Bab 16 Lina

1K 29 0
                                        

Hi,reader.
Maaf ya sudah lama tidak up cerita 🙏😢.
Sebenarnya cerita ini sudah tamat hanya saja saya merasa kurang puas dengan cerita ini jadi malas untuk di up.
Karena sudah terlanjur di publish ya sudah saya up samapi tamat saja.
Maaf jika cerita ini agak mengecewakan🙏😢.

______________________________________

Happy Reading☺️

Di kediaman keluarga Karim masih Ada Lina yang sedang berusaha tidur kembali. Setelah keributan yang ditimbulkan Moa, Lina kembali kekamar hendak melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu. Saat sudah berbaring diatas ranjang dan memejamkan matanya selama 10 menit Lina tidak bisa kembali tertidur, rasa kantuknya sudah menguap entah kemana.

Lina bangkit duduk ditepi ranjang sambil menghela nafas dengan kesal karena dia belum mendapatkan tidur yang cukup.

"Dasar anak dan suami yang merepotkan. Gara-gara mereka aku tidak bisa tidur lagi" Lina menggerutu dengan kesal.

Gawai miliknya yang dia letakkan di atas nakas berdering, melihat nama yang muncul di layar gawainya seketika membuat wajah Lina yang semula masam seketika langsung berseri dan berbunga-bunga seperti seorang gadis yang sedang jatuh cinta.

Dengan secepat kilat Lina menyambar gawainya dan menjawab panggilan itu.

"Hallo sayangg...tumben jam segini sudah menghubungiku" sapa Lina dengan suara manja pada lawan bicaranya.

"Apa aku mengganggu tidurmu sayang?" tanya lawan bicaranya yang terdengar seperti merasa bersalah.

"Oh, tidak sayang. Aku sudah bangun dari tadi gara-gara orang rumah yang berisik. Aku justru senang kamu menghubungiku. Tidak biasanya kamu meneleponku jam segini? Apakah kamu sudah merindukanku?sabarlah..malam ini aku akan ketempatmu" cekikik Lina dengan genitnya.

"Iya sayang, aku tidak sabar ingin bertemu kamu lagi nanti malam. Aku ingin membelai tubuh telanjangmu lagi dan memasuki dirimu berkali-kali serta mendengarkan suara desahanmu yang semakin membuatku semakin terangsang" Rayu pria dari sebrang sana dengan begitu vulgar sehingga membuat Lina yang dirayu tersipu malu mendengar semua itu.

"Ah Dika..kamu membuat aku malu" Lina membalas dengan manja sambil terus tertawa senang.

Dika adalah pria yang bersamanya saat ini, Lina telah membiayain seluruh hidup pria itu sebagai imbalan agar pria itu tetap bersamanya.

Awal dirinya mulai selingkuh adalah saat dirinya dan teman-temannya berkumpul di sebuah villa dan menyewa beberapa pria untuk menemani mereka selama disana. Kelompoknya mengadakan pesta sex liar yang pertama kali Lina hadiri. Mereka bebas bercinta dengan para pria sewaan itu.

Lina seperti menemukan oase di tengah gurun pasir saat itu. Pesta sex itu membangkitkan jiwa liar Lina yang sangat haus akan belaian pria.

Selama pesta sex itu, Lina merasa hidup kembali, merasakan nikmat dunia dari para pria yang memberi kepuasan dunia padanya,

Hardi tidak pernah ingin menyentuhnya lagi sejak pria itu mengenal gundiknya yang bernama Shella. Padahal tidak ada yang kurang dari dirinya, tubuhnya tetap indah dan kecantikan wajahnya juga belum memudar. Lina sangat pandai merawat diri, tapi tetap saja tidak bisa membuat Hardi menginginkannya. Dasar Hardi saja yang seleranya payah, Sukanya wanita dengan tubuh sintal seperti Shella.

Lina tentu saja tidak ingin terpuruk hanya karena diabaikan oleh suami sendiri, Kini dia bisa mendapatkan kepuasan diluar sana, bisa mereguk nikmat dunia dari pria lain.

Diantara semua pria yang pernah melayaninya, Sex dengan Dika yang paling membuat Lina ketagihan.

Selain lihai diatas ranjang, Dika selalu bisa menyenangkan hatinya hingga berhasil membuatnya melupakan semua permasalahan yang ada di rumah. Saat bersama Dika semua keluh kesahnya selalu didengarkan dengan baik oleh prianya itu dan pria itu selalu menghibur hatinya hingga suasana hatinya menjadi lebih baik.

Hingga kini dia tidak bisa lepas dari pria itu. Agar bisa selalu bersama pria itu, Lina menawarkan diri untuk membiayai seluruh hidup pria itu, membelikan pria itu apartement sebagai sarang cinta mereka, hingga memberi uang jajan setiap minggu kepada pria itu, Lina menjamin hidup pria itu agar hidup berkecukupan.

"Sayang, aku ada acara kumpul-kumpul bersama teman-teman, mereka meminta aku mentraktir. Tapi uangku sudah menipis. Bisa tidak kamu bantu aku?"

Suara dika disebrang sana membuyarkan lamunan Lina.

"Tenang saja. Nanti aku transfer ke rekeningmu. Bersenang-senanglah dengan mereka" jawab Lina.

"Terima kasih sayang." Dika berseru dengan riang begitu mendengar Lina akan mentransfer sejumlah uang untuknya bersenang-senang. Berkencan dengan wanita kesepian yang kaya raya memang benar-benar menguntungkannya.

"Nanti malam aku akan ke apartement. Aku sudah tidak sabar untuk bersamamu"ujar Lina sebelum mematikan sambungan teleponnya.

"Oke sayang. Aku akan menantimu disini" Jawab Dika yang langsung menutup panggilan teleponnya begitu keinginannya sudah tercapai.

Sedang Lina kini wajah sudah berseri, hanya dengan mendengar suara Dika saja bisa mengembalikan suasana hatinya yang buruk.

Lina mengutak atik gawainya membuka sebuah aplikasi perbankan, mentransfer sejumlah besar uang untuk pria peliharaannya itu. Setelah transaksi sukses dia langsung mengirimkan pesan pada Dika.

Lina: Uang sudah aku transfer, sayang. Selamat bersenang-senang sayang dan tunggu aku malam ini seperti biasa ya. muachh..

Tidak butuh lama balasan dari Dika masuk ke gawainya. Dan bibir Lina langsung merekah membaca pesan dari Dika.

Dika : Terima kasih sayang. Aku tunggu kedatanganmu.muach...

Pikiran Lina sudah berkelana memikirkan apa yang akan dilakukannya dengan Dika untuk menghabiskan malam yang panas bersama.

Sedangkan di tempat Dika, pria itu menyeringai puas melihat nominal yang masuk ke rekeningnya. Padahal uang itu akan dia gunakan untuk bersenang-senang bersama wanita lain.

Hubungannya dengan Lina hanya sebatas sex, dan Dika memanfaatkan Lina yang begitu tergila-gila padanya. Tidak ada ruginya berhubungan dengan Lina, wanita itu masih cantik dan memiliki tubuh yang bagus.

Dika sangat menikmati hidupnya, dia tidak perlu bekerja. Dia hanya tinggal menikmati hari-harinya dengan bersenang-senang karena rekeningnya selalu diisi oleh Lina.

Dika bisa menggaet gadis-gadis cantik yang tentu saja masih muda dan lebih menggairahkan dari Lina. Karena bercinta dengan Lina tidak cukup membuatnya puas. Jiwanya masih muda dan menggebu-gebu, sedangnya sex dengan Lina tidak memuaskannya. 

Save MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang