Alternate ending : the wedding

7.4K 476 7
                                        


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Haechan sangat tidak sabar untuk memiliki Renjun secara resmi, meresmikan hubungannya bersama Renjun secara hukum dan agama.

Renjun pun berdebar, ini akan menjadi hari yang tak akan pernah ia lupakan selama hidupnya. Ia senang bukan main. Inilah harapan Renjun, rasa cinta dan sayang Haechan tidak sekedar ucapan, Haechan betul-betul serius padanya, ia benar-benar membuktikan ucapannya.

Renjun sudah selesai di makeover, tinggal menunggu Haechan yang masih di tata rambutnya dan dirapikan baju nya.

Karena gugup, Renjun mencoba mengintip ke aula utama yang sudah ramai. Ia juga bisa melihat Jeno dan Jaemin yang duduk di kursi paling depan. Sang pendeta pun tampaknya sedang menunggu.

"Renjun."

Renjun berbalik dengan cepat karena terkejut, "Udah selesai?"

Haechan tersenyum lalu mengecup singkat bibir Renjun, "Ayo kita kesana."

Detak jantung Renjun semakin tidak teratur, ia pun mengikuti Haechan menuju aula utama. Setelah itu acara dimulai, sampai dimana Haechan menerima Renjun sebagai pasangan hidupnya, begitupun sebaliknya. Lalu mereka berciuman yang langsung disambut sorakan meriah dan tepuk tangan.

Dilanjut dengan para tamu yang mengucapkan selamat pada Haechan dan Renjun.

"Selamat!" Jeno datang mengajak Haechan berjabat tangan dan saling berpelukan.

"Thanks." ucap Haechan sambil menepuk-nepuk punggung Jeno.

Jeno beralih pada Renjun yang kini menatapnya canggung.

"Selamat, dan aku juga minta maaf."

"Udah lewat, gak apa-apa kok Jeno."

Jeno hanya membalas Renjun dengan senyuman lalu pergi. Jaemin juga ikut memberi ucapan selamat pada Haechan dan Renjun.

"Selamat atas pernikahannya. Gue batal ngelakuin hal yang aneh buat Renjun."

Dahi Haechan berkerut sampai akhirnya ia sadar sesuatu, "Thanks, syukurlah. Lo macem-macemin Renjun, Jeno juga gak bakal gue biarin baik-baik aja."

Kemudian mereka berdua terkekeh. Jaemin tiba-tiba memeluk Renjun.

"Selamat, Renjun! Gue minta maaf kalau gue ada salah sama lo."

Renjun tersenyum dan memeluk Jaemin balik, "Makasih, iya gue maafin."

Acara tetap berlanjut, sesekali pasangan pengantin itu mengobrol dengan para tamu yang mereka kenali.

Sampai di tenggat acara, para tamu mulai bubar dan aulan kosong. Haechan merebahkan tubuhnya di sofa pengantin.

Renjun yang baru saja mengambil makan, terkekeh melihat sang suami yang sudah terkapar.

"Makan dulu, Chan."

"Ah, iya." Haechan mengubah posisi nya menjadi duduk.

Padahal Haechan mau makan sendiri, tapi Renjun malah menyuapinya tanpa Haechan pinta sendiri.

Tidak apa-apa, Haechan senang kok.

"Kamu capek?"

Haechan menggeleng, "Harusnya aku yang nanya gitu, kamu capek? Kan sambil bawa adik bayi diperut."

"Aku gak ngerasa capek, aku malah seneng banget."

Haechan mengambil piring yang ada di tangan Renjun dan menyimpannya di meja. Ia langsung menangkup wajah Renjun dan mencium bibir laki-laki itu.

Renjun dengan senang hati membalas setiap kecupan Haechan bibirnya. Walau itu tidak berlangsung lama karena Haechan langsung menempelkan keningnya pada kening Renjun dan berkata lirih.

Matchmaking | HyuckrenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang