Happy Reading🙏🙏🙏
Hardi dan Lina menatap kepergian Moa dalam diam. Berbagai pikiran berkecamuk di dalam hati mereka. Tapi bukan penyesalan yang mereka pikirkan. Justru kekesalan yang ada di pikiran mereka. Mereka kesal karena Moa mulai protes dan melawan kedua orang tuanya.
Jika begini terus mereka takut semua yang mereka dapat dari Bima akan dipinta kembali oleh pria itu. Hardi sudah pasti tidak sanggup mengembalikan semua uang yang diberikan Bima. Uang itu selaian untuk perusahaan telah Hardi pergunakan untuk memberikan kemewahan pada selingkuhannya.
Hardi menatap Lina dengan kesal "Lihat kelakuan anakmu itu. Semakin hari semakin tidak bisa dikendalikan. Kerjanya hanya membantah perintahku. Bagaimana kamu mendidiknya selama ini??" Omel Hardi.
Lina menyipitkan matanya balas menatap Hardi kesal "Dia anakmu juga".
"Tapi kamu sebagai mamanya yang bertugas mendidik dia dengan benar."
" Kenapa hanya aku saja yang harus mendidik Moa. Kamu sebagai papanya juga harus ikut andil dong" protes Lina tidak mau disalahkan.
"Sama-sama buatnya tapi kok aku yang repot sendirian" demel Lina sambil menicibirkan bibirnya.
"Mendidik anak itu kan tugas mamanya. Tugas aku kan bekerja dan mencari uang. Aku sudah capek bekerja di kantor. Untuk apa aku harus cape-cape ikut mendidik Moa juga"
"Halah. Kamu juga kerja tidak becus. Kamu lebih banyak menghabiskan waktumu bersenang-senang dengan selingkuhanmu. Memangnya aku tidak tahu kalau kamu sudah menghambur-hamburkan uang kita demi memanjakan gundikmu itu. Kalau kamu benar-benar bekerja, tidak mungkin perusahaan kita sampai bangkrutan. Dan sekarang lihatlah akibat dari ulahmu itu, Moana yang harus memikul beban ini. Tapi kamu masih saja tidak sadar diri" sungut Lina mengomeli Hardi.
Hardi tertawa mencemooh ucapan Lina. "Kamu bisa bicara seakan-akansemua ini kesalahanku. Kamu melimpahkan semua kesalahan padaku?? Sedangkan kamu sendiri???"
"Kamu pikir semua itu karena aku saja. Kamu juga sama saja. Kamu juga selalu menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang-barang tidak berguna. Selalu sibuk bepergian bersama grup sosialitamu itu. Serta ikut arisan-arisan yang tidak jelas manfaatnya. Kamu pikir aku tidak tahu arisan macam apa yang kalian adakan" Balas Hardi membeberkan keburukan Lina.
"Memangnya kamu tahu apa yang kami lakukan?" Tantang Lina tidak gentar.
"Kalian arisan brondong kan. Setiap arisan kalian selalu membayar mahal seorang pria muda untuk melayani nafsu kalian para wanita tua gatal" ejek Hardi.
"APAAA!!!!! Kamu bilang aku tua!!! Kamu tidak lihat tubuhku masih bagus begini!!! Justru kamu yang tua, dasar bandot tua tidak tahu diri!!" Delik Lina berang.
" Heh..Aku belum tua, Aku masih kuat dan perkasa." Sergah Hardi tidak terima dengan hinaan Lina.
"Aku tidak perduli. Lagipula apa salahnya kalau aku sedikit bersenang-senang dengan para berondong itu?? Terserah aku mau dipakai buat apa semua uang-uangku itu. Dari pada mengurusiku, Kamu urusi saja wanita rendahan yang setiap hari meminta uangmu terus itu." ejek Lina yang seketika membuat Hardi merah padam karena Lina telah menghina wanitanya.
"Dia lebih terpuji darimu." Sanggah Hardi berang.
"Apanya yang terpuji dari wanita yang mengangkangkan kakinya di depan pria beristri?" ejek Lina lebih menusuk.
" Ah sudahlah. Percuma bicara sama kamu. Setiap bahas Moana kamu selalu saja bahas ke hal ini" dumel Hardi menghindar dari pembahasan tentang wanita simpanannya lebih baik dia segera pergi dari tempat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Save Me
RomanceHi, Reader.... Yg sudah pernah membaca pasti tahu ini sama dengan cerita crazy girl yg sempat hiatus. Sekarang saya lanjutkan dengan merubah judul dan ada beberapa perubahan alur cerita. Seperti biasa cerita ini mengandung unsur Dewasa 21++ ⚠️⚠️⚠️ ...
