Chapter 49 - (Kebahagiaan Sementara)

47 6 2
                                        

Happy Reading

.....

"Cie yang sebentar lagi jadi calon pengantin" ucap qieena dan farah meledek kia.

"Seneng deh rasanya, ga nyangka izza bisa serius sama gue"

"Terus perasaan lo ke arcel gimana?" tanya qieena.

"Ya gitu deh, cuma sekarang udah bisa sedikit merelakan, semuanya berkat izza"

"Terus kalo perasaan lo ke izza gimana?" tanya farah.

"Perasaan gue ke izza, ga bisa di ungkapkan, gue sayang banget sama izza. Intinya gue ga bisa kehilangan izza. Dia pintar dalam segala hal, terlebih lagi dalam menghibur gue"

"Bener-bener ga nyangka ya, padahal awalnya lo sama dia itu musuh banget kalo ketemu"

"Mangkanya itu, kita ga boleh membenci orang, kalo benci ujung-ujungnya malah jadi suka" ucap farah.

"Apa iya far?" tanya qieena.

"Bodo amat na"

"Eh btw lo udah bagiin undangannya?"

"Belum, acaranya kan masih 2 minggu lagi,  kemungkinan nunggu seminggu dulu baru di sebar undangannya"

"Tapi lo udah pilih-pilih baju pengantin?"

"Baru kemarin sih gue sama izza dateng ke tempat nya, udah ngukur juga, nanti kesana lagi mau liat baju pengantin yang gue sama izza pesen. Tapi kemungkinan nanti nunggu izza dulu"

"Loh emang nya izza mau kemana?"

"Izza mau ke jepang besok pagi"

"Hah ngapain?"

"Ada barang penting nya yang ketinggalan, jadi izza yang ambil langsung kesana"

"Kenapa ga coba suruh yang lain? 2 minggu lagi lo kalian jadi pengantin"

"Emang nya kenapa na kalo 2 minggu lagi mau jadi pengantin?" tanya farah.

"Iya kenapa sih emangnya na?"

"Hahh i itu, gapapa sih. Cuma kan kalian harus cepet-cepet dapet baju pengantin juga"

"Iya sih, tapi izza disana cuma 3 hari aja kok"

"Ohh gitu, ya udah Bismillah ya, semoga semua di lancarkan terus"

"Insya Allah Aamiin"

.......

"Za, kamu yakin mau ambil barangnya sendirian?" ucap mamah izza.

"Iya mah"

"Kan mamah bisa suruh yang lain buat ambil barangnya"

"Gapapa mah, lagian semua juga kan udah pada sibuk buat acara nanti, disini cuma izza yang ga ada kerjaannya, jadi biar izza sendiri aja yang ambil. Papah, mamah kan lagi kecapean juga"

"Iya sih, cuma kan kamu bisa di temenin sama kakak, atau sama adit"

"Gapapa mah aman kok"

"Insya Allah aman mah, kita do'ain aja biar semuanya lancar" ucap papah izza.

"Kamu hati-hati ya, kabarin mamah kalo udah sampai"

"Iya mah"

"Hati-hati ya za"

"Iya pah. Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam, dit bawa mobil nya santai aja ya"

"Oke om"

Izza menuju bandara diantar dengan adit sahabat izza, tapi sebelum itu....

"Dit, kita ke rumah raskia dulu sebentar"

Untuk Siapa Cinta Ini (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang