CHAPTER 9

2.3K 163 31
                                        


"TAMU"


Menggandeng lengan jungkook mesra seokjin kini memasuki restaurant mewah untuk makan siang seklaius bertemu dengan notaris jungkook untuk menandatangani beebrapa dokumen sebgai bukti pembelian sebuah toko 2 lantai didaerah pusat kota.

Meskipun dipagi hari suasana hati seokjin tidak terlalu baik karena perdebatannya dengan mery dan jimin, namun semuanya kini berganti dengan kebahagiaan karena rencana seokjin untuk memiliki bisnis akan segera terwujud.

"yang terakhir silahkan tanda tangan disini tuan seokjin" arah sang notaris kepada seokjin untuk menanda tangani surat kepemilikan tanah beserta ruko tersebut.

"no, yang membayar toko ini suamiku maka suamikulah pemilik sebenarnya" ucap seokjin lalu memberikan bolpoin yang sedang ia pegang kepada jungkook.

"aku membelikan toko ini untukmu, dan aku suamimu. Bukankah uang suami adalah uangmu juga? Sekarang tanda tangani" jungkook membawa tangan seokjin kearah dokumen,

"oppa~ kau suami yang terbaik" dengan mata berkaca-kaca akhirnya seokjin sah menjadi pemilik dari sebuah bangunan dengan nilai uang yang tak sedikit.


Selesai makan siang pasangan suami istri terseut kini berada di toko kosmetik karena seokjin yang menginginkan untuk membeli beberapa barang. Melihat suaminya begitu bersemangat saat memilih beberapa produk kecantikan jungkook hanya mengikuti seokjin sembari membawakan keranjang.

"oppa~ aku usdah membelikan shampoo dan pencuci wajah yang baru, jangan pakai yang dirumah lagi. Sabun pencuci muka yang dirumah akan membuat wajahmu kering"

"thank you sayang karena kau sudah sangat perhatian padaku" jungkook kini memeluk seokjin terharu dengan cara seokjin merawatnya.

"oppa kau suamiku dan sudah tugasku untuk menjaga dan mengurusi semua keperluanmu" selesai memilih semua produk yang ia ingin kan kini mereka berdua tengan mengantri untuk membayar sementara dari jarak yang tidak terlalu jauh bodyguard jungkook melihat seseorang dengan gerak gerik mencurigakan seakan memperhatikan tuannya dan memutuskan untuk mendekati orang aneh tersebut yang segera lari saat tau bodyguard mengejarnya.


"ayahmu sangat tampan" bisik seseorang ditelinga seokjin dari belakang antrian saat jungkook sedang menanda tangani kartu credit yang ia gunakan,

"EXCUSME! Siapa yang kau maksud dengan ayahku?" jawab seokjin dengan nada emosi,

"oh..sorry, bukankah dia ayahmu?" orang asing tersebut menunjuk jungkook,

"dia suamiku!" marah seokjin lalu memeluk jungkook yang terheran-heran dengan aksi suaminya,

"chagiya.. ada apa?"

"orang asing itu mengatakan bahwa kau adalah ayahku dan aku tidak suka dengan hal itu, kau suamiku"

"tuan..saya minta maaf, saya tidak melihat anda berdua memakai cincin jadi saya mengira bahwa anda .."

"its okay" jawab jungkook singkat lalu menggandeng tangan seokjin keluar dari toko kosmetik.

Menggenggam tangan seokjin erat senyuman jungkook semakin mengembang Ketika ia melihat toko perhiasan didalam mall yang sedang ia kunjungi saat ini.

"oppa..untuk apa kita ketoko perhiasan?" tanpa menjawab pertanyaan seokjin, jungkook langsung memerintahkan pegawai ditoko perhiasan untuk menutup toko tersebut dengan menunjukkan black card miliknya.

"berikan 1 set perhisaan terbaik dari toko ini dan sepasang cincin pernikahan" seokjin yang mengetahui maksud jungkook pun berbicara,

"oppa..jangan dengarkan ucapan orang asing tersebut, kita tidak perlu memakai cincin pernikahan hanya untuk menunjukkan hubungan kita"

The DistanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang