Bab 17 Bersama Dika

1.6K 32 0
                                        

Happy Reading🙏😊

Malam yang dinanti Lina telah tiba, Lina sudah berdandan dengan cantik untuk bertemu Dika. Bahkan dia sudah meminum jamu agar tubuhnya prima dan dapat mengimbangi percintaan Dika.

Lina sudah tidak sabar untuk bertemu pria tampan dan perkasa itu. Wanita itu bergegas membawa mobilnya keluar dari halaman rumah.

Mobil Lina langsung melaju meninggalkan rumah menuju apartement dimana Dika tinggal.

Lina telah membeli sebuah apartement mewah untuk ditempati oleh Dika dimana dia bisa bersenang-senang dengan Dika tanpa khawatir ada tetangga yang mengusik kehidupan pribadi mereka. Karena di apartement tidak ada yang saling mengusik kehidupan para penghuninya.

Lina bisa bebas datang dan menginap di apartement Dika sesuka hatinya. Menghabiskan harinya dengan bergumul berdua dengan pria itu di atas ranjang atau dimanapun dalam apartement itu. Apartement itu telah menjadi sarang cinta Lina dengan pria brondongnya itu.

Lina telah tiba di apartement Dika. Saat Lina masuk ke dalam apartement tampak Dika tengah mempersiapkan hidangan di atas meja makan.

"Selamat datang sayang" sambut Dika. "hidangan telah siap"

Lina menatap hidangan diatas meja dengan wajah Bahagia "Kamu selalu saja mempersiapkan makanan untuk menyambut kedatanganku" seru Lina dengan senang memeluk erat tubuh pria yang saat ini tengah membuatnya mabuk cinta "Padahal kamu tidak perlu bersusah payah begini, kita tinggal pesan antar saja kalau lapar"

Pria itu balas memeluk erat tubuh Lina. "Tidak repot. Aku tahu kamu harus isi tenaga, karena setelah makan aku akan menyenangkanmu dalam hal lain hingga kamu lemas" bisik Dika, lidahnya yang basah bermain-main di tdaun telinga Lina hingga wanita itu menggelinjang geli. Sedang tangannya dengan lancang menyerusuk masuk ke dalam pakaian Lina, tangannya menjalari kulit tubuh Lina membuat kulit wanita itu meremang nikmat.

"Kalau kamu menggodaku seperti ini, kamu yang akan menjadi makanan pembukaku" desah Lina yang tubuhnya menjadi terangsang oleh sentuhan-sentuhan Dika yang nakal.

"Kamu lah yang akan dijadikan makanan pembukaku" jawab Dika cepat dan bibirnya langsung menyambar bibir Lina dengan pagutan yang rakus. Bibir mereka saling mencecap dan lidah mereka saling berbelit diiringi suara erangan nikmat mereka.

Disela pagutan mereka tangan mereka saling sibuk menanggalkan pakaian yang melekat di tubuh mereka. Hingga akhirnya tidak ada sehelai benangpun yang melekat di tubuh mereka.

Dika menyingkirkan semua benda yang ada di atas meja dan mengosongkan meja itu berganti dengan tubuh telanjang Lina yang berbaring terlentang diatasnya. Seolah menjadikan Lina sebagai santapan di atas meja.

Dengan Mata sayu yang sudah dipenuhi gairah Dika menatapi tubuh telanjang Lina yang terlentang diatas meja dengan tatapan lapar, tangannya menjalari setiap inci tubuh Lina.

" Tubuhmu begitu menggoda. Suamimu benar-benar buta karena menyia-nyiakan tubuh seindah ini" ujar Dika dengan penuh pemujaan, membuat kepercayaan diri Lina melambung tinggi karena dia merasa bahwa dirinya begitu digilai oleh Dika dan tubuhnya tidak kalah dengan para gadis-gadis muda seumuran Dika.

Lidah dan bibir Dika dengan Lihai membelai seluruh bagian kulit Lina. Bermain-main di atas gundukan kembar Lina dan mengulum putting Lina yang telah mengeras dan begitu sensitif.

"oughhh...aahhhh..."

Lina dibuat terus menerus mendesah nikmat terus menerus oleh buaian Dika pada tubuhnya.

"ougghh...aahhhh" tubuh Lina melengkung keatas saat Dika dengan kuat menghisap puting dadanya. Sensasi sakit dan nikmat datang bersamaan dirasakan Lina. Mata Lina kembali terpejam menerima setiap sentuhan nikmat dari Dika begitu juga bibirnya yang basah terus menerus menggeluarkan desahan nikmat yang semakin membuat Dika semakin bergerak liar.

Save MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang