Mina POV
Seperti biasa, weekend pasti ku habiskan untuk bersenang-senang di club bersama sahabatku. Namun kali ini sedikit berbeda, ia datang dengan pasangannya. Sedangkan aku? Hah... Aku pernah berpacaran beberapa kali, namun semua membosankan. Akhirnya, ya, sekarang.. I'm single and very happy!!
"Sepertinya aku akan mencari pacar." ucapku pada Momo
"MWO? Kau yakin? HAHAHA... Kalau tidak salah ingat sepertinya ada yang pernah bilang jika pacaran itu buang-buang waktu dan MEM.BO.SAN.KAN." ejek Momo padaku sambil menekan setiap kata.
"Habisnya melihatmu dengan Dahyun sangat membuatku iri. Kenalkan aku dengan teman Dahyun, Mo." bujukku pada Momo.
"Bukannya kau 'single and very happy'. Hahaha... Okelah, Dahyun katanya akan datang membawa seseorang." ujar Momo padaku. "Siapa tau dia jodohmu." lanjut Momo sambil meneguk winenya dengan anggun.
Tidak lama kemudian, Dahyun tiba dengan seseorang. Aku terpana melihat sosok itu. Tinggi, tegap, rahangnya tegas, mata coklat, hidung mancung, astaga... sepertinya aku langsung jatuh hati pada pandangan pertama.
"Hi, babe." sapa Dahyun sambil mencium bibir Momo. "Hi, Mina" sapa Dahyun padaku dan aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Hi, baby. Kamu lama sekali sayang. Dan... siapa ini?" tanya Momo kepada Dahyun sambil menunjuk seseorang disampingnya.
"Ah kenalkan, dia Jeongyeon, sepupuku yang baru kembali dari Kanada." Dahyun memperkenalkan Jeongyeon.
"Halo, saya Jeongyeon, panggil saja Jeong. Senang bertemu para wanita cantik seperti kalian." sapa Jeongyeon sambil tersenyum. Oh, Tuhan senyumanya begitu manis dan suaranya... sangat manly sekali.
"Hai, ternyata kau yang namanya Jeongyeon. Aku Momo, kekasih Dahyun, dan ini kenalkan sahabatku Mina." ucap Momo memperkenalkanku pada Jeongyeon.
"Hai, Momo, pantas saja Dahyun sangat tergila-gila setiap kali menceritakanmu pada saya." Puji Jeongyeon pada Momo dan Momo terkekeh kecil sambil memeluk Dahyun.
"Hai, Mina. Senang berkenalan denganmu."
"Hai, Jeong. Senang juga berkenalan denganmu." ucapku padanya.
Lalu malam itu kami habiskan untuk mengobrol bersama. Saat ini waktu sudah menujukkan pukul 11 malam dan suasana mulai ramai dan musik berganti menjadi musik keras. Biasanya aku dan Momo akan turun untuk menari, namun kali ini sepertinya Momo sedang 'sibuk' dengan kekasihnya. Untung saja aku tidak terlalu mabuk dan ada Jeongyeon disampingku.
-------------------------------------
Jeongyeon POV
"Mina, apa kau mau pergi bersamaku?" tanyaku pada Mina. Sejujurnya aku tertarik padanya, dai sangat cantik dengan rambut hitamnya yang terurai sebahu, sangat elegant dan manis.
"Maksudmu pergi dari tempat ini dan meninggalkan Dahyun dan Momo?" tanya Mina padaku.
"Ah, iya, tapi itu pun jika kau mau. Kau tahu, suasanya mulai 'liar' disini." ujarku padanya
"Aku juga merasakan hal yang sama, ayo jika mau keluar. Bagaimana jika kita berekeliling? Apa kau membawa mobil?" tanya Mina padaku sambil meneguk habis wine-nya.
"Baiklah dan aku bawa mobil karena tadi aku janjian dengan Dahyun disini. Ayo... Dub, aku duluan ya, dan... pakai pengaman. Hahahaha." ujarku pada Dahyun yang setengah mabuk itu.
"Sialan kau. Sana pergi." usir Dahyun padaku dan aku hanya terkekeh sambil menarik tangan Mina untuk keluar dari sana.
"Ah, maaf Mina aku tidak bermaksud menarik tanganmu." maafku pada Mina saat sudah sampai didepan mobilku.
"Tidak apa Jeong, ayo kita pergi." ajak Mina padaku.
-------------------------------------
Jeongyeon dan Mina mengendarai mobil berkeliling kota sampai waktu menunjukkan pukul 12.30 malam. Saat ini mereka berhenti di pinggir sungai Han dan menidurkan kursi sambil menatap langit dari mobil Jeongyeon yang atapnya terbuka. Mereka membicarakan banyak hal tentang kehidupan mereka, mulai dari kesukaan, pekerjaan, hingga masalah hati.
"Mina, apa kau percaya cinta pandangan pertama?" tanya Jeongyeon pada Mina sambil menatap langit.
"Hmm... aku tidak mengerti konsep itu sebenarnya. Tapi aku percaya itu ada... Kenapa?" tanya Mina pada ku.
"Aku jatuh hati padamu, Mina. Apa kau percaya?" jujur Jeongyeon pada Mina. Mendengar itu, jantung Mina berdegup kencang.
"A-aku... Aku rasa aku juga jatuh hati padamu, Jeong, sejak melihatmu tiba tadi." ucap Mina yang membuat Jeongyeon menengok ke kanan menatap Mina. Bibirnya tersungging senyum. Ia meraih tangan Mina dan menautkan jemari mereka. Ia mengangkat dan mencium punggung tangan Mina.
-------------------------------------
⚠️ DikitSaat ini, Mina dan Jeongyeon sedang beradu mulut, menghisap satu sama lain di salah satu kamar hotel berbintang. Tangan mereka saling menyentuh, meraba, berlomba membuka pakaian mereka. Dan disinilah sekarang mereka berdua tanpa sehelai benang, bercumbu diatas tempat tidur.
"Ahhh..." lenguhan demi lenguhan terdengar memenuhi kamar hotel. Permainan hebat sang lelaki membuat sang gadis terlena. Iya, sang gadis karena ini adalah pertama kali baginya. Entah apa yang merasuki dirinya hingga ia menyerahkan mahkotanya kepada sesorang yang baru dikenalnya tidak lebih dari 5 jam itu.
"Uhmm... Jeong...yaaa yaa... terus...."
Hujaman demi hujaman membuat tubuh sang wanita kembali bergetar untuk kesekian kalinya. Rasa perih berubah menjadi rasa nikmat candu baginya. Sang pria pun tidak merasakan lelah akan kerja kerasnya. 2 jam sudah mereka bergumul diatas kasur yang sudah terlihat acak-acakan. Hingga akhirnya sang pria pun menyemburkan cairan cintanya di dalam milik sang wanita. "Ughhh... Mina-ah..."
-------------------------------------
Mina POV
"Kapan kau akan kembali ke Kanada?" tanyaku pada Jeongyeon. Saat ini kami sedang cuddling di bawah hangatnya selimut.
"Kenapa? Minggu depan aku kembali kesana." jawab Jeongyeon pada pertanyaanku.
"Lalu, apa kau akan melupakan semua ini dan meninggalkannya disini, menganggap semua ini ONS saja??" tanya ku sambil mendongakkan kepalaku dan memandang wajahnya. Ia hanya diam. Lalu aku kembali menyadarkan kepalaku di dadanya. Jujur aku sedih jika ini semua hanya berakhir begini saja.
"Mina... be mine, will you?" ucap Jeongyeon sambil menunduk, mensejajarkan dirinya dan mencium bibirku. Lalu ia merapikan dan juga membelai rambutku. "Come with me to Canada? Will you? Just for 1 week, aku akan mengenalkanmu ke kakek nenekku. Lalu kita akan kembali ke Korea. Aku hanya kesana untuk acara ulang tahun pernikahan mereka. Ku dengar Dahyun akan mengajak Momo juga." ujar Jeongyeon padaku.
"You just ask me to be yours when you already make me yours, Jeong." ucapku sambil tersenyum. "Ok, I'll come with you then." Kemudian aku bangun dan bertumpu satu tanganku menghadapnya sambil 1 tanganku lagi mengusap lembut rambut kemudian pipinya.
"Well... claim first." dan kami tertawa bersama dan kembali tidur karena hari sudah subuh.
"I said, "No one has to know what we do". His hands are in my hair, his clothes are in my room. And his voice is a familiar sound. Nothing lasts forever but this is getting good now."
.
.
.
.
.
.
. END
Baru ketemu langsung bergumul loh.
Kalau suka Vote & Comment ya ges ya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Our Love Songs || JEONGMI || Mina Jeongyeon || END
FanfictionKumpulan cerita pendek JeongMi. Terinspirasi dari beberapa lagu favorit yang saya rasa cocok untuk mereka. Btw, Maaf kalau interpretasi lagu kedalam ceritanya berbeda dengan kalian, ya. Maaf juga kalau ceritanya umum/biasa saja/mirip cerita diluar s...