Bab 11 Hukuman Bima

3.3K 150 16
                                        

Happy Reading🙏🙏🙏

Setelah keributan semalam, Moa terpaksa pulang dengan tangan kosong. Dia jadi gagal melaksanakan tugasnya gara-gara keributan itu.

Setelah pertengkaran mereka dilerai. Nico langsung pulang dengan wajah kesal. Moa yang berusaha merayunya pun tidak dihiraukan.

Di dalam Mobil, gawai Moa yang berada di dalam tas berbunyi. Sambil terus menyetir tangan Moa merogoh ke dalam tas yang dia letakkan di bangku sebelah.

Wajah Moa menegang melihat nama yang muncul di layar gawainya. Bima. Moa jadi bimbang, apakah harus mengangkat panggilan itu ataukah membiarkannya saja. Dia masih belum siap menghadapi Bima saat ini.

Tapi Moa harus mengangkat paggilan dari pria itu karena jika tidak diangkat pria itu akan marah besar.

" Hallo..." Jawab Moa dengan nada pelan kemudian menyalakan loudspeaker karena matanya harus tetap konsentrasi ke jalan.

"Kamu berhasil mendapat info dari Nico?" tanya Bima langsung.

"Ngg...iii...itu..." Moa jadi tergagap bingung harus bicara apa.

Moa mereguk salivanya dengan susah payah. Dia terdiam beberapa saat untuk memikirkan sebuah jawaban yang bagus.

"Kenapa? Kenapa kamu tidak menjawab?" desak Bima disebrang sana dengan tidak sabaran.

" Maaf Bima, aku...gagal.." Moa menjawab dengan suara perlahan seperti anak ayang yang sedang mencicit.

"Apa? Suaramu tidak terdengar"

Moa mengambil nafas Panjang dan menghembuskan kembali dengan berat. Menguatkan diri untuk memberi kabar buruk kepada Bima.

"Aku gagal" jawab Moa kemudian.

"APAAAAAA...." suara Bima disebrang sana terdengar begitu membahana membuat tubuh Moa mengkeret ketakutan.

"Kamu kesini sekarang juga!!" Perintah Bima yang terdengar murka.

" Baik.." Moa menjawab lirih kemudian panggilan pun diputus dari pihak sana.

Moa segera memutar Arah tujuan menjadi ke rumah Bima. Berbagai kemungkinan buruk berkelebat di pikiran Moa. Tidak mungkin Bima akan berbelas kasih padanya jika dia gagal melaksanakan tugasnya.

Moa memikirkan semua hukuman yang telah dia terima dulu setiap dirinya tidak mematuhi Bima dan berusaha kabur dari Bima.

Semua hukuman dari Bima selalu membuat Moa semakin menderita.

Moa tiba di kediaman Bima. Yang ternyata telah menunggunya di teras rumahnya. Pria itu tanpa basa basi langsung mencengkeram lengan Moa dengan kuat dan menarik kasar gadis itu

Moa ditarik langsung menuju lantai atas dan menyusuri beberapa ruangan hingga akhirnya memasuki sebuah kamar.

Begitu tiba di dalam. Bima menghempas Moa dengan kasar hingga gadis itu tersuruk mundur beberapa Langkah hingga menyentuh pinggir ranjang.

Bima dengan beringas menghampirinya dan...

"Plak.." Sebuah tamparan yang diberikan Bima tepat mendarat keras di pipi Moa.

"Awww..." Moa menjerit kesakitan bahkan tubuh gadis itu terhempas jatuh diatas ranjang.

Rasa panas bagai terbakar langsung menyengat pipi Moa. Denyutan sakit mulai menjalar dari pipinya. Tapi Gadis itulansung terdiam tidak berani bersuara, dia hanya bisa diam menunduk. Siap dengan segala hukuman yang akan Bima berikan padanya.

" Apa yang membuatmu gagal?" Bima berdiri sambil berkacak pinggang di depan Moa. Perawakan Bima yang berbadan besar itu mendominasi Moa yang berbadan kecil.

Save MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang