40

813 50 12
                                        

SEMUA YANG ADA DALAM BUKU INI ADALAH FIKSI/TIDAK ASLI. HANYALAH KHAYALAN/IMAJINASI SAYA SANG AUTHOR JADI JANGAN DI ANGGAP BENAR DAN JANGAN TERSINGGUNG.


.



.



.



Mereka semua sudah terjebak di labirin itu selama 5 jam, kebanyakan dari mereka sudah lelah dan mulai pusing, karna selama apa pun mereka jalan, seakan-akan tidak ada  ujungnya. Beberapa diantara mereka juga mulai merasa kesal karena belom pernah selama ini tanpa sihir, alhasil mereka merasa tidak berdaya, hanya bisa mengikuti jalur Dan berharap itu jalur keluarnya.

"aaaaa!! Aku ga tahan!" Teriak Malaysia, Ia dari awal sudah kesal dengan Timor yang menculik kakaknya dan sekarang ia makin kesal karna lelah dan lapar "kau teriak pun tidak akan membantu" balas Singapore, walaupun begitu expresi dan penampilannya mulai sedikit acak-acakan, ia pun juga sudah lelah, seorang singapore yang kalem mulai berpikiran untuk mencari cara membuat bom dan meledakan labirin sial ini.


"Harus berapa lama lagi kita berjalan..kaki ku sudah tidak terasa" nekomi mengatakan sesambil menahan tangan Belgium sebagai semacam pegangan "tolong lah, tarik Poland atau New Zealand saja. Ini sudah cukup panas.." Belgium tidak ada energi lagi untuk teriak, rasanya ia bisa pingsan sekarang juga.


"Tidak kah lebih baik kita istirahat sementara? Kita berjalan sudah berjam-jam pula" Tanya WTO, secara jujur dia juga mulai lelah tetapi memang tidak selemas murid-muridnya dibelakang "Tidak ada gunanya. Apa pun yang kau katakan tidak akan didengar oleh dia" EU langsung menjawabnya, menunjuk dengan matanya kearah ASEAN yang berjalan dipaling depan, ia belum mengatakan sepatah kata pun lagi, WTO hanya bisa menghembus nafas dengan kasar karna dia pun tau seberapa benarnya kata-kata EU.


"Padahal ada Netherland~ kenapa harus aku ya? Jawablah aku, teman terbaikku France~"

"Karena aku memintanya kepada kau, Portugal~",


"Oh ya?? Memangnya apa yang membedakan aku dengan Netherlands, France?~"


"Beda?~ tentu saja tidak ada. Kalian berdua lelaki bodoh. Hanya saja kau sedikit lebih gampang untuk aku tampar~"


"Wahh, aku baru tauu~"

"Iyaa~ pasti baru tau~ kau kan memang lelaki bodoh."

Netherlands entah harus berpikir bagaimana, kedua "teman" nya sudah makin gila, dan nama baik dia dibawa-bawa mulu.

"Ini labirin atau cuman lingkaran besar sih?! Kita sudah jalan berapa lama ini" Phillipine mulai kesal juga akhirnya, rasanya ia ingin menggigit sesuatu, sesuatu ia mengatakan itu sebuah bunyi terdengar.

"Suara apa itu?" Australia menengok ke segala arah tetapi tidak menemukan sumber suaranya


"Ahh, sungguh tragedi. Apakah sesusah itu untuk keluar dari labirin ini? Atau memang kalian selemah itu? Jika kekuatan kalian tidak bisa digunakan, kalian sama bergunanya dengan dispenser tanpa galonnya."



Tiba-tiba suara anehnya berhenti, lalu suara seseorang yang asing terdengar "kau siapa?!" EU berkata, dengan kebingungan dari mana sumber suaranya itu.

[Sihir Para Countryhumans] | CH | Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang