Gak nentuin vote cuma kalo lebih dikit dari pada chapter sebelumnya ya wasalam bakal apdet lama jadi yang baca tolong kerjasamanya
Happy Reading~
"Udah dong Fe keselnya, loe mau diemin gue terus?" Sofia mengejar langkah Freya sedangkan si boss hanya diam tak menjawab.
"Fe kan gue cuma mau becanda aja".
Sofia menyamai langkah Freya yang masih tidak bersuara "iya gue minta maaf deh gak gitu lagi".
"Ish Fe jawab dong loe gak bisu kan!".
Freya berhenti lalu membalik badannya, tatapannya masih sama tajam seperti siang tadi "gue gak suka!".
Sofia lalu menunduk dan mengangguk, takut juga jika Freya sudah seperti ini "iya maaf ya gak lagi-lagi, abisan gue gemes si pani minus banget kadar kepekaannya kan gue jadi iseng".
"Ck ya" hanya itu dan Freya kembali berjalan.
Sofia tersenyum lalu menggandeng lengan Freya dengan mesra membuat beberapa karyawan yang melihatnya gemas dengan keakraban atasan mereka itu.
Cantik-cantik banget sih.
Kulitnya bu Sofia kinclong banget kayak pake soklin.
Duo boss nih senggol dong.
Ini mah suruh milih sambil merem juga gak bakal zonk orang cakep semua.
Kenapa ya orang bisa cakep cakep banget.
"Liat deh bu Sofia gandeng tangan bu Freya mesra amat" tunjuk Manda yang baru saja sampai di lobby bersama dua kacungnya.
Sahabat maksudnya ehe.
"Jangan-jangan mereka sahabat jadi cinta" tebak Gama masih memperhatikan dua bossnya.
"Atau bu Sofia cinta ke bu Freya diem-diem kan katanya gak ada sahabatan yang pure sahabat" tebak Fany.
"Tapi bu Freya gak tau kalo bu Sofia itu suka dia gitu? Jadi cinta sepihak?" Tebak Manda.
"Bisa aja bu Freya tau tapi dia pura-pura gak tau biar persahabatan mereka tetep utuh tanpa ada rasa apapun" tambah Gama.
"Ini kenapa jadi gosipin mereka sih?" Tanya Fany heran.
"Ya kan kita kepo" sahut Manda.
"Mereka cocok ya Fan?" Tanya Gama.
"Lah ngapa nanya ke gue?" Heran Fany.
"Ya kan selama ini gue ngiranya bu Freya suka sama loe, abisan kalian kayak tom and jerry sih".
Freya mendelik "mana ada dia suka sama gue, lagian gue sama dia kan beda kasta".
"Apa sih yang enggak di dunia ini blay, gembel aja bisa jadi sultan" sahut Manda.
"Serah deh, yang penting gue udah punya Luna".
"Sombong banget upil babi" cibir Manda menoyor kepala Fany yang membuat perempuan itu cekikikan.
"Terus kemana pacar loe sekarang? Tumben gak balik bareng?".
"Dia tadi bilang mau pergi ketemu mamahnya" jawab Fany.
Gama mengangguk "yaudah ikut gue aja pulangnya".
"Ih peka banget deh Gaga" Fany menyengir lebar.
"Gigi loe kuning".
Fany memukul kepala Gama kesal sedangkan pria itu hanya tertawa.
"Gue nganterin loe gak gratis ya, traktik gue makdi".
KAMU SEDANG MEMBACA
Eii What's Wrong With My Boss?
Fiksi RemajaKisah seorang staff biasa yang selalu berselisih paham dengan sang boss besar yang ia cap menyebalkan. Arogan, tukang julid, penindas, dan menyebalkan. Iblis berwujud malaikat. Mampukah Fany bertahan dikantor bersama bossnya yang menyebalkan? Lalu a...
