34

788 74 14
                                        

SEMUA YANG ADA DALAM BUKU INI ADALAH FIKSI/TIDAK ASLI. HANYALAH KHAYALAN/IMAJINASI SAYA SANG AUTHOR JADI JANGAN DI ANGGAP BENAR DAN JANGAN TERSINGGUNG.

.

.

.

"......" Pada akhirnya Neth di hajar dan di tinggal di dekat jalur terowongan tadi dengan sebuah tali yang dibuat dari sihir.


"Beri tau kami sekarang. Dimana Indo" Tanya Germany yang mengeluarkan sihir nya dan mengancam keempat 'tahanan' mereka dibelakang nya juga ada Japan yang sedang memegang pedang yang terbuat dari sihirnya di tangan kiri nya dan Amerika yang walaupun sedang memakai kacamata hitam tetap bisa terasa pelototan nya kepada mereka berempat yang begitu sedih nasibnya.


"Kenapa kalian ingin mencari Tuan Indonesia..." tanya salah satu dari empat tahanan yang bisa dikatakan lebih tenang dari teman-temannya yang lain tetapi kakinya bergemetar begitu hebat saat menanyakan hal itu.

Mereka semua pun sedikit bingung dan bengong sebelum akhirnya Malaysia dan Phillipine menjawab dengan lantangnya "Karena dia kakak ku lah!!" Kedua country pun saling menatap sesama "Heh dia kan juga kakak ku!" Ucap mereka bersamaan lagi "Sudah lah." Singapore pun datang dan meleraikan kedua saudaranya "Tuan Indonesia hanya memiliki 1 adik.." Gumam orang yang bertanya tadi sambil menunduk perkataan tapi tetap terdengar oleh Germany yang dekat dengannya "Maksud kau Timor?" Germany menatap nya dengan tatapan datar saat dijawab dengan anggukan. Germany berdiri dan menghembus kan nafas kecil "Baiklah ayo kita masuk ke dalam kerajaan itu dan mencari Indonesia"

"Bagaimana kau tau kalau Indonesia ada disana?" Tanya Canada "Kalau dia tidak disana kenapa ada kerajaan sebesar itu? Lagi pula mereka memanggil Indo dengan 'tuan' bukan kah masuk akal kalau 'Tuan' mereka itu berada di kerajaan nya?" Mendengar perkataan Germany keempat orang tahanan tadi sontak kaget "Lalu mereka?" Tanya SK yang menunjuk ke tahanan mereka dari belakang nya "Hmm biarkan saja disitu.." Jawab Germany dengan senyuman lebar yang sampai membuat hampir mereka semua bergidik ngeri.

Pergi lah mereka meninggalkan keempat tahanan mereka yang masih terikat "KITA DITINGGALKAN DISINI SAJA???!!" Batin keempat-empat tahanan.

"Apa gapapa kita tinggalkan mereka begitu saja?" Spain bertanya lagi sedikit merasa kasian melihat ekspresi keempat orang yang terlihat semakin jauh "Biarkan lah! Kalau tidak kita tadi kan ingin diserang!" France balas "Kau itu sadis tentu saja berpikir seperti itu kalau pun mereka tidak ingin menyerang kita kau tetap akan berpikir seperti itu" menyesal pun Spain mengatakan itu karena langsung mendapat tabokan dari France sedangkan Portugal dan Italy hanya menertawakan temannya mereka.




"Kalau tidak ada Indo-kun rasanya sangat sepi" Nekomi berkata diikuti dengan hembusan nafasnya Belarus yang berada di sebelah kirinya pun juga sedikit mengangguk "Aku kangen dipeluk Indo-kun" Nekomi lanjutkan perkataan nya "Hah sejak kapan memang kau pernah di peluk Indo..?" Tanya Belarus yang seakan tidak percayai perkataan nya "Ya iya lah pernah! Seringgg sekali!" Jawab Nekomi dengan sangat gembira membuat Malaysia yang berjalan di belakang mereka mengikuti pembicaraan mereka "Halah, bohong pasti.." Katanya sesambil memutarkan kedua bola matanya "Tidak! Memang benar kok!" Nekomi membalas dengan sedikit kesal "Ya ya ya bohongi lah dirimu saja di dunia fantasi mu itu" Malay pun juga membalas balik

"Heh.." tiba-tiba nekomi tertawa bagaikan seorang penjahat "Hohoho, apakah Malaysia-kun iri? Kenapa? Tidak pernah di peluk oleh Indo-kun kah?" Ucap Nekomi yang tertawa lagi dengan senyuman miring, sebuah urat nadi pun muncul di jidat malaysia "Kau......AMBIL BALIK KATA-KATA KAU!!!" Teriak Malay yang menarik kedua kuping kucing milik nekomi "T-TIDAK AKAN!!" Nekomi pun berteriak juga dan menarik rambut malah dengan kasar

[Sihir Para Countryhumans] | CH | Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang