//Mine : 15//

3.2K 366 45
                                    

Masashi Kishimoto
.
.
.

Hah?"

"Suara jantungku. Kau mendengarnya, bukan?"

Blush

Wajah Sakura memerah matang mendengar ucapan Sasuke. Apa-apaan pria itu?

Sejak kapan dia menjadi manis seperti itu?

Kemana perginya Sasuke yang dingin?

Tangan mungil Sakura terangkat memegang dada bidang Sasuke. Gadis musim semi itu mendorong dada Sasuke untuk menciptakan sebuah jarak diantara mereka.

Jantungnya tidak sanggup jika harus dalam jarak terlalu dekat seperti ini!

"S-sebenarnya, ada perlu apa Sasuke-s-kun kesini?" Sial, Sakura masih belum terbiasa dengan suffix—Kun di belakang nama Sasuke. Itu membuatnya malu sendiri ketika mengatakannya.

"Hn, apakah salah jika aku ingin mengetahui keadaan kekasihku sendiri?"

Blush

Shit!

Kekasih?

Oh my gosh?!

Sasuke benar-benar membuat jantungnya terus meloncat-loncat hingga rasanya akan copot dari rongga dadanya. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan mental Sakura yang memang pada dasarnya tidak siap menerima semua ini.

"A-aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir." Ucap Sakura.

"..."

Hening kembali melanda diantara mereka.

Sakura menunduk malu. Gadis itu tidak berani sama sekali untuk menengadahkan wajahnya keatas dan menatap Onyx pekat Sasuke secara langsung. Itu sangat berbahaya karena bisa merenggut kewarasannya secara menyeluruh.

Sasuke sendiri, untuk pertama kalinya dia benci keadaan hening dan tenang seperti ini. Dan sekarang, dia sedang memikirkan topik pembicaraan untuk memecah keheningan ini.

Perlu dicatat, Seorang Uchiha Sasuke, Price Charming dari Konoha High School, sedang kelabakan mencari topik pembicaraan dengan si gadis gulali yang Ceroboh—Haruno Sakura.

Sangat luar biasa!

Hal ini sangat patut untuk dicatat dalam sejarah.

Hingga akhirnya, sebuah topik pembicaraan yang sekiranya memecah keheningan diantara mereka sekaligus menuntaskan rasa penasaran Sasuke lewat di kepalanya.

"Sakura." Panggil Sasuke seperti biasa.

Sakura sedikit menolehkan kepalanya pada Sasuke. "Ya?"

"Apa kau yakin tidak kenapa-napa?"

"Hah?"

Sasuke membenarkan posisi duduknya. Akhirnya ia menemukan topik pembicaraan yang akan menghilangkan keheningan ini.

"Saat kau tenggelam, ada darah yang merembes dari rok mu. Jadi, aku meminta Shizune untuk memeriksakannya sekaligus menggantikan pakaianmu yang basah."

Blush

Selama beberapa detik, Sakura terdiam, terpaku, terperangah mendengar penuturan Sasuke.

Krik krik krik

Sebelah alis Sasuke ternagkat begitu keheningan kembali terjadi diantara mereka berdua. Memangnya ada yang salah dengan ucapannya? Diakan hanya menanyakan keadaan Sakura saja?

Sedangkan Sakura?

Sungguh, dia ingin mengubur dirinya saja hidup-hidup. Rasanya kini dia tidak punya muka lagi dihadapan Sasuke.

MINE [Sasusaku]✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang