Digedung Bassict Entertainment, The Vamps dan juga sang manager melakukan meeting bersama, suasana semakin tegang, yang mana Daren selaku manager The Vamps amarah nya memuncak, tatkala sang model sekaligus drumes yaitu Nakula atau yang dikenal dengan nama Nana berulah lagi, dimana poto dirinya dan juga seorang perempuan yang sedang berciuman itu tersebar, sampai membuat Vampser marah dan mereka membuat petisi jika Nana harus disband.
Bukan masalah berciuman nya, namun dilaman media sosial milik perempuan itu ia mengaku bahwa dirinya dipaksa untuk bercumbu dengan Nana. Jika sudah begini jatuh nya jadi pelecehan seksual bukan. Tentu saja ia menggunakan username tanpa nama, agar public tidak mengetahui siapa dirinya, namun Nana tau bahwa akun itu milik perempuan tersebut.
"Gue bilang kan apa sama kalian hati-hati, kalian gue bebasin tapi gak tau diri. Mau nya apa? Udh berapa kali kejadin kayak gini hah?." Disana Daren sudah tidak tau bagaimana mengurusi ke empat bocah itu.
Bukan hanya khawatir perihal reputasi para member tetapi ia juga khawatir akan keselamatan The Vamps.
Mereka ber-empat hanya bisa diam dan menunduk merenungi apa yang salah dari dirinya.
"Dulu Rexa sering berulah, 3 hari yang lalu Auriga, sekarang Nana besok siapa lagi hah?? Lo mau ikutan juga!!." Jari Daren menunjuk Akmal, sebagai jawaban Akmal hanya menggeleng.
"Lo bertiga balik ke rumah masing-masing dulu, gak usah ada yang ke dorm dan lo Nana ikut ke apart gue. Gak ada penolakan." Tegas Daren.
Semua mata tertuju pada Auriga. Namun Auriga hanya berkedip dan juga mengangguk, mengisyaratkan bahwa ia tidak apa jika harus pulang kerumah.
Setelah Rexa, Akmal dan Auriga pergi kini hanya tersisa Nana dan Daren. Ia takut jika harus disband kecintaan nya terhadap The Vamps, Vampser dan juga drum, ia belum siap jika harus meninggalkan nya. Padahal Nana tau persis bukan dirinya yang memaksa untuk berciuman tapi dirinya lah yang dipaksa oleh perempuan tersebut.
"Hemmm. Explain!." Suara Daren membuat Nana terbangun dari lamunan nya.
"Jadi gini bang, kemarin malem gue baru aja kan selesai syuting kebetulan gak ada jadwal manggung ya gue ke tempat Saga, gue gak tau kalau disana ada dia, baru aja Saga bilang eh tuh cewek langsung nyamperin gue, maksa gue buat balik lagi dan dia yang duluan cium gue, awalnya gue nolak tapi yah namanya dipaksa mubazir kalau gak di lanjutin." Ucap Nana dengan tenang yang membuat Daren menghela nafasnya.
Daren mengerti ia juga sama laki-laki. Yang mana jika ia diposisi Nana mungkin akan melakukan hal yang sama terlebih perempuan itu sang mantan pacar.
"Kalau gitu berarti dia potong videonya waktu adegan dimana dia maksa lo. Hemmm oke nanti gue coba minta tolong ke Saga buat cek cctv."
"Tapi kan di bar nya Saga gak ada cctv bang."
"Ada, cuman dia yang tau."
Mereka berdua pun langsung bergegas untuk menuju kediaman Saga, disana mereka akan mencari bukti bahwa isi video yang beredar itu tidak sesuai dengan apa yang terjadi dan juga, agar kasus ini cepat selesai. Jika tidak cepat diselesaikan maka agensi yang akan mengambil alih dan Daren tidak bisa berbuat apa-apa jika terjadi hal-hal yang buruk kepada mereka ber-empat.
***
Seperti biasa jika sedang ada kasus seperti ini mereka tidak di izinkan mengendarai kendaraan pribadi, mereka akan di antar dengan mobil sekaligus supir yang sudah disediakan oleh agensi.
Didalam mobil mereka banyak diam, Auriga dengan matanya yang tertuju pada pemandangan jalan raya yang padat, Akmal sibuk dengan gedget nya dan Rexa sedang melakukan panggilan telepon dengan pacar nya, ya benar Rexa memiliki pacar non selebriti sudah berjalan hampir 2 tahun, namun tidak ada yang tau hanya keluarga terdekat, sang manager dan tentu member The Vamps. Sangat lelah bukan tidak bisa melakukan apapun sesuka hati, tapi sudah jalan nya kan seperti ini. Ingat konsekuensi.
KAMU SEDANG MEMBACA
AU-riga; || HAECHAN
RomanceDalam gelapnya kehidupan, kamu seperti Capella bintang yang paling terang yang berada di rasi Auriga selalu menjadi penerang disepanjang gelap yang tak berujung. Ya benar kamu adalah Capella ku.
