"Apakah ini sifat aslinya? "
(Abercio achazia altezza pransisco)
Sepasang suami istri yang sedang menonton TV di sofa ruang keluarga itu dengan Abel yang sedari tadi merengek dan mengaduh kesakitan pada setiap inci anggota tubuhnya membuat cio resah dan khawatir sendiri karna sedari tadi Abel tidak mau makan dan tidak mau bicara.
Sudah 100 kali cio membujuk Abel agar dia mau makan tetapi hasilnya nihil Abel tetep kokoh pada pendiriannya.
" Abel? Makan ya?"panggil cio dengan nada pelan untuk menyuruh istri nya makan.
Abel menggelengkan kepalanya lemah dan matanya menatap lurus ke arah televisi.
Cio menghela napas kasar sebelum berbicara. "Sedikit aja, makan ya hm" bujuk cio lagi berusaha membujuk Abel.
" _ "
"Abel cantik nya cio, makan ya sedikit aja"
"_" tak ada jawaban dari Abel membuat cio was-was sendiri karna sekarang tubuh Abel yang semakin kurus seperti tak terurus.
"Huhh.. Yaudah deh Abel mau apa geh? Mau mall? Mau toko buku? Atau mau pergi jalan-jalan keliling dunia hm? " tawar cio yang menggiurkan berniat membujuk Abel agar mau makan.
Namun hasil nya nihil, Abel sama sekali tidak mau menjawabnya dan bahkan tidak berniat menjawabnya.
"_" Abel masih tak bergeming tak ada gerakan seperti patung .
Cio mengacak-acak rambut tebal nya prustasi sudah seribu macam cara agak istri nya ini mau makan tetapi semuanya sia-sia. Cio menghela napas kasar dan mulai mengotak-atik ponselnya untuk mencari nomor seseorang .
"Hallo, assalamu'alaikum mi" sapa cio
"Heyy, waalaikumsalam cio ada apa? " tanya mami Abel diseberang sana.
Cio menggaruk tengkunya yang tak gatal dia bingung harus menjelaskan bagaimana.
"Hemm.. Anu mi... Abel lagi sakit dan dia gak mau makan dan gak mau ngomong sama cio" papar cio yang merasa putus asa akan sikap Abel.
Seorang dari seberang sana terkekeh geli"Oalahh.. Abel kalo sakit sukanya yang aneh-aneh kasih aja dia ice cream pasti sembuh" jelas maminya Abel panjang lebar memberitahu cio mengeryitkan keningnya bingung ada-ada aja pikirnya.
"Ooh yaudah deh mi nanti cio beliin ice cream nya dulu biar Abel mau lagi ngomong sama cio" jawab cio
"Makasih ya mi" ujar cio sekali lagi
"Iya sayang, Sama-sama"
Kemudian cio mengakhiri sambungannya dan mengengam ponsel yang berlogo apple tersebut seperti sedang mengingat seseorang dan ketika teringat siapa orang itu dia mulai membuka room chat nya yang berlogo whatsapp untuk mengirim pesan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABERCIO
Jugendliteratur[JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA SEBAGIAN CERITA AKAN DIACAK!! ] ••••••• Singkat cerita tentang lelaki tampan Bak patung yunani , wajah yang Sangat sempurna tanpa cacat sedikitpun itu menjadi rebutan banyaknya kaum...
