Setelah berjalan lamanya menusuri lorong kelas yang amat panjang dan luas itu. Akhirnya cio tiba dikantin dan berniat untuk duduk ditempat biasanya mereka duduk.Tapi Tiba ada seorang gadis cantik yang sedang duduk ditempat duduk yang biasa diisi anggota AODRA tersebut.
Cio yang melihat itu tersenyum smirik saat melihat sosok siapa gadis tersebut.cio tersenyum bak pisikopat Kemudian cio menghampiri gadis tersebut dengan langkah kaki yang terdengar keras sehingga semua pasang mata tertuju padanya.Dengan wajah yang datar dan aura yang sangat menyeramkan.
saat sudah tiba tepat disamping gadis itu cio menepuk pelan pundak gadis tersebut.
Plak
Gadis yang berada disitu yang merasa ada yang memukul pelan pundaknya sontak berbalik badan dan mendapati cio yang sedang menatapnya datar.
Gadis itu memutar bola mata malas sekaligus jengah melihat muka cio yang baginya sok kegantengan itu.
"Lo lagi lo lagi gedek gue lihatnya"Ujar perempuan itu malas tanpa melihat kearah cio.
Cio yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya merasa aneh dengan gadis yang berada di hadapannya tersebut.
"ini tempat gue "Ujar cio dingin.
"Dih emang sangka lo ni meja punya nenek moyang lo?"Jawab gadis itu Kasar sambil meminum es tehnya.
"Pergi"Usir cio kepada gadis itu dengan nada dingin dan kedua tangannya di masukkan ke saku celana sekolahnya
sontak gadis itu berbalik badan dan menghadap sempurna kearah cio sembari menatap cio tajam
"Lo ngusir gue hm?Lo pikir lo siapa gue berani merintah gue hah?!!"Bentak gadis itu sembari tegak dari kursi nya dan menatap manik mata cio tajam
"Pergi atau gue seret" ancam cio dengan pandangan dingin.
"Cihhh"Desis gadis itu seperti ingin meludah dihadapan cio.
"Kalo gu--".Belom sempat gadis itu menyelesaikan perkataannya tiba-Tiba saja ada suara cempreng yang meneriaki namanya.
"ABELLLL!!"Teriakk Retha keras dan menggema di kantin tersebut.Ya gadis Itu adalah abel.
abel yang merasa terpanggil namanya pun menoleh dan menatap kedua temannya yang sedang menghampirinya.
Bughh
Retha memukul lengan abel sedikit keras sehingga membuat sang empu kesakitan.
"Sakit anj".Bentak abel kesal,Sedangkan retha hanya menyegir tanpa dosa.
"Lo ju-"Belom sempat retha melanjutkan perkataannya tiba-Tiba saja segerombolan teman-Teman cio datang sembari meneriaki nama cio.
"CIOOOO YOO!!"teriak kai keras sambil melambai lambaikan tangannya keudara. Cio yang merasa dipanggil namanya hanya acuh sembari melihat wajah abel yang terbentuk sempurna tanpa cacat sekalipun
"Cantik"Batin cio tanpa sadar memuji kecantikan abel.
rombongan keempat lelaki tersebut menghampiri Cio Dan Abel
"Widihhh pakk boss lagi ngapelin doi nya yee? "Goda kai sambil mencoel-coel lengan cio.
Cio yang mendengar itu hanya acuh ia menatap Lekat bentuk wajah abel yang menurutnya sempurna itu.Abel yang merasa ada yang menantapnya sontak berbalik menghadap cio.
"ngapain lo liatin gue sampe ke gitunya hah?."tanya abel keras sembari memicingkan matanya menatap cio heran.
Cio yang mendengar itu tersadar dari lamunanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABERCIO
Novela Juvenil[JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA SEBAGIAN CERITA AKAN DIACAK!! ] ••••••• Singkat cerita tentang lelaki tampan Bak patung yunani , wajah yang Sangat sempurna tanpa cacat sedikitpun itu menjadi rebutan banyaknya kaum...
