Mehrunisa Embun sekali lagi menarik napas mencoba menenangkan gemuruh di dalam dadanya, dia bukan sedang berdebar karena kasmaran atau semacamnya, namun sedang mempersiapkan mental ditertawakan oleh teman-teman satu sekolahnya.
"Sa lo serius?" Halim menunjukkan ekspresi penuh keraguan sambil menatap ke arah sahabatnya yang kini berpenampilan sangat aneh.
"SERIUS! Gue harus makesure kali ini nggak boleh kalah!" kata Sasa penuh semangat perjuangan.
Sudah lebih dari satu minggu Sasa mencari berbagai macam cara untuk membuat Saga ilfeel, atau jengah padanya, harapannya tentu saja agar agar laki-laki itu akan memutuskannya. Namun nyatanya semua usaha yang dia lakukan sia-sia. Saga masih tetap pada pendiriannya, mempertahankan hubungan mereka dengan mutlak.
Akan tetapi, berhubung tekad Sasa sudah bulat, tentu saja dia tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tetap memikirkan cara lain untuk mengakhiri hubungan ini 'dengan baik-baik'. Salah satu caranya adalah seperti yang dia lakukan saat ini.
"SEMANGAT!!" Raya menepuk-nepuk pundak Sasa sebelum akhirnya Sasa keluar dari lorong kamar mandi dan dengan langkah penuh keyakinan menuju kelas Saga.
Sasa menyusuri selasar kelas 3, dan dengan sekuat hati dia mencoba untuk mengabaikan orang-orang yang menertawakan dirinya, bagaimanapun dia sadar bahwa penampilannya saat ini, memang sangat layak untuk ditertawakan. Hingga sampai di depan ruang kelas Saga, Sasa menarik napas sebentar-sekali lagi mencari kekuatannya.
"Kak Saga" panggil Sasa dengan suara yang dibuat-buat lembut dan senyum sok cantik. Seketika itu semua orang yang ada di kelas langsung menatap dan menertawakannya. Sedangkan Saga yang duduk sendirian di pojok kelas dengan cepat menurunkan buku yang tadi sedang dia baca.
Dengan mata memicing dia menatap Sasa yang akhir-akhir ini berani berjalan menghampirinya. Jelas Saga paham ada yang aneh dari penampilan pacarnya, namun sungguh dia tidak terkejut, selama satu minggu ini Mehrunisa Embun terlalu banyak memberinya kejutan dan jebakan.
Mulai dari makan dengan cara super aneh, lalu menyuruhnya menunggu selama lebih dari 3 jam saat mereka janjian untuk pergi nonton-dan akhirnya gagal, dan masih banyak lagi lainnya.
Sekarang apa lagi?
Saga berdiri dari duduknya, lalu melangkah keluar dari meja. Kini dia berdiri berhadapan dengan Mehrunisa. "Wooww. Embun, penampilan baru?"
Sasa masih terlihat mempertahankan senyumnya dan mengangguk dengan polos. "Mmmm, mulai hari ini aku bakal dandan kayak gini"
Satu alis Saga menukik, "yakin?"
Anggukan kepala yang dilakukan oleh Sasa terlihat sangat penuh semangat. Saga maju satu langkah untuk memangkas jarak diantara mereka. "Rambut di kepang, kaca mata super gede, alis super hitam, lipstik super merah" Saga menyebutkan satu per satu perubahan yang dilakukan oleh Mehrunisa.
Kemudian Saga kembali mundur satu langkah, tangannya bersedekap dan menatap Mehrunisa Embun dengan sangat lekat. Sasa yang mendapat tatapan seperti itu, tentu jadi salah tingkah.
"Kak Saga ngapain sih? Nggak akan ke kantin?"
Saga menggeleng, namun matanya masih terus lekat menatap Mehrunisa Embun. "Embun, lo tahu apa yang sedang gue pikirin saat ini?"
Kini giliran Sasa yang menggeleng, "enggak"
Suasana kelas Saga sedari tadi cukup ramai, banyak orang yang dengan sengaja tidak meninggalkan kelas saat tahu Sasa tiba-tiba datang dengan penampilan super aneh. Belum lagi beberapa siswa dari kelas sebelah juga sengaja melihat dari luar karena merasa sangat penasaran-akan ada pertunjukan apa lagi hari ini? Dan salah satu diantara siswa yang sedang berkerumun di luar tersebut adalah Biru yang juga ikut penasaran.
"Gue heran aja, kenapa didandanin kaya apa aja kok lo tetap kelihatan cantik ya?"
"HA???" lagi-lagi Mehrunisa dibuat terperangah dengan respon Saga.
"Kayaknya gue memang laki-laki paling beruntung di dunia deh. Masa gue yang kaya gini bisa dapat pacar spek bidadarai macam elo sih Mbun" Saga mengucapkan sederet kalimat tersebut dengan tatapan yang dia buat seolah memuja. Tidak lupa dia juga mengakhiri kalimatnya dengan senyum manis yang membuat Sasa kian kesal.
GILA! Mata Saga pasti bermasalah!
Saga maju satu langkah, lalu dengan pelan menarik kaca mata yang dipakai Mehrunisa, "tapi mata lo terlalu cantik kalau harus dihalangi bingkai kaca mata ini"
Jantung Sasa tiba-tiba berdebar, dan entah mengapa dia merasa debaran kali ini sangat berbeda dari biasanya. Entah karena nada bicara Saga yang terlalu lembut, atau entah karena jarak diantara mereka benar-benar hampir terkikis habis.
"Rambut lo juga terlalu indah untuk diikat kaya gini" tangan Sagara Geni dengan pelan menarik ikat rambut Sasa, membuat rambut cantik Sasa kini tergerai dengan indah.
Beberapa siswi yang menyaksikan kejadian barusan tidak kuasa untuk menahan diri tidak menjerit karena merasa Saga terlihat sangat mempesona saat melakukan hal tersebut. Bukan kah ini adalah adegan yang biasanya dilakukan pemeran utama laki-laki dalam sebuah drama?
Saking berdebar dan gugupnya, kini Sasa sampai menahan napas, bahkan telinganya seolah tuli dari semua jeritan dan bisik-bisi pergosipan. Entah mengapa, kini Sasa merasa di ruangan ini hanya ada dirinya dan Saga seorang.
Saking dekat jarak diantara mereka, Sasa kini bisa mencium aroma maskulin khas dari tubuh seorang Sagara Geni, wangi yang Sasa tidak pernah duga suatu saat akan sangat ia rindukan, dan sangat menyiksanya dalam malam-malam yang panjang, dan hari-hari yang tidak bisa dia sebut pendek.
"Lipstik ini bagus, tapi tentu nggak sebagus warna bibir kamu. Sepertinya lipstik warna merah bukan diciptakan buat kamu Mbun" dengan penuh kelembutan ibu jari Saga menyeka lipstik yang ada di bibir bawah Sasa, membuat si empu bibir kini benar-benar tercekat. Sasa yakin kini Dadanya sungguh hampir meledak karena sengatan listrik dari ujung ibu jari Saga yang menempel di bibirnya.
Gagal total! Misi putus cinta yang direncanakan oleh Sasa sungguh sama sekali tidak berjalan sesuai rencana.
"BTW, apapun yang lo lakukan, selamanya kita nggak mungkin putus Embun"
Mata Sasa seketika membelalak saat mendengar Saga membisikan kalimat barusan. Kini bahkan laki-laki itu sedang menyunggingkan smirk milik malaikat maut! Sial, ternyata selama ini Saga sudah menyadari rencananya, dan justru mempermainkan dirinya!
Sasa merutuki semua kebodohannya dan mencaci maki Saga dalam hati.
-BERSAMBUNG-
Double update karena hari Sabtu kemarin aku tidak up hehe
Pencet bintang dan ramaikan kolom komentar yaaaaa.
Thanksluv
Nona ❤

KAMU SEDANG MEMBACA
Wrong Confession
Novela JuvenilSasa sangat menyukai Banyu Biru-kakak kelasnya yang memiliki julukan sebagai Prince Charming SMA Tutwuri. Biru memiliki semua kelebihan yang seharusnya dimiliki oleh laki-laki yang layak disebut idola, dia sangat jenius, tampan, berhati lembut, dan...