Semua tak seperti seharusnya. Itu yang di pikirkan Krisan.
"Kamu gak perlu marah, nanti ayah jelaskan." James mengusap kepala putrinya yang sedang termenung di kamarnya.
"Kenapa semua orang tega sama aku." Krisan terisak.
Kini ia malu dengan Alpha. Bagaimana bisa ayahnya berselingkuh dengan istri bodyguard yang di sukai anaknya. Oh Tuhan ini terlalu rumit.
Acara wisuda SMA ini tak lagi menarik bagi Krisan. Belakangan ini ia cenderung menutup diri. Alpha juga demikian, ia menjauh pelan-pelan dari hidup Krisan.
"Dek, belum tidur?" Elang mengetuk pintu kamar Krisan. Tak berapa lama terdengar suara pintu terbuka.
"Kenapa?" Elang menatap wajah adiknya.
"Gak apa-apa." Krisan tersenyum dan membuka pintunya.
"Dek, Alpha ngundurin diri." Elang menghela nafasnya.
Krisan membelalakkan matanya.
"Ke--kenapa Kak?" Suara Krisan bergetar.
"Dia cuma bilang mau fokus bantu ibunya." Sahut Elang.
"Mungkin karena gue Alpha jadi ngundurin diri." Krisan mendongak menatap kakaknya.
"Mungkin juga nggak. Kita harus hargai setiap pilihan orang, dek." Elang mengusap kepala adiknya.
Tepat pukul 10 malam.
Alpha masih duduk di sofa. Randy sedang pergi ke rumah saudaranya. Alpha menoleh ketika pintu di ketuk.
Gadis itu mematung di sana.
"Boleh masuk?" Tanyanya.
"Boleh." Alpha membuka pintunya.
Krisan duduk di sofa berhadapan dengan Alpha.
"Al, gak usah resign." Krisan mendongak.
"Krisan, gue harus menenangkan diri dulu." Alpha menatap gadis yang beberapa minggu lalu menciumnya.
"Lo perlu uang banyak." Ujar Krisan.
"Gue masih belum bisa mikir." Alpha memijat pelipisnya.
"Al, please..." Krisan memohon.
"Ya udah, gue berfikir dulu ya. Kasih gue waktu dua hari." Pinta Alpha. Krisan mengangguk.
Ia tersenyum pada Alpha. Ia menelusupkan tangannya ke tubuh Alpha. Ia memeluk Alpha erat.
"Jangan terlalu keras sama diri lo ya. Jangan lupa makan yang teratur. Kurangi rokoknya." Krisan mendongak.
Alpha merasa ini adalah pertanda tak baik. Ia seperti akan di tinggalkan oleh Krisan.
Gadis itu tersenyum dan melambai meninggalkan Alpha dalam keheningan.
***
Dua hari berlalu.. Alpha terlambat hari ini karena ia tak bisa tidur tadi malam. Ia tengah menikmati kopi hitamnya. Entahlah hatinya gelisah. Randy datang dengan wajah muram, begitu juga Jatmiko.
"Kenapa sih?" Tanya Alpha. Randy menatap Alpha.
"Sorry, Al." Randy menunduk.
"Maafin saya juga ya." Sambar Jatmiko.
"Ada apa sih?" Tanya Alpha.
"Kita baru aja balik dari Bandara." Ujar Randy.
"Oh? Pak James pergi?" Tanya Alpha.
"Bukan, tapi Krisan pindah keluar negeri. Krisan pindah ke Swiss." Randy menunduk.
"Sorry, gue di larang Krisan bilang ke lo jauh-jauh hari." Randy menepuk lengan Alpha yang sedang termangu.
"Krisan pergi gara-gara gue." Alpha memejamkan matanya.
"Gue yang jahat sama Krisan." Alpha terisak. Merasakan perih di hatinya.
Ia beranjak menuju ruang kerja James. Ia mengetuk pintu dengan sopan.
"Pagi Pak. Saya mau bicara." Ujar Alpha.
"Oh? Pagi. Masuk, Al." James membuka kacamata nya. Alpha duduk di kursi berhadapan dengan James.
"Krisan?" James langsung menebak.
Alpha mengangguk.
James menghela nafasnya.
"Alpha, saya tahu saya gak berhak memaksa kamu atau memaksa Krisan untuk saling menjauh. Krisan sedang terluka karena jatuh cinta sama kamu dan kecewa pada saya. Tapi saya ingin Krisan menghargai apa yang sudah ia perjuangkan pada akhirnya nanti." James tersenyum.
"Krisan pergi ke Swiss. Biarkan saja dulu dan kamu fokuslah bereskan masalah kamu." James menghela nafasnya.
"Kamu cinta sama istri kamu?" Tanya James. Alpha menggeleng.
"Kamu percaya saya?" Tanya James lagi. Alpha mendongak memberanikan diri menatap big bos nya.
"Percaya, Pak." Sahut Alpha.
"Good, kalo kamu percaya sama saya. Apapun yang akan terjadi di depan jangan pernah lunturkan kepercayaan kamu." Ujar James penuh teka teki.
Alpha mengangguk.
"Soalnya Krisan, dia akan di Swiss sama Elang." James menjawab pertanyaan yang belum di lontarkan olehnya.
"Tenang Al, kalo jodoh pasti dia kembali. Atau kamu cari uang yang banyak supaya bisa nyusul. Tentunya setelah masalah kamu selesai." Tutup James.
"Tanpa kamu harus cerita, saya sudah mengerti dan tahu alur cerita dan masalah kamu. So, kuat kan mental kamu dan kuatkan niat kamu." James tersenyum penuh arti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Imagination
RomanceCinta yang di mulai dengan baik maka akan berakhir dengan baik pula.
