Rany sudah berada di lokasi dimana ia akan tampil nanti. Ia merasa tidak nyaman, karena di sana sudah ada Dewo dan sahabat dekatnya.
"Mas.. aku ga nyaman disini, aku balik aja ya"
"Rany, kamu ga perlu takut.. tenang ya, aku tau kamu bisa. Kamu harus bersikap profesional, seperti biasanya." Akhirnya Rany berjalan berdampingan dengan Raihan. Ia berusaha membiasakan diri, berkumpul bersama kakak tingkatnya. Menyapa seluruh anggota band kecuali Dewo dan Satria.
"Rany, kamu maju.. nyanyi tuh dah di panggil Raihan" celetuk Kakak tingkatnya
"Oh iya kak"
Rany maju ke atas panggung menyanyikan sebuah lagu yang menjadi salah satu favorit dari Dewo, Aku Cinta Kau dan Dia.
Rany menggenggam mic dan menarik napas panjang, alunan terdengar dan suaranya menggema di udara.
Hancur hatiku mengenang dikau
Menjadi keping keping setelah kau pergi
Tinggalkan kasih sayang
Yang pernah singgah antara kita
Masihkah ada sayang itu
Memang salahku yang tak pernah bisa
Meninggalkan dirinya tuk bersama kamu
Walau tuk trus bersama
Kan ada hati yang kan terluka
Masihkah ada sayang itu
Sekali lagi maafkanlah
Karena aku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa
Tinggalkan dirinya
Mungkin tak mungkin tuk terus bersama
Jalani semua cinta yang tlah dijalani
Tapi bila itu yang
Kau pikir yang terbaik untukmu
Bahagiaku untuk dirimu
Sekali lagi maafkanlah
Karena aku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa
Tinggalkan dirinya
Simpan sisa sisa cerita cinta berdua (hu)
Walau tak tercipta cerita cinta berdua (hu)
Still I have in my eyes
Still I have forever
Memang salahku yang tak pernah bisa
Meninggalkan dirinya tuk bersama kamu
Walau tuk trus bersama
Kan ada hati yang kan terluka
Dan ku tahu kau tak mau
Sekali lagi maafkanlah
Karena aku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa
Tinggalkan dirinya
Sekali lagi maafkanlah
Karena aku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa
Tinggalkan dirinya ho ho hu
Still I have in my eyes
Still I have forever
Hentingan lagu telah berhenti, Rany sudah menyelesaikan sebuah lagu yang ia tampilkan. Sorak tepuk tangan penonton mengapresiasikan suara merdunya. Gadis itu hanya tersenyum lembut dan membungkuk menghormati para penonton sesekali.
Meriah sorakan meneriakinya lagi, memintanya untuk kembali bernyanyi dan membawakan lagu. Rany menghadap ke belakang. Ke arah Raihan. Pria itu memberikan lagu yang akan dibawakan lagi. "Lagu ini pas banget buat nemenin temen temen pengunjung cafe malam hari ini, seperti cerah cahaya rembulan yang indah menemani. Kali ini kita lanjutkan dengan lagu, Fly me to the moon, enjoy everyone"
Musik dan suara Rany mengiringi indahnya malam, di dalam lagu itu tercurah sejuta kenangan bagi Rany kepada Dewo kala itu. Arah pandangan Rany tertuju kepada para penonton yang sedang menikmati kopi dan makanan mereka.
Hingga seorang gadis berkulit putih berpenampilan cantik khas feminimnya datang memasuki kafe. Memesan pesanannya dan duduk di salah satu meja dan bangku kosong tak jauh dari panggung. Arah pandang Rany masih tertuju kepada gadis itu.
Dewo menampilkan aksinya bermain saksofon, gadis yang semulanya baru sampai tadi menyapa Dewo. Dengan kata kata yang tak terucap di bibirnya, tanpa bersuara. "Semangat, sayang!"
Melihat kearah Dewo, pria itu mengangguk dan tersenyum. Rasanya hatinya bagaikan celengan kasih yang di lempar sekuat tenaga karena kekecewaan yang hancur berkeping-keping luluh lantah tak bersisa kepingan yang dapat diperbaharui lagi. "Gadis itu jauh lebih cantik dariku yang hitam dan biasa biasa saja ini" batin Rany meremas kecewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amor Amerta
Fanfiction"Aku tak bisa melupakannya, lalu aku akan hidup dengan siapa nanti? Mengapa aku sangat setia mencintai seseorang, mengapa aku terlalu dalam mencintainya. Bodohnya aku."
