7

2.1K 179 14
                                        

SEMUA YANG ADA DALAM BUKU INI ADALAH FIKSI/TIDAK ASLI. HANYALAH KHAYALAN/IMAJINASI SAYA SANG AUTHOR JADI JANGAN DI ANGGAP BENAR DAN JANGAN TERSINGGUNG.

.

.


.


"Ok, sekarang...Siapa yang mau menjelaskan ini semua."

Hening.

Sangat hening. Ruang kepsek itu hanya diisi keheningan yang amat tidak nyaman sama sekali untuk ketiga siswa yang seperti sedang di interogasi sekarang oleh UN kepala sekolah mereka.

"Salah Monaco Pak!" Ucap Poland&Indo berduaan "KALIAN TEGA YA AKU KAN CUMAN IKUTIN RENCANA!!"

"Haish, iy iy...Mereka berdua cuman ikutin rencana indo kok Pak UN" Indo berkata sambil menampilkan senyuman kecil kepada kepsek nya ini yang masih tidak terlalu percaya "Kata Monaco benar, aku membuat rencana kalau kita ketawan sama Pak NATO tadi nya cuman ledakan kecil tapi Pak NATO menggunakan sihirnya di detik-detik akhir makanya ledakannya agak gede" Indo pun menjelaskan sesingkat dan jelas mungkin

"Ohhh~ ternyata NATO ya~.......Tapi kalian tadi juga ada inisiatif untuk membuat ledakan."

"Eh tapi kecil doang lho Pak UN! Kalo gk percaya- Monaco buat lagi bom mu sebanyak tadi--"

"OK OK SAYA PERCAY KOK!!- GAK USAH DIBUAT!!"

"Heheheh"

"Ya sudah lah tapi jika insiden seperti ini terjadi lagi kalian akan dihukum"

"Yeyy!" Monaco&Indo bersenang senang berdua sedangkan Poland menatap mereka datar "Tapi. Kalian tolong berikan ini ke Bu WHO, Pak WTO, dan Pak Asean."

".....Gak Sudi saya jadi babu Pak UN"

"Ngomong apa tadi kau Monaco"

"Enggak Pak.."

Ya dan akhirnya Monaco harus memberikan beberapa barang ke Pak WTO, Poland harus mencari Bu WHO dan memberikan juga barang yg dikatakan UN, dan Indonesia....Harus ke Asean.

"Monaco! Gila tadi kenapa di hutan!" Salah satu siswa kelas WTO berbicara "hm?-" "Siapa ya yang bilang kau boleh berbicara hah, saya dah bilang kan kerjakan tu tugas dulu baru boleh lakuin yg lain. Dan kau, belikan saya kopi"

"GURU GK ADA AKHLAK EMANG!!"

"Hadeh dimana sih Bu WHO dari tadi gk ketemu..ribet banget deh" Batin Poland yang dari tadi sedang mencari cari WHO "Dah lah taro di mejanya dia aja di ruang guru, cape keliling Mulu mending bantuin Indo.." Dalam beberapa kata terakhir nya itu dia berbisik biar tak kedengaran orang yang mungkin sekitar.

"PAK UN SENGAJA BANGET NI SURUH AKU KE PAPA!!" Ya sekarang tokoh utama kita sedang panik didepan kelas yang Papa nya ngajar

Tok

Tok

Tok

"Masuk" Pintu kelas pun terbuka memperlihatkan country bersurai merah putih yang sedang memalu malu masuk ke kelas itu dan memegang beberapa barang atau bisa dibilang beberapa tumpukan kertas berat "Papa, dari Pak UN" Kata Indonesia yang langsung ke Asean "Oh ya aku lupa ambil tadi dari dia, Makasih Indo. Jangan lupa kau tetap harus menjelaskan ke papa dirumah ntar." Kalimat itu dibisik ke indo yang tadinya dah keringat dingin malah jadi pucat "Ya papa...." "Mati lah aku gak boleh makan Indomie nanti ini pasti!!!" Batin indo sebelum keluar dari kelas Asean mengacak acak rambutnya indo sedikit

[Sihir Para Countryhumans] | CH | Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang