Jangan lupa tekan ⭐ ya!
.
.
."Tentu. Karena ada kau aku baik-baik saja." ujar Jungkook yang membuat Taehyung menatapnya.
Pupil Taehyung membesar seketika ketika mengingat apa yang sudah ia lakukan sejak di pelabuhan beberapa saat yang lalu. Dia benar-benar tidak sadar dengan apa yang ia lakukan, dia melakukan nya secara reflek—otomatis karena melihat keadaan Jungkook yang seperti itu.
Jungkook tersenyum menatap Taehyung yang terlihat menyadari perilaku terhadapnya sedari tadi, lucu sekali wajah khawatir Taehyung tadi.
"Aku melakukan nya karena aku masih butuh dirimu. Perjanjian kita masih berlaku." ujar Taehyung dingin.
Dengan segera ia berdiri dan melenggang pergi dari sana, menyisakan Jungkook yang terlihat kecewa dengan ucapan Taehyung. Namun dengan segera ia menggelengkan kepalanya brutal, buat apa dia merasa kecewa?! Kenyataan nya memang dirinya sedang berada dalam lingkup perjanjian dengan ketua mafia tersebut.
Pria lain nya yang ada di sana menatap Jungkook dan Taehyung yang sudah pergi secara bergantian.
"Perjanjian?" gumam Seokjin sembari menggaruk pelipisnya yang gatal.
Jungkook mengalihkan pandangan nya ke arah Seokjin. Tanpa mengatakan apapun dia menyingkirkan tangan Seokjin yang hendak mengeluarkan peluru dari bahunya. Dia pergi begitu saja tanpa peduli pergelangan kakinya yang semakin sakit dan membengkak. Jungkook keluar dari gerbang rumah Seokjin—
"KAU MAU KEMANA?!"
Tubuh Jungkook seketika berhenti, mengeraskan rahangnya saat tangan nya ditarik dengan kasar oleh sang pelaku untuk masuk ke dalam mobilnya. Tentu saja Taehyung pelakunya.
"Pasang sabuk pengamanmu!" bentak Taehyung membuat Jungkook segera menurut.
Taehyung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dan hal itu tidak membuat Jungkook takut atau apa, dia terlampau biasa dengan keadaan seperti ini.
"Kau ingin mati hah?! Bahkan peluru di tubuhmu belum dikeluarkan!!" marah Taehyung sembari membanting setirnya ke tepi jalan.
Braak!
Taehyung mencengkeram leher Jungkook lalu menyudutkan nya ke pintu mobil. Menatap tajam Jungkook yang sedang menatapnya datar.
"JIKA INGIN MATI MAKA KATAKAN!!"
PLAAK!
Jungkook menatap Taehyung tidak percaya. Apa-apa'an pria di depan nya ini?! Kenapa marah-marah seperti ini kepadanya?!
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?" datar Jungkook.
Mata membunuh Taehyung mulai meredup.
"AKU TAKUT KEHILANGANMU BRENGSEK!" Taehyung memeluk erat tubuh Jungkook membuat sang empu teramat terkejut.
"Berhenti membuatku khawatir." bisik Taehyung sembari menyerukkan wajahnya di leher Jungkook.
Jungkook mengepalkan kedua tangan nya erat. Dia ingin sekali membalas pelukan Taehyung namun tubuhnya menolak, dia terlalu bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa akhir-akhir ini dia selalu mengikut sertakan perasaan nya di segala sesuatu yang berhubungan dengan Taehyung?! Jungkook bukanlah tipe orang yang mengedepankan perasaan, baginya berpikir dengan logika adalah jati dirinya. Bukan dengan perasaan.
"Aku akan mengobatimu." final Taehyung setelah melepaskan pelukan nya.
Jungkook hanya diam melihat wajah serius Taehyung yang sedang mengeluarkan peluru di bahunya. Luka seperti ini tidak berarti apa-apa bagi Jungkook.

KAMU SEDANG MEMBACA
SWEET (Taekook/Vkook) END By : FujoHere8
Fanfiction⚠️ 21+ GAY AREA! MPREG! MISSGENDERING! ⚠️ Kisah cinta seorang mafia dan penjahat profesional. Darah menjadi saksi bisu cinta mereka. Top! Tae Bott! Kook