BAB 4 Kampus

4.1K 192 10
                                        

Happy Reading🙏🙏

Moa masih harus menjalani kuliahnya di semester terakhir, dia ingin menjalani kehidupan kampusnya dengan normal dengan menjadi mahasiswi yang pendam dan tidak tersentuh. Dia hanya berada di kampus untuk masuk di jam mata kuliah setelah selesai dia tidak akan bercengkerama dengan teman sekelas atau nongkrong dan bergosip ria dengan sesama teman perempuan.

Walau sudah berusaha untuk tidak menonjolkan diri, gosip tentang dirinya yang suka bersama dengan pria yang berbeda-beda sudah beredar di kalangan mahasiswa. Para Pria banyak yang berusaha mengajaknya kencan demi bisa membawanya bermalam di hotel. Kecantikannya selalu menarik perhatian kaum adam dan juga Kebencian dari para kaum hawa yang merasa tersaingi dalam hal kecantikan dan kepopuleran.

Perempuan-perempuan di kampus banyak yang mengecap dirinya sebagai wanita murahan atau pun wanita penggoda. Moa tidak berusaha membela diri untuk menepis gosip itu. Justru gosip itu membantunya menjauh dari orang-orang yang berusaha menjadi temannya.

Karena Moa sudah muak mempunyai teman yang hanya baik di depannya tapi dibelakangnya mereka selalu menjelekkannya ataupun sering memanfaatkan dirinya. Disaat keluarganya terpuruk dulu, Moa bisa melihat kebusukan orang-orang yang dulunya mengaku sebagai teman-teman baiknya. Semuanya berpaling disaat dirinya membutuhkan dukungan dari mereka. Teman yang hanya mengambil keuntungan disaat dirinya berjaya saja tidak akan Moa pertahankan. Lebih baik sendiri dari pada mempunyai teman seperti itu.

Walau banyak yang penilaian buruk tentangnya, tidak ada yang berani mengusik Moa, Sikap pendiam Moa yang tak tersentuh membuat orang-orang tidak berani menyinggungnya langsung. Selama tidak ada yang mengusik dirinya secara langsung, Moa tidak akan mempermasalahkan gosip-gosip miring tentang dirinya yang terus beredar dari mulut ke mulut para mahasiswa.

Saat ini Moa sedang asik menyantap bakso pesanannya di kantin kampus . ditengah keasikannya menyantap hidangan itu datang serombongan mahasiswi yang terdiri dari lima orang wanita mereka duduk mengelilingi meja yang ditempati Moa.

Moa tidak menggubris mereka dan berpikir bahwa mereka sedang mencari tempat untuk duduk.

"Kenapa kamu selalu sendirian Moa? Kamu tidak punya teman?" tegur seseorang yang duduk di hadapannya. Moa melirik pada orang itu dan hanya mendiamkan tegurannya tanpa niat menjawab.

Wanita itu bernama Niken, teman seangkatan Moa yang ada diantara mereka. Moa mengenali wanita itu. Tepatnya hubungan mereka bukan teman sih, karena Niken selalu memancarkan aura permusuhan terhadapnya. Padahal selama ini Moa merasa dirinya tidak pernah mencari masalah apapun dengan Niken. Walaupun tidak memiliki teman, Moa juga tidak ingin mencari musuh di tempat kuliahnya agar dia dapat menjalankan masa kuliahnya dengan tenang.

Sebenarnya Niken ingin menjadi mahasiswi yang paling populer di angkatannya, Dia yakin dengan kecantikannya dirinya akan menjadi wanita yang paling menonjol dan popular diantara semua mahasiswi. Dia ingin menjadi Idola di kampus ini dan dipuja-pija oleh semua mahasiswa di kampus ini. Dan keinginannya tercapai, hanya saja wanita itu tidak puas dengan kepopulerannya saat ini karena Moa. Niken membeci Moa karena kecantikannya selalu dibanding-bandingkan dengan kecantikan Moa yang alami. Apalagi Nilai-nilai Moa selalu lebih memuaskan dan dianggap lebih pintar darinya. Niken akan selalu kalah jika sudah dibandingkan dengan Moa dalam hal apapun. Padahal dia sudah melakukan segala cara agar dirinyalah yang lebih populer dari Moa.

"Kenapa tidak menjawab? Apakah tidak ada pria lagi yang mau mengajakmu ke atas ranjang?" Niken kembali menyindirnya untuk memancing reaksi Moa.

Moa menghela nafas menahan kekesalan yang mulai menghinggapinya, mau makan bakso dengan tenang saja tidak bisa.

Save MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang