Ini gak ada target vote berapa tapi mohon kesadarannya aja. Oh iya mau minta tolong juga buat yang belum vote tapi udah baca dari chapter 1 sampe 7 tolong dong di vote biar gak jomplang banget bedanya hehe.
Btw karena udah mau idul fitri dan banyak dari kalian yang mungkin mudik hati-hati dijalan ya. Selamat berkumpul bareng keluarga juga.
Dan mungkin karena saya pribadi mau lebaran juga sibuk jadi nanti apdetnya setelah lebaran ya.
Minal aidzin walfaidzin semuanya🥰🙏
Happy Reading~
Fany memilih menghentikan langkahnya di sebuah kedai minuman, tenggorokannya sudah berdemo minta ditetesi oleh air. Lagipula kakinya sudah lelah dan kebas berjalan sejak tadi tanpa arah tujuan.
"Kak mau mango smooties satu ya" pesan Fany pada salah satu barista.
"Baik kak, untuk totalnya jadi 35.000".
Fany merogoh kantongnya untuk mengeluarkan uang, tapi sebuah tangan sudah menyodorkan satu lembar uang berwarna merah terlebih dahulu.
"Ini mas uangnya".
Fany lantas memandang sosok itu dan cukup terkejut melihatnya "Bu Luna" herannya.
Si pemilik nama hanya tersenyum kecil "saya yang traktir".
"Eh gak usah bu, biar saya aja" tolak Fany tidak enak.
"Gapapa santai aja Fan".
Fany hanya mendesah pasrah karena si kasir juga sudah menerima uang dari Luna.
"Capek ya jalan kaki dari tadi" ujar Luna setelah dia selesai memesan satu minuman juga.
"Kok tau saya jalan kaki?" Heran Fany.
Keduanya memilih duduk di kursi yang tersedia di kedai kecil itu.
"Saya sengaja ngikutin kamu".
Kedua alis Fany terangkat "ibu ngikutin saya?".
Luna mengangguk singkat "iya, gak ada niat jahat kok. Saya cuma mau mastiin kamu baik-baik aja katanya bahaya ninggalin orang yang lagi emosi sendirian".
Duh siapa sih yang tidak meleleh mendengarnya. Hati Fany rasanya langsung mleyot tak tertolong.
"Saya baik-baik aja kok bu".
"Panggil Luna aja, kita lagi gak dikantor".
"Iya Luna".
Keduanya melempar senyum manis hingga menimbulkan getaran-getaran aneh di diri keduanya.
"Abis ini kamu mau kemana?" Tanya Luna sambil menyedot minumannya.
Fany terlihat berpikir sejenak "maybe pulang sih Lun, kaki aku capek".
"Bareng aku aja ya" ajak Luna.
"Gak ngerepotin kan?".
"Kalo ngerepotin kamu harus traktir aku nanti" ucap Luna sambil tersenyum jumawa.
Aduh senyumnya gak nahan, minta dihalalin banget.
"Btw Fan, kamu gak serius mau keluar dari kantor kan?" Tanya Luna hati-hati.
Fany mendesah "aku gak tau, aslinya sih pengen banget keluar karena gak kuat sama si Freya yang marah-marah mulu tapi aku juga butuh uang buat bertahan hidup di Jakarta".
"Aku harap kamu gak keluar ya, nanti aku susah kalo mau ketemu kamu".
Dahi Fany berkerut "emang harus banget ketemu aku?".
KAMU SEDANG MEMBACA
Eii What's Wrong With My Boss?
أدب المراهقينKisah seorang staff biasa yang selalu berselisih paham dengan sang boss besar yang ia cap menyebalkan. Arogan, tukang julid, penindas, dan menyebalkan. Iblis berwujud malaikat. Mampukah Fany bertahan dikantor bersama bossnya yang menyebalkan? Lalu a...
