Aku berjalan malas masuk kedalam kantor. Semalaman aku tak bisa tidur karena harus menyelesaikan laporanku. Freya balas dendam melalui pekerjaanku.
Dasar boss laknat.
Sejak sampai di apartement dia membombardirku dengan puluhan chat memintaku menyelesaikan laporan malam itu. Jika saja dekat ingin kulempar mukanya dengan sepatu hak 15cm ku.
"Heh ngapa muka loe kucel amat" seru Gama.
"Gak dapet jatah kali Gam".
Aku menatap tajam Manda yang dibalasnya dengan cengiran bodoh.
"Gue bukan loe yak yang kek jablay" cetusku kesal.
"Bilang aja loe iri liat dada montok gue".
"Alah dada oplas aja belagu, punya loe sama punya Cimoy juga gedean punya Cimoy" ejekku.
"Wah boleh di adu yang pasti punya gue lebih empuk".
Astaga obrolan macam apa ini.
"Apaan sih loe bedua malah bahas tok*et" lerai Gama.
"Ckck frontal banget si Gama sekarang" ujarku.
"Ketularan Manda".
"Kok jadi gue sih Gam" protes Manda tak terima.
"Loe bedua bahas apa sih, gak dante loe" ketusku.
"Loe ngapa blay" Manda mendekatiku "mata loe kek abis digebukin anjir bengep gitu".
"Abis disiksa sama boss kesayangan loe tuh" jawabku malas.
"Hah loe semaleman mantap-mantap sama doi".
Kutatap tajam Manda "jangan sampe nih komputer gue lempar ke muka loe".
"Sensi banget sih".
Aku hanya mendengus "dia nge WA gue buat selesein laporan itu semaleman, gila gak sih makanya gue kurang tidur" jelasku.
"Heh!!! Balas dendam lebih kejam ternyata".
"Kelar jam berapa loe?" tanya Gama.
"Jam tiga" desahku yang lalu menelungkupkan wajahku diatas meja.
"Kasian banget tapi gue pengen ngakak juga".
Emang ya Manda ini salah satu teman laknat pasukan Dajjal. Bisa-bisanya dia mengatakan itu.
"Gama boleh bikinin kopi gak?" Pintaku manja pada Gama.
Dia mengangguk dan keluar dari ruangan kami.
"Gue ngantuk banget nih cong" wajahku memelas.
"Oh kasian oh kasian sungguh kasian" Manda malah bernyanyi lagu si botak dari Malaysia.
Sabarkan hati hamba ya Tuhan.
"Mbak Fany, disuruh ke ruangan boss" ucap Susan.
"Iya" balasku lemah.
"Semangat blay" ucap Manda.
Aku berjalan malas keruangan Freya, kuketuk pintu dua kali hingga ada perintah masuk.
"Kenapa Bu?" Tanyaku ketus.
Aku masih sangat kesal padanya.
"Hari ini kamu gak lupa kan kalo ada anak baru buat di ruangan kalian?".
Aku mengangguk, malas berlama-lama dengannya.
"Saya minta tolong jangan ajarin yang macem-macem ya".
Idih emang selama ini gue macem-macem apa, enak aja tuh lambe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eii What's Wrong With My Boss?
Teen FictionKisah seorang staff biasa yang selalu berselisih paham dengan sang boss besar yang ia cap menyebalkan. Arogan, tukang julid, penindas, dan menyebalkan. Iblis berwujud malaikat. Mampukah Fany bertahan dikantor bersama bossnya yang menyebalkan? Lalu a...
