12. Wedding preparations

733 97 3
                                        

"mengukur baju bagaikan mengukur masa depan dengamu"
(Clarabell Cassia Bianchi)


Di pagi hari yang cerah ini yang sangat cepat berlalu bagi anak sekolah terdapat sosok keluarga yang sedang berkumpul sarapan pagi dimeja makan.

"Za, jangan lupa jemput calon mantu mamah"ujar alesha mengingatkan ezza

"hm"jawab cio singkat

"Jangan ham Hem ham Hem aja"

"Iya mamah"ujar cio lembut selembut kain sutra

"Nah gitu dong ,oh iya nanti abis pulang sekolah jangan ngeluyur kamu.cari cincin sama ukur baju untuk pernikahan kalian" beritahu alesha panjang lebar pada cio yang sedang makan itu.

"Iyaa"jawab cio sabar sesabar nabi Adam.

Setelah selesai makan cio beranjak ingin pergi ke sekolah .

"Mah, pah ezza pamit"ciò beranjak dari meja makannya untuk berpamitan dengan kedua orang tuanya.

"Jaga calon menantuku kalo sampe lecet sedikit saja, kepalamu yang jadi hidangan makan malam hari ini"ancam Adrian menatap dingin anaknya

Cio yang mendengar itu tersenyum penuh arti

"Tenang saja tuan calon menantumu akan baik-baik saja bersamaku"jawab cio tak kalah dingin dengan wajah yang datar.

Setelah bersaliman dan berpamitan akhirnya cio beranjak ingin pergi ke sekolah tapi sebelum kesekolah ia harus menjemput Abel terlebih dahulu.

Setibanya cio diparkiran rumahnya itu cio mengambil motor sport nya yang berwarna hitam tersebut lalu menacapkan gas nya untuk menjemput abel seperti yang diperintahkan mamahnya tadi.

Dalam hati kecil cio mengumpati Abel "dasar cewek aneh nyusahin"gerutu cio kesal sendiri.

Lalu dia mengendarai motornya dengan kecepatan sedang tidak ngebut dan tidak pula pelan,dia membelah kota yang sepertinya basah karna air hujan itu .

Tidak sampai beberapa menit akhirnya cio sudah sampai di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi keatas tersebut dengan seorng satpam yang menjaganya.

"Permisi tuan anda ingin menemui siapa?"tanya satpam tersebut dengan sopan

"Abel"jawab cio singkat

"Oh non Abel ada di dalam kalo begitu silakan masuk tuan"ujar satpam itu lagi dengan sedikit menunduk dan membuka gerbang agar cio bisa masuk.

Drumm..drumm...drum

Suara deruman motor tersebut terdengar sangat jelas dan kuat.shana yang mendengar nya berdecak kesal karna suara deruman motor yang keras itu Shana membukakan pintu rumah ketika Bell rumah di pencet seseorang.

Ting nong...Ting nong

Bel berbunyi dengar sangat kuat sehingga orang yang berada di meja makan tersebut berdecak kasar.

"Duh siapa sih pagi -pagi udah bertamu"gerutu Shana kesal sembari tegak untuk membukanya

"Buka coba mi Malaikat kali lagi bertamu"sahut Abel asal yang mendapatkan tatapan maut dari maminya

ABERCIOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang