15

117 23 11
                                        

Severus sudah berhasil mendapatkan hak paten untuk ramuan ciptaannya. Dia seorang master ramuan terhebat sepanjang sejarah dunia sihir. Tentu saja, harga dari tindak jasa nya itu sangatlah tinggi, mungkin Snape bisa membeli mobil mewah dan rumah megah ketimbang harus terus tetap berada di bawah rumah yang tak layak huni yang ia tempati saat ini.

"Ini untuk Rany nanti" batin Severus setelah mengecek galleon nya di bank sihir, Gringotts.

Para auror mulai manjutkan misinya untuk melacak keberadaan para pelahap maut, mereka menyusuri daerah kumuh penuh penyihir hitam di wilayah Diagon Alley. Mereka tentunya menyamar. Menggunakan poly juice yang sudah Snape kembangkan. Mereka menemukan seorang pria yang bergelagat mencurigakan. Harry yang ikut dalam melakukan misi tersebut menetes satu tetes pada pria yang terlihat tak asing baginya. Ia mengingatnya, pria itu dulunya adalah pelahap maut yang sempat mengacaukan pusat Diagon Alley. Ia meneteskannya pada lengan bajunya.

Ramuan itu sangatlah hebat, seketika pria itu langsung terkena dampak dari ramuan tersebut. Ia mulai kejang dan kesakitan seperti terkena mantra crusiatus. Bahkan si pelahap maut dapat tersiksa sampai mati.

Semua berkat coba-coba dan penelitian ramuan bagi Severus selama satu tahun setelah kembali dari Indonesia.

*******

Selama satu tahun setelah Snape kembali ketempat asalnya, Rany sudah berhasil menyelesaikan studinya di Universitas terbaik se-Indonesia, dengan baik. Ia melanjutkan tujuan hidupnya untuk bekerja. Ia memilih untuk kembali ke kota asalnya, bertemu dengan orang tuanya setelah sekian lama.

"Ran.. habis ini kamu mau ngapain?"

"Aku mau kerja mas di Solo, mungkin jadi konsultan hukum. Kan aku ambil pidana kemaren." Jawab Rany singkat kepada Raihan di tengah perbincangan antara pembahasan kepengurusan organisasi band. "Kamu bener bener terstruktur ya anaknya"

Rany hanya melebarkan senyumnya. Ia di puji, tentunya ia tersanjung. "Rany, sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu"

"Apa itu? Katakan saja" namun Raihan justru membalas dengan berbisik. "Jangan di sini, terlalu ramai orang"

Akhirnya keduanya menepi, menjauh dari teman teman mereka yang lain. "Ran.. maaf jika aku harus berkata jujur"

"Tidak apa apa, aku justru menyukai orang yang berkata jujur"

"Sejujurnya aku menyukaimu, aku mencintaimu. Sudah sejak lama, tapi aku memutuskan untuk mengatakannya sekarang karena ku rasa ini waktu yang tepat." Rany tidak bisa mengelak. Ia hanya tersenyum senang mendengarnya. "Terima kasih kau sudah menyukai juga mencintaiku mas Raihan"

"Selama ini aku tidak terima dengan perlakuan Dewo dan Satria kepada mu, aku berusaha untuk melindungimu dan menjaga perasaanmu agar tidak semakin berlarut dari permasalahan yang selalu mereka ciptakan untuk membuat mu tertekan"

"Aku tau mas, kau berusaha menjagaku.. kau sungguh baik"

"Rany aku bukan orang yang pandai berkata kata" Rany terkekeh. "Aku tau itu, kau seorang yang pendiam dan terlihat garang setiap saat" Raihan tertawa mendengarnya.

"Maukah kau menjadi kekasihku? Aku serius, jika kau belum mencintaiku saat ini maka aku akan berusaha membuatmu untuk mencintaiku, jadi beri aku kesempatan" Rany menjadi bimbang. Haruskah ia menerima tawaran itu atau terus bertahan dengan pria yang selalu ia cintai selama ini yang entah dimana dia berada. "Aku juga menyukai mu sejak lama mas, tapi.."

"Ada apa Ran?"

"Aku tak yakin untuk bisa menerima ajakanmu itu" suaranya melirih. "Apa kau sudah memiliki seorang kekasih?"

Rany mengangguk, "Maafkan aku tak bisa membalas perasaamu dengan apapun"

Raihan merasakan pedih di lubuk hatinya. "Pasti dia orang yang sempurna untuk mu bukan?"

"Ya.. begitulah"

"Sebenarnya aku ingin mengajakmu menjadi kekasihku. Dan melamarmu setelahnya. Keluargaku sudah ku ceritakan tentangmu, mereka menyukaimu. Ibuku melihatmu waktu wisuda kemarin, dia rasa kau adalah gadis yang tepat untuk ku"

Kini Rany merasa bersalah dan tak enak hati. Raihan memang memiliki kepribadian yang tak jauh berbeda dari Severus. Setiap kali ia bersamanya rasanya seperti tengah bersama dengan sosok kekasihnya, Severus. "Maafkan aku mas, aku tidak berniat menyakitinmu bahkan menolah itikat baikmu itu, akan tetapi aku sudah menerima tunangan dari kekasihku sejak setahun lalu"

Raihan mengambil tangan Rany. "Jadi cincin yang selama ini kau pakai itu adalah darinya?"

Rany hanya mengangguk pelan, "Maafkan aku telah mengganggu kisah cinta mu jika begini Rany"

Gadis itu tersenyum ngilu, jika di pikir ulang. Untuk memilih salah satu dari seseorang yang di cinta, antara ia yang entah ada di mana atau seorang pria yang mencintainya ada lagi sosok baru di depan mata, bukankah lebih baik memilih seseorang yang nyata dan berada di sisinya, didepan dirinya. Tapi ini bukan hanya sekedar cinta yang di gaungkan orang lama, melainkan kesetiaan yang harus ia jaga setelah sekian lama ia pupuk.

"Maafkan aku mas, tapi kekasihku hendak kembali, dan menjemputku seperti janjinya."






























TBC

HADUHH BERAT BERAT NIH
MAKIN KE SINI AUTHOR JADI IRI SAMA RANY, INGIN DI CINTAI JUGAAA

Amor AmertaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang