5

1.4K 194 87
                                    

Cindy keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar setelah membersihkan diri. Dia melihat sekeliling kamar dan tidak menemukan Jinan di manapun. Padahal sebelum dia mandi, suaminya itu masih asik bermain handphone di ranjang. Lalu kemanakah Jinan pergi ? Kenapa tidak berpamitan padanya ?.

Dari pada pusing berprasangka buruk pada Jinan, Cindy memutuskan untuk berdandan saja.

Setelah duduk di kursi depan cermin Cindy melihat ada note yang menempel di cermin. Cindy mengambilnya dan membacanya.

Aku tunggu di balkon sayang..

                                                Jinan.

Cindy tersenyum membaca note kecil itu. Jinan si misterius dan banyak kejutan. Cindy sangat mengagumi sifat Jinan yang seperti itu. Tak banyak omong, tapi banyak tindakan yang selalu bisa membuat dia tersenyum bahagia.

Cindy memakai baju seadanya. Dres rumahan yang tidak akan membuat malu Jinan jika di pakai untuk keluar rumah. Setelah menata rambutnya dan sedikit memakai bedak pada kedua pipinya serta menaruh sedikit liptint pada bibirnya dia lekas pergi menuju balkon.

Sebelum sempat tiba di balkon Jinan sudah menyambut Cindy. Pintu balkon masih tertutup gorden sehingga menyusahkan Cindy melihat ke balik gorden itu.

"Kenapa ?."
Tanya Cindy saat Jinan hanya senyum padanya.

"Kamu cantik banget."
Puji Jinan.

"Tau kok. Terus kenapa ?."

"Heheheh. Salah ya aku muji kamu ? kenapa sih ? Masih marah ?."

"Ngga kok. Tadi kenapa ? Katanya aku suruh ke balkon. Mau apa?."

"Sini deh."

Jinan menutup kedua mata Cindy dari belakang dan membawa Cindy menuju balkon. Di balkon sudah ada satu meja dan dua kursi. Dia atas meja ada banyak makanan dan juga minuman serta ada lilin di tengahnya. Ini yang di maksud dinner romantis. Fyi aja kalau kalian belum tahu.

"Ada apa sih ? Mau liat menara doang pakai di tutup segala matanya."
Protes Cindy.

"Udah, diem."

Jinan membantu Cindy duduk.

"Taraaa."
Kata Jinan dan menarik kedua tangannya dari kedua mata Cindy.

Cindy berkedip-kedip sembari menyesuaikan pandangan nya. Setelah jelas dengan apa yang ada di depannya barulah Cindy terlihat tersenyum bahagia.

"Jinan...."

"Kita dinner romantis, sayang. Ini semua makanan yang pengen banget kamu makan disini. Lihat, ada kimchi, kimbab, jajangmyeon, terus...ini apa ya ?. Ahh, pokoknya ini semua makanan khas Korea yang kamu bilang pengen kamu cicipin. Semuanya ada disini khusus buat kamu, istriku tersayang."
Ujar Jinan menjelaskan.

Cindy jelas tidak sabar mencicipi semua makanan di atas meja itu. Dia senang dengan dinner kali ini yang tak hanya romantis tapi juga membuatnya merasa beruntung bisa mencicipi nya.

"Jangan cuma dilihatin doang. Ayo kita makan."
Ajak Jinan.

"Nan, tapi ini semua halal kan ?."

"Iya dong. Kan khusus buat kita pasti aku minta yang halal. Ayo makan. Aku juga laper."

Cindy menggelengkan kepalanya karena lagi lagi heran dengan Jinan. Sebelum tadi dia tinggal mandi juga Jinan makan roti, dan mengemil banyak. Tapi Jinan justru yang terlihat kelaparan saat banyak makanan di depannya.

"Ini, buat kamu."
Jinan memberikan daging kukus pada Cindy yang langsung memakannya.

"Gimana ? Enakan ?."

Love You, Mama CindyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang