15

1.6K 132 52
                                        

SEMUA YANG ADA DALAM BUKU INI ADALAH FIKSI/TIDAK ASLI. HANYALAH KHAYALAN/IMAJINASI SAYA SANG AUTHOR JADI JANGAN DI ANGGAP BENAR DAN JANGAN TERSINGGUNG.

.

.


.

"TIIDAAAAAKKKKKKKKKK!!!!!" Teriakan murid satu sekolah terdengar sangking gedenya nyaring sampe beberapa meter di luar sekolah karena sebelumnya mereka mendengar perkataan perkataan kepala sekolah mereka alias UN yang mengatakan/mengingatkan

"Pagi murid murid, saya hanya ingin mengingatkan kalian kembali tentang apa yang akan terjadi beberapa hari lagi"

Seperti kesambet petir semua murid disana karena mereka sangat tau apa yang akan terjadi "GAK MAUUU!!!" Chile teriak memegang kepalanya dengan kedua tangan "Mati lah kita semua..." Ucap Afrika "Dah lah mending bundir" Tambah Belarus yang sudah pasrah di lantai kelas sedangkan phil dan Belgium nyawanya sudah melayang saja

Mau tau kenapa??! Karena dalam beberapa hari ujian DAN ujian sihir sebenarnya sih ujian sihir ini seperti UAS/Ujian Akhir Semester nah tapi yang bikin merinding untuk anak kelas 1 adalah kakak kakak kelas nya mereka yang sangat rusuh, tidak ramah, kasar, egois, dan melakukan apapun untuk menang. Karena peraturan nya hanyalah satu "TIDAK BOLEH MEMBUNUH" Ya itu saja! Jadi jika melukai sampai berdarah, curang, bertim dengan orang/kelompok lain, mematahkan tulang, menyakiti sampai masuk UGD, nge racunin, dll itu gapapa hanya tidak boleh saling membunuh.

Maka dari itu banyak juga beberapa kakak kelas yang merinding karena tidak bisa percaya siapa pun, karena juga mereka pernah dihabisi tanpa adanya kasihan/belas kasih sampai ada yang di rumah sakit untuk berminggu-minggu "KALO GINI MAH MENDING UJIAN TULIS AJA!" Malay berteriak sambil melempar bukunya yang tak bersalah "Mati lah kita mati lah kita" New Zealand yang berada di ujung kelas dengan kaki dilipat kedepan dada hanya bisa maju mundur sambil mengatakan itu "Berharap tidak melawan anak kelas 2 & 3" Ucapan Palestine disetujui satu kelas sedangkan terhadap satu siswa yang hanya diam dari tadi dan memerhatikan mereka semua, Yap sang main karakter kita Indonesia! Dia kan tidak mempunyai sihir apa pun walaupun dia memang hebat di pertarungan jarak jauh ataupun jarak dekat sudah pasti kalah telak jika berhadapan dengan murid yang memang kuat

Speaker sekolah lalu berbunyi "Untuk Indonesia tolong segera kemari ke ruang kepala sekolah" Ucap UN lagi sebelum speaker mati, walaupun kelasnya masih sibuk dengan teriakan mereka masih ada beberapa temannya yang menatap ke arah nya, indo menghela nafas kecil sebelum keluar kelas dan menuju kepsek. Selama berjalan dia bisa mendengar teriakan dari kelas lain juga yang histeris tapi dirinya terlihat sedikit lemas

Tok

Tok

Tok


"Ya masuk."

"Permisi Pak?-...." Indo membuka pintu untuk melihat UN dengan ASEAN yang tadi seperti berbincang sesuatu "Kenapa Pak UN panggil saya? Terus kenapa Papa disini?" Indo langsung menanya "Itu nanti saja ya-, yang ingin ku katakan adalah untuk ujian sihirnya kau akan ikut berserta" Terlihat mata indo terbelalak, mulutnya terbuka mangap, badannya sedikit mundur kebelakang sebelum kaku "Ta-tapi Pak saya kan tidak punya sihir! Lagipula kan itu ujian sihi-"

"Saya tau kok. Tapi Indo kau bisa saja melawan dan mengalahkan beberapa jika tidak banyak murid walaupun tidak memiliki sihir" UN menjawab dengan senyuman tipis tapi muka indo tidak dia masih bisa dibilang takut, dia mulai menggigit bibir bawahnya dan mengepalkan tangannya "Papa mu juga setuju kok" Secara refleks indo menatap kepada ASEAN yang hanya mengangguk kecil dan menghadap ke arah lain dari arah anaknya "Tenang saja, kau kan hebat bertarung dengan maupun tidak dengan senjata jadi kau akan tidak apa-apa" Tambah UN mencoba untuk memastikan Indonesia pada akhirnya indo mengangguk dan menyetujui walaupun dia sama sekali tidak ingin ikut.

[Sihir Para Countryhumans] | CH | Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang