38

795 56 8
                                        

SEMUA YANG ADA DALAM BUKU INI ADALAH FIKSI/TIDAK ASLI. HANYALAH KHAYALAN/IMAJINASI SAYA SANG AUTHOR JADI JANGAN DI ANGGAP BENAR DAN JANGAN TERSINGGUNG.




.




.




.





"EU!" Teriak WTO yang diikuti dengan NATO dan klonenya sendiri yang lalu menyatu kembali ke NATO "Apa yang terjadi tadi" EU menatap ke NATO yang menanya "Ada seseorang brengsek yang sedang bermain-main dengan kita sekarang." Jawabnya sesambil menyisir rambutny kebelakang dengan tangan kirinya "Ini tidak selesai-selesai, kita langsung hadapi saja si bajingan"

"Kita masih harus memikirkan murid-murid juga, kalau mereka terluka bagaimana"

"Mereka bukan bocah kecil yang tidak bisa melakukan apa pun"

"Tapi mereka-"




DORR




"Sepertinya mereka sengaja"

"...baiklah, ayo cepat kita lihat apa yang terjadi"




































Indo's POV

"..cape" aku menghembuskan nafas singkat, daritadi sudah mendengar satu ledakan ke ledakan lainnya "Ini konyol banget." aku mengomong kedirinya sendiri, habisnya juga mau kesiapa lagi. Sesambil berdiri dari kasur, ku memutar keliling kamar ini untuk mencari barang-barang yang bisa sedikit berguna, akhirnya ku melihat hanger di lemari tetapi itu sudah tersangkut ketempat.


Akhirnya aku mencoba menarik-narik sekuat nya, tapi karena gagal aku mencoba menggunakan barang lain yang bisa digunakan, aku akhirnya mencoba menggunakan kuku ku saja untuk memutar paku yang di hangernya, memang bodoh sih karena kuku ku akhirnya patah setengah tapi aku tetap tidak putus asa, aku lalu menoleh ke arah laci dan melihat ada satu boneka kecil di atas laci itu, ada kawat didalam boneka itu.


Tanpa berpikir panjang, aku langsung merobek boneka pajangan kecil itu dan berhasil mengambil kawatnya, lalu dengan cepat mencoba membuka pintu dengan kawat itu, walaupun kecil aku tetap mencoba sampai akhirnya terbuka, tetapi sebelum keluar, aku mengangkat bangku di dalam kamar, lalu dengan cepat membuka pintunya, mempersiapkan diri untuk melempar kursi jika ada penjaga didepan kamarnya.

Dan benar saja ada dua penjaga di kiri dan kanan pintunya, aku langsung melempar kursi ke penjaga di kiri lalu menendang penjaga di kanan, tiba-tiba aku mendengar suara kunci di penjaga yang kanan. Dengan cepat ku mengambil kuncinya dan mendorong penjaga itu kedalam kamar, aku juga mendorong penjaga yang sudah terlempar oleh kursi kedalam kamarnya lalu menguncinya "Silahkan dicoba terkurung dikamar selama." Ku berbisik dengan pelan sebelum mengumpetkan kunci itu di belakang lukisan yang berada di dekat pintu kamarnya.

"Aneh, kenapa sunyi sekali.." ku berpikir kediri sendiri, sedikit kaget saat melihat lorong didepan kamarnya kosong seakan tidak ada penghuni.

"Apa mungkin perangkap." Setelah pikiran itu lewat, aku berhenti and terdiam ditempat. Aku tidak kenal tempat ini, lalu jika berpapasan dengan Timor atau orang-orang gila lainnya akan susah, tapi ledakan tadi..mungkinkah..? Mungkinkah mereka dekat sini?

[Sihir Para Countryhumans] | CH | Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang