Happy Reading🙏🙏🙏🙏
"Iya sayang. Jadi ada yang kamu mau?" tanya Hardi.
"hmmmm..... Ada sih yang aku inginkan.. tapi..." ujar Shella menghentikan kalimatnya sejenak, wajahnya tampak ragu.
"Kenapa sayang?" Hardi menatap Shella dengan penuh tanda tanya kenapa wanitanya ini tampak ragu mengungkapkan keinginannya, padahal biasanya Shella selalu mengutarakan semua yang dia pinta darinya.
Shella menampilkan wajah sedih dan sendunya " kapan kamu akan menceraikan istrimu? Sampai kapan kita akan seperti ini sayang? Aku ingin sebuah status. Aku ingin menjadi istrimu, melayanimu dengan sepenih hati dan memilikimu hanya untuk diriku"
" Kamu tahu kalau untuk keinginanmu yang satu itu aku tidak bisa memgabulkannya" desah Hardi penuh penyesalan karena Shella meminta sesuatu yang tidak mungkin dia lakukan. Dia tidak mungkin menceraikan Lina. Jika bercerai maka Ayahnya akan mengambil kembali perusahaannya dari tangannya.
Shella menunduk dengan wajah kecewa dan sedih yang sengaja dia tampilkan agar Hardi merasa sangat bersalah.
" Aku sudah menduga jawaban kamu akan begitu" Shella mendesah kecewa sambil tetap menunduk pura-pura terlihat sedih.
" Mintalah hal lain yang bisa aku berikan. Aku akan membelikan apapun maumu. Bagaimana dengan perhiasan?Bukankah kamu sangat suka perhiasan? Adakah yang kamu inginkan saat ini?" bujuk Hardi yang merasa tidak tega melihat kekecewaan di wajah Shella. Tangannya membelai rambut Shella dengan lembut.
"Hhmmm..." Shella sengaja berpura-pura sedang memikirkan keinginannya, padahal dia sudah tahu betul apa yang sangat dia inginkan.
" Oh...iya..ada sih yang aku mau. Tapi..." Shella menghentikan ucapannya dan menatap Hardi.
Shella menggigit bibirnya sengaja menampilkan wajah ragu dan enggan untuk mengutarakan apa yang sedang dia inginkan. Hal itu berhasil memancing rasa penasaran Hardi.
"Aku takut harganya terlalu mahal. Aku rasa kamu tidak akan sanggup membelikannya"
"Apasih yang tidak sanggup aku beri untukmu sayang. Aku akan selalu menyanggupi semua keinginanmu. Katakan padaku apa yang kamu inginkan? Aku pasti akan membelikan untukmu semahal apapun itu" bujuk Hardi dengan sombongnya.
"Benarkah sayang?" seru Shella dengan semangat, wajahnya yang semula mendung langsung ceria dan penuh harap.
" Iyaaa... kamu mau beli apa?" ujar Hardi dengan tidak sabar, dia semakin penasaran sebenarnya apa yang diinginkan Shella.
Shella menggapai sebuah Brosur yang telah dia siapkan diatas nakas dekat ranjang. Wanita itu menyerahkan brosur itu pada Hardi agar pria itu melihat brosur itu.
" Kemarin aku ke toko ABC, dan mereka tengah meluncurkan produk baru dari desainer perhiasan yang sedang naik daun. yaitu kalung itu" tunjuk Shella pada gambar di brosur yang tengah diamati Hardi.
"Kalung itu hanya satu-satunya yang dijual lho, limited edition, aku sangat menginginkan kalung itu sayang...." Pinta Shella dengan wajah penuh harap sambil menggelayut manja pada Hardi.
"Bayangkan bahwa hanya aku satu-satunya orang yang mengenakan kalung itu, membuatku begitu bahagia" seru Shella sambil menerawang membayangkan dirinya tengah mengenakan kalung itu dan mendapatkan rasa kagum dari orang-orang.
Hardi tercekat melihat harga yang tertera di brosur itu. Harganya begitu fantastis untuk sebuah kalung. Hardi tengah berpikir keras bagaimana caranya agar dia bisa membelikan benda itu untuk Shella. Ia tidak ingin mengecewakan wanita nya itu tapi uangnya akan langsung terkuras habis jika dia gunakan semua untuk membeli kalung itu.
Melihat Hardi yang hanya diam saja tidak menanggapi ocehannya, Shella langsung menekuk wajahnya merengut sedih.
"Kemahalan ya sayang? katanya kamu akan membelikan apapun yang aku pinta" ujar Shella dengan nada kecewa. Wajahnya sengaja dibuat sedih dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Tentu saja aku akan membelikan kalung itu untukmu" seru Hardi dengan cepat. Dia tidak suka melihat kesedihan di wajah cantik wanitanya. Dia telah berjanji akan selalu memberikan kebahagiaan pada wanita selingkuhannya itu. hanya status istri yang tidak bisa dia berikan, oleh karena itu dia sebisa mungkin akan memenuhi semua keinginan Shella sebagai kompensasinya.
Mendengar ucapan Hardi, wajah Shella seketika kembali ceria "Benarkah sayang??? Kamu benar-benar akan membelikan kalung itu untukku?" seru Shella tidak percaya sekaligus penuh harap.
" Iya sayang. Aku akan membelikan kalung itu untukmu. Jadi jangan bersedih ya. Kesedihanmu itu akan merusak hari kita yang menyenangkan ini"
"Aaaahhh... terima kasih sayang, kamu memang tidak pernah megecewakanku" Shella menjerit kegirangan dan langsung merangkul Hardi kemudian menghujani pria itu dengan ciuman bertubi-tubi. Hardi pun membalas ciuman Shella dengan rakus, nafsu birahinya kembali terbangkitkan. Kejantanannya kembali mengeras dibawah sana.
Shella yang berada diatas tubuhnya merasakan tonjolan di bawah sana, Shella tersenyum menggoda menatap Hardi dengan penuh arti.
"Mau lanjut lagi? Katanya cape?" Goda Shella sambil tangannya menyelinat ke pangkal paha Hardi dan mengelus-elus benda di bawah sana,
" ahhh,..." Hardi mendesah nikmat karena elusan Shella pada batang penisnya membuat dirinya kembali terangsang.
"Semua tentang kamu tidak pernah membuatku merasa cukup sayang. Mulailah bergerak" perintah Hardi sambil menepuk bokong telanjang Shella untuk menyuruh wanita itu untuk mulai menyenangkannya lagi.
Karena Hardi telah berjanji akan membelikan kalung yang dia inginkan, Shella dengan senang hati melaksanakan perintah pria tua itu.
Shella mulai merangsang Hardi, tubuh telanjangnya yang tengukrap diatas tubuh Hardi, mulai bergerak naik turun menggesek-gesekkan tubuhnya diatas tubuh hardi.
"aahhh..." hardi mendesah nikmat merasakan rangsangan Shella... sesi berikutnya pun mula berjalan kembali....suara desahan dan erangan kembali terdegar di kamar itu.
Selama selalu di beri harta melimpah shella akan selalu melayani Hardi di ranjang dengan baik.
Entah sudah berapa banyak uang yang telah Hardi habiskan demi menyenangkan hati gundiknya itu. Hardi tidak pernah bisa menolak semua keinginan Shella. Tidak peduli Semahal apapun barang yang diinginkan Shella pasti akan Hardi penuhi asal gundiknya itu tetap setia melayaninya.
Bagi Hardi yang penting dia bisa menyenangkan hati Shella, tidak peduli jika uang yang dia miliki kurang, dia tinggal meminjam uang lagi pada Bima. Bima selalu saja memberikan berapapun yang Hardi butuhkan maka uang akan masuk ke dalam rekeningnya dengan mudah. Itulah sebabnya Hutang yang ditanggung oleh Moa tidak pernah ada habisnya. Selamanya Moa akan berada di bawah kendali Bima.
Di kepala dan hati pria tua seperti Hardi yang sedang dimabuk kepayang pada Shella. Dia sudah tidak peduli lagi pada keluarganya terutama Anak dan istrinya. Yang dia pikirkan hanyalah selalu bisa bersama Shella dan merasakan nikmat dunia bersama selingkuhannya itu. Wanita itu benar telah membutakan hati dan pikiran Hardi hingga pria itu membuang anak dan istrinya dari hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Save Me
RomanceHi, Reader.... Yg sudah pernah membaca pasti tahu ini sama dengan cerita crazy girl yg sempat hiatus. Sekarang saya lanjutkan dengan merubah judul dan ada beberapa perubahan alur cerita. Seperti biasa cerita ini mengandung unsur Dewasa 21++ ⚠️⚠️⚠️ ...
