17

1.4K 132 37
                                        

SEMUA YANG ADA DALAM BUKU INI ADALAH FIKSI/TIDAK ASLI. HANYALAH KHAYALAN/IMAJINASI SAYA SANG AUTHOR JADI JANGAN DI ANGGAP BENAR DAN JANGAN TERSINGGUNG.

.

.


.

"Baik anak-anak, hari pertama Ujian akan dimulai. Silahkan kerjakan, waktu hanya 1 jam 30 menit jika ada yang mencoba menyontek atau menggunakan sihir akan langsung tanpa pengecualian di keluarkan dan mendapat nilai 0 di pelajaran itu. Setelah silah bisa langsung balik  kertasnya dan letakkan dimeja guru dan keluar kelas tapi jangan membuat kebising. Ok itu saja silahkan mulai"

Banyak sekali murid yang sebelum mulai sudah berkeringat dingin ada juga yang sedikit tenang, sebuah penghalang sihir sudah diletakkan di seluruh sekolah dan juga tidak ada yang bisa masuk maupun keluar dari sekolah itu sekarang.

"Ternyata..ujian ini tidak separah yang ku kira..tapi tetap tidak gampang." Batin country bersurai merah putih yaitu Indonesia, tokoh utama cerita. Dia terlihat paling tenang dikelas ya walaupun susah dia tetap bisa mengerjakan nya dengan tenang

"...Huahhhh!!! Aku tadi masih ada 6 nomor yang gak bisa keisi!!!"

"Tadi susah banget!! Aku pasti jelek nih nilainya!"

"...mati lah aku tadi masih banyak yang belom ku isi"

"Aku dah ngasal terus masih ada lagi yang belom ku jawab! Aduhh"

"Memang nasib ku kali ya..."

Terdengar satu komplen dari yang satu kebanyakan seperti mayat saja, mereka juga gak nafsu makan karena masih ada lagi ujiannya. Bell kematian berbunyii- menandakan waktu istirahat selesai kebanyakan siswa sudah lelah dan lesu tapi masih ada aja yang berteriak histeris, mari kita lihat keadaan kelas indo!

.......

Mereka semua menaruh kepala mereka diatas meja, tak ada yang berbicara hanya ada suara langkah kaki yang berjalan semakin dekat ke kelas mereka, pintu terbuka memperlihatkan NATO, hari pertama udah dapet guru killer aja..

Aman untuk dikatakan bahwa energi seluruh murid menghilangkan bagaikan udara saat ujian selesai dan Ujian Sihir dimulai

"Kami-sama, bunuh saya~.." Ucap Nekomi yang sudah bersujud ke entah siapa "Poland pinjem pisau kau yang paling tajam" Chile dan Afrika berkata, Poland mah iya-in aja terus kasih "Hahhahahah mari bundir!" Malay sudah gila berteriak itu didekat jendela kelas yang terbuka

Mereka terpaksa masuk kesekolah, bahkan tadi Brunei juga ikut ikut saudara jahanamnya untuk tidak mau sekolah tapi ASEAN menarik mereka untuk masuk. Indonesia gimana? Sang tokoh utama kita sudah tidak bisa berkata dia menatap mejanya saja dengan kosong tidak memperdulikan teman sekelasnya yang sudah duluan gila "Huahhh aku mau nya setim dengan kaliannn!!" Rengek New Zealand yang sudah tak sanggup jika setim dengan kakak jahanamnya

<Disisi lain>

"Aaahhhh!! Aku maunya setim sama indoo!!" Rengek Amerika kepada Canada yang sudah terlalu cape meladeni saudaranya ini sebelum Amerika bisa mengatakan sesuatu lagi ia bersin sampai jidatnya mengenai meja nya 

<Balik ke kelas 1B>

"Berharap gak sama kak germany dehh dia agak serem" Ucap Chile yang merenggangka kedua tangannya "Ya tapi kan yang kelas 2 banyak yang menyeramkan" Lanjut Palestine yang tadi tidak sengaja melihat beberapa murid kelas 2

[Sihir Para Countryhumans] | CH | Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang