Sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah, Algero terus memikirkan gadis cantik tadi.
Mulai dari senyumannya,giginya, lesung pipinya, warna kulitnya, rambut, serta postur tubuhnya terus melekat pada ingatan Algero.
Dia menggapai handphone yang berada di atas meja kamarnya, dan mengotak atik handphone itu untuk mengalihkan pikirannya.
Ceklekk!!
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, menampakkan Inaya dengan wajah menggemaskannya lalu datang menghampiri dan memeluk Algero.
" Abangg!!" Terikan Inaya.
"Iya sayangg, sini" panggil Algero memeluk adiknya itu.
" Yaya kangen deh sama Abang, Abang kemana aja hari ini?" Tanya Inaya dengan wajah senduh.
" Loh kan yaya yang ninggalin Abang di rumah, makanya Abang ikut keluar juga sama kak Abi" jawab Algero menjelaskan pada adiknya itu.
Inaya naik ke kasur Algero dan mulai bercerita tentang pengalamannya sepanjang hari tadi. Abangya itu mendengarkan curhatan Inaya dengan senang hati. Karena hal ini sudah menjadi kebiasaan mereka dari dulu.
" Abang, Abang tau gak tadi kan yaya ikut mama sama papa ketemu klien papa kan, terus klien papa juga ngajak anaknya,cowok. Kira-kira udah kelas 5 gitu bang. Oh iya nama papanya om Adi terus nama anaknya Nendra. Nendra baik banget sama Yaya, dia ngajakin Yaya main terus bantuin Yaya ambil bola Yaya yang kesangkut di pohon. Yaya ngeliat Nendra tuh kaya ngeliat abang. Terus ternyata dia satu sekolah sama Yaya juga loh. Dia baik deh bang" curhat Inaya pada abanya.
"Oh ya? Bagus dong kalo dia baik sama yaya, biar ada yang jagain Yaya di sekolah juga kalo Abang lagi gak sempet" jawab Algero sambil tersenyum dan mengelus puncak kepala adiknya itu.
" Nendra juga ganteng loh bang. Kalo Yaya pikir-pikir, nanti gedenya dia bakal sama kayak Abang deh. Dia itu cuma bercandanya sama Yaya doang, sama orang lain tadi dia jutek banget" sahut Yaya tersenyum malu.
"Itu tandanya Yaya spesial buat Nendra" jawab Algero singkat namun sangat membahagiakan bagi Inaya.
" Emang iya bang?" Tanya Inaya.
"Iyalah" jawab Algero. " Kok Abang tau? Abang juga pernah ya kayak gitu? Siapa cewenya bang?" Tanya Inaya penasaran.
Algero terdiam sambil menatap langit-langit kamarnya. Dia tersenyum lalu berbalik memandang wajah adiknya " nanti juga kamu tahu. Doain aja ya" balas Algero menyentil hidung adiknya dan dibalas anggukan oleh Inaya.
Inaya akhirnya tertidur di ranjang Algero setelah lama berbagi cerita. Algero menatap wajah adiknya dan mencium kedua pipi gembulnya.
Karena hari sudah menjelang malam, Algero pun bergegas mandi. Setelah mandi dia membangunkan adiknya untuk makan malam bersama.
Jam sudah menunjukkan pukul 08:45, namun Algero masih saja terbangun dengan perasaan yang tak karuan. Dia terus membolak-balikkan badan dan bantalnya untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman, namun usahanya sia-sia.
" Duh gue kok kepikiran cewek itu terus ya?" Tanya Algero pada dirinya sendiri. " Tolong dong Lo tinggalin otak gue bentar aja, malam ini doang. Gue mau tidur besok harus sekolah. Nanti kalo gue udah pulang sekolah, lo boleh deh mampir di pikiran gue lagi. Arrgghhh" Algero mengacak rambutnya. "Gue kok jadi gini ya semenjak kenal dia" kata Algero.
"Elea" Algero menyebutkan nama itu dengan senyum yang terlukis di wajahnya.
Algero kembali memejamkan matanya, lalu berhalusinasi agar bisa lebih mudah masuk dalam dunia mimpi. Entah apa yang Algero halusinasikan, tapi yang pasti sekarang dia sudah tertidur pulas.
***
Sementara di sisi lain, Elea sudah sejak tadi masuk dalam dunia mimpinya tanpa ada drama per-halusinasian. Setelah menyiapkan barang-barang sekolahnya tadi, Elea langsung makan dan tidur.
Tidak ada sedikitpun dalam benaknya untuk memikirkan hal yang terjadi padanya tadi siang.
Semua hanyalah angin lalu baginya. Mungkin lebih halusnya, hal apa pun yang terjadi tanpa sengaja hari ini hanyalah skenario yang mengisi waktu-waktu hidup Elea.
Pikiran Elea hanya terpusat pada hari pertamanya masuk SMA besok. Tentang bagaimana situasi sekolahnya itu, bagaimana pergaulan di sana, dengan siapa ia bertemu, dengan siapa ia berkenalan, dan dengan siapa ia berteman.
Malam ini Elea memilih tidur lebih cepat dikarenakan besok adalah hari Senin. Alasan lainnya ya karena besok Elea akan mulai masuk SMA. Elea ingin bangun lebih awal agar tidak terlambat ke sekolah. Elea tidak ingin terlambat, apalagi sampai di beri sanksi oleh kakak kelasnya nanti. Elea kan masih murid baru, harus bisa jaga image agar tidak memalukan dirinya sendiri di depan banyak orang.
( Jangan lupa mampir ke Ig kita gaess!!! @
wp.friendzone)
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone (On Going)
Roman pour AdolescentsJANGAN LUPA VOMEN-NYA KAKAK-KAKAK YANG BUDIMAN DAN RAJIN MENABUNG UNTUK MASA DEPAN😚 Note: Eleana Leodra atau yang lebih dikenal dengan nama Elea, adalah siswi kelas X IPA 3 di SMA Jaya Bangsa. Gadis manis dengan perawakan mungil itu memiliki kulit...
