangnya sendiri.
“Lamaan mana pas pacaran sama gue? Apa dia juga putusin lo gara-gara Jeff juga?” tanya Arjun agak sinis kedengarannya, padahal selama mereka putus Arjun gak pernah bersikap gini sama Shea, karena ya mereka yang satu kelas.
“Jun, kok nada lo gak enak,” ucap Shea santai dan duduk di bangku.
Lia belum datang karena kayaknya Shea kepagian gara-gara udah dijemput Theo tadi.
“Kenapa lo gini sih, She? Berapa banyak korban lo?” Arjun duduk di seberang Shea.
“Korban?” Cewek itu memutar bola mata gak suka, dia gak pernah ada niatan mainin hati cowok manapun.
“Iya. Jeff mungkin emang penyebab putus kalian, tapi masalahnya lo kayak fine-fine aja putus sama Kak Lucky, seolah masih banyak cowok yang ngantri buat jadi pacar lo dan lo gak peduliin cowok-cowok yang udah jadi mantan lo.”
“Sama ketika lo putus sama gue, lo malah langsung jadian sama adek kelas dan gak peduli perasaan gue gimana.”
Shea tertawa sinis mendengar semua penuturan Arjun, dan langsung menjawab, “Masalahnya di sini lo gak tau apa-apa, gue gak pernah terima cinta Kak Lucky. Dan tentang lo ...” Shea jeda sebentar dengan menghela napas.
“Gue sakit banget waktu lo putusin gue, tanpa lo ada niatan perjuangin gue.”
“Lo lupa gimana lo putusin gue waktu itu? Dengan semua kata bijak lo, lo nyuruh kembali sama Jeff, dengan gampangnya bilang lo gak apa-apa asal gue bahagia, tanpa mau tahu gue bahagia apa nggak sama Kak Jeff.”
“Di situ gue mikir, baru gitu aja lo udah mundur, gimana entar, gimana lo mau perjuangin gue di saat berada dalam masalah lebih besar.”
“Gue tulus sama lo, Jun. Gue tulus buka hati gue buat lo selama dua bulan kita pacaran, gue tulus sayang sama lo.”
“Iya, gue gak pernah berjuang buat lo.” Arjun mengacak rambutnya penuh penyesalan.
Shea berdiri dan menghampiri Arjun, mereka bertatapan begitu dekat. Mungpung kelas masih sepi.
“Apa sekarang lo bisa perjuangin gue? Lo mau lepasin gue dari Jeff seutuhnya? Lo mau bikin perasaan gue benar-benar jatuh sama lo?” bisik Shea dengan wajah sedekat ini.
Arjun diam, iya Shea tau dia gak bisa. Makanya dulu putusin Shea. Arjun gak bakalan bisa lawan Jeff yang gila itu, yang ada dia nanti babak belur kayak Lucky.
“Sekarang lo tau kan gimana tersiksanya gue biar bisa lepas dari Jeff?”
“Woy! Kalian ngapain pagi-pagi gini malah mesra-mesraan? Mau balikan kalian?!” suara Lia dari arah pintu langsung membuat Shea menjauh dari Arjun.
Shea lirik Lia yang tentunya gandengan sama Jemian. Tau kan setiap melihat kemesraan mereka, hati Shea gak bisa terkendali. Sumpah demi apa pun, kalau Lia bukan sahabatnya, Shea udah rebut Jemian lagi dan nyatain kalau dirinya masih sayang sama Jemian.
tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Hollow Bliss
Fiksi Penggemar[17+] Populer, cantik, kesepian. 🥀 Start : 10 Januari 2022 Finish : 11 Juli 2022 REPUB : Januari 2026
