CH. 8

8.7K 496 21
                                    

Jangan lupa tekan ⭐ ya!

.
.
.

"Kau menyukaiku?" tanya Jungkook.

Uhuk!

Taehyung tersedak makanan nya sendiri ketika mendengar pertanyaan Jungkook yang begitu to the point. Dia meminum air putih dengan rakus sembari menatap tepat di mata Jungkook yang datar.

"Kau gila?! Mana mungkin aku menyukai manusia rendahan sepertimu." sangkal Taehyung membuat Jungkook mengangguk sekilas.

"Baguslah, orang terhormat sepertimu tidak pantas disandingkan dengan pembunuh bayaran rendahan sepertiku. Dan ingat satu hal Tuan-tidak ada perasaan di dalam perjanjian kita." ujar Jungkook berusaha mengingatkan Taehyung.

Mimik wajah Taehyung berubah menjadi sedikit aneh, namun tidak selang lama wajahnya kembali seperti semula yaitu dingin dan datar. Dia menyudahi makan nya karena tiba-tiba saja tidak bersela makan. Kemudian ia pergi dari sana mengabaikan Jungkook yang memasang wajah bingung.

Jungkook tidak merasa sakit hati atau apapun mengenai ucapan Taehyung beberapa saat yang lalu. Dia bukanlah pria yang selalu membawa perasaan nya kemana pun, bahkan dia sendiri tidak yakin jika dirinya mempunyai sebuah perasaan. Hati Jungkook begitu dingin dan sulit untuk disentuh.

"Ahh kenyangnya~" Jungkook bersendawa kecil lalu berteriak kepada anak buah Taehyung untuk membereskan semuanya.

Dia kembali berbaring sembari menonton televisi, pikiran nya melayang ke mana di saat-saat dia masih bisa bergerak lincah dengan tubuhnya. Mengokang senjata ke sana kemari, melemparkan pisau ke sana kemari tanpa ada halangan-namun sekarang semuanya sudah berubah. Tubuhnya lumpuh setengah, bahkan hanya satu tangan kanan nya yang bisa digerakkan.

Dia merasa sangat marah dan juga sedih dalam bersamaan kepada dirinya sendiri yang sangat teledor.

Sreek

"Ini dari Tuan." ujar anak buah Taehyung mengantarkan setangkai bunga.

"APA ITU?! AKU TIDAK MAU!" pekik Jungkook histeris.

"Terimalah, jika tidak maka aku akan habis di tangannya." pria tersebut memelas.

Jungkook menghela napasnya kasar sembari merebut setangkai bunga tersebut dengan kasar. Dia melempar bunga tersebut ke atas nakas setelah anak buah Taehyung sudah keluar.

"Apa-apa'an itu?! Bunga?! Dia pikir aku sudah dimakamkan?!" gerutu Jungkook dengan kasar.

Ia kembali mengambil setangkai bunga mawar tersebut, bukan karena senang! Tapi dia mengambil secarik kertas di sana. Ia membacanya dalam hati dan yang terjadi adalah-jantung nya berdetak sedikit lebih kencang dari biasanya.

'aku masih membutuhkan Jeon Jungkook yang hebat, jadi jangan berpikir untuk menyerah'

Sederet kalimat yang sederhana itu berhasil membuncahkan hati seorang Jeon Jungkook. Dia melihat bunga di genggaman nya, dengan ragu ia menghirup aroma bunga mawar tersebut. Mata bulatnya terpejam sekilas lalu tak lama menyunggingkan senyuman tipisnya.

"Sepertinya si mafia itu benar-benar menyukaiku." gumam Jungkook sembari menggelengkan kepalanya.

Walau dia enggan mengenal yang namanya cinta-tidak, dia tidak percaya akan namanya cinta-namun dia tidak buta dengan seseorang yang menaruh hati kepadanya. Di hidupnya yang sudah menjalani bermacam kehidupan lah yang menjadikan nya sedikit mengetahui tenyang orang-orang yang sedang menaruh hati kepadanya.

Dia memerankan banyak pemeran dalam misi membunuh target, salah satunya dia mendapat pelajaran mengenai orang yang sedang menyukainya. Seperti memberinya perhatian lebih, bunga, coklat, cincin dan bentul perhatian lain nya yang tak kalah menggelikan baginya.

SWEET (Taekook/Vkook) END By : FujoHere8Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang