Six

70 10 0
                                        

Dua gadis itu telah sampai di sebuah restoran yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor Jisoo, yaitu di daerah Yongsan.

Resto bertuliskan Privilege itu memiliki tempat yang cukup luas dan juga nyaman. Di setiap sudut ruangannya penuh dengan cahaya lampu dan pernak-pernik mewah. Selain itu, resto tersebut juga menyediakan rooftop bar yang pemandangannya langsung menghadap ke kota. Melihat bagaimana cahaya jingga menyelimuti langit hingga akhirnya berubah menjadi gelap, ditambah kerlap-kerlip lampu dari gedung-gedung yang ada disekitarnya. Akan terlihat menakjubkan bagi siapapun yang melihatnya.

 Akan terlihat menakjubkan bagi siapapun yang melihatnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tapi, itu tidak berlaku bagi Jisoo. Suasana tersebut tidak dapat memperbaiki mood Jisoo saat ini. Ia sama sekali tidak tertarik dan ia hanya ingin cepat-cepat pulang dan merebahkan tubuhnya di kamar.

"Kau pernah ke sini, Sooya?"tanya Jennie ketika mereka sedang berjalan menaiki tangga menuju rooftop bar.

"Tidak..."

"Bukankah tempatnya sangat bagus? Aku baru tahu ada resto sebagus ini di Yongsanㅡmaksudku suasananya cukup berbeda."

"Entahlah, kupikir akan lebih baik jika rasanya (makanan) juga enak,"balas Jisoo acuh tak acuh.

Jennie hanya mengangkat alis. Well, setiap orang pasti memiliki pandangan yang berbeda, termasuk mereka berdua.

Sesampainya di rooftop, Jennie melihat ke sekelilingnyaㅡmencari keberadaan kekasihnya dan juga Suho yang sudah menunggu dari 10 menit yang lalu.

Dari kejauhan, seorang pria tengah melambaikan tangan ke arah Jennie, seakan memberitahu gadis itu untuk segera menghampiri mejanya.

"Oppa... maaf, agak telat. Kau pasti sudah menunggu lama,"sapa Jennie saat mereka sudah berada di meja yang ditempati Kai dan Suho. Sedangkan Jisoo, ia hanya berdiri di belakang Jennie.

"Tidak apa-apa, duduklah..." balas Kai tersenyum manis. Keduanya pun duduk dengan posisi saling berhadapan. Jennie dengan Kai dan Jisoo berhadapan dengan Suho.

Jisoo menatap pria di depannya, yang kalau boleh jujur, sebenarnya sangat ia rindukan. Bukankah sudah lama mereka tidak bertemu? Haruskah Jisoo menyapanya sekarang? Tapi di sisi lain, ia juga sangat membenci pria itu karena telah meninggalkannya,ㅡmeski bisa dibilang, Jisoo juga sedikit bersalah atas hubungannya.

Suho tersenyum ke arah Jisoo. Pria itu terlihat rapih mengenakan setelan jas berwarna cokelat dengan pola bergaris. Rambutnya kini dibelah tengah dan dibuat agak sedikit berantakan, yang menambah level ketampanannya.

 Rambutnya kini dibelah tengah dan dibuat agak sedikit berantakan, yang menambah level ketampanannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LabirinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang