Aku kamu dan kita

104 18 0
                                        

Sejatinya kita hidup saling berdampingan, lingkungan tempat tinggal adalah hal yang paling berpengaruh dalam pertumbuhan, kedewasaan tingkah laku dan keperdulian. Jika kalian berada dalam lingkungan keluarga yang toxic, penuh amarah, keras kalian juga akan sama seperti itu atau menjadi pendiam dan ketika diluar kau akan berubah menjadi liar.

Sama halnya dengan Auriga, setelah bundanya pergi didalam rumah tidak seperti rumah melainkan kosong, sepi, didikan ayahnya yang keras  menjadilan Auriga anak yang cukup keras kepala tak menurut, bahkan diluaran sana ia sangat liar.

Setelah hari-hari sulit yang ia jalani tuntutan dari agensi dan juga keluarga, ia bertemu Naya yang mengubah hidupnya. Perempuan itu sangat ajaib bisa merubah seseorang dan menyembuhkan lukanya.

Kini sepasang kekasih yang sedang dirundu asmara sedang duduk diatas balkon ditemani dua cangkir teh hangat sambil melihat langit malam yang mana menjadi rutinitasnya dan menghabiskan waktu setelah sibuk dengan aktifitas masing-masing.

"Kok tumben minumnya teh?." Tanya Naya sambil memegang cangkir yang siap di seruput.

"Lambung kamu kasian kalau di isi kopi terus, malam ini gpp ya kita nge-teh dulu." Jawab Auriga sambil mengusap pipi gembil Naya.

Padahal Auriga sering bersikap manis padanya, tapi entah kenapa hati Naya masih saja berdebar tak menentu, bisa jadi efek terlalu banyak minum kopi karena atau karena efek yang lainnya.

Menghabiskan waktu dengan cara sederhana seperti ini, Naya suka sekali. Mereka tak perlu mewah cukup sederhana namun berkesan.

"Sayang, hari ini ratingnya berapa?." Tanya Naya lagi, tetapi Auriga malah terkekeh dan menarik tubuh Naya agar semakin dekat dengannya.

"Kok ketawa?."

"Emmm, harus dijawab ya."

Naya menarik nafas nya pelan "Aku tau kalau kamu gak mau jawab berarti ada something bad wrong, right?." Ucap Naya meyakinkan dan betul saja kini dibalas anggukan oleh Auriga.

"Yauda tenangin diri dulu kalau udah siap cerita bilang ya, i'll be here for you, as always. Sini aku kasih free hug." Detik berikutnya ia merengkuh badan laki-laki dihadapannya ini. Mengusap punggungnya dengan lembut. Tak ada yang bicara mereka sama-sama saling diam saling nyaman dalam posisinya, seperti sudah mengerti satu sama lain.

Kini Auriga bingung bagaimana menjelaskan pada Naya perihal apa yang sedang terjadi. Tentang poto mereka yang diciduk oleh dispet dan kini sudah terdengar ditelinga para petinggi agensi.

*flashback on

Daren sang manager tiba diunit apartment milik Auriga dengan membawa sebuah amplop. Pada saat itu Auriga tidak tau apa isinya, ia kira itu adalah surat perpanjang kontrak. Disana Daren tidak banyak menjelaskan, ia hanya menyuruh Auriga untuk membukanya, sambil memasang muka bingung perlahan dokumen itu ia buka dan betapa terkejutnya ketika dokumen itu berisi poto dirinya dan juga Naya yang sedang berpelukan.

Pundaknya melemas merosot kebawah jantungnya hampir copot.

"Shit!!! Kok bisa?."

"Marcel."

"Dia maunya apa sih?."

"Lo tenang dulu ya. Gue coba selesaiin, sekarang tugas lo jagain ini cewe jangan sampe media tau identitasnya."

"Bang lo belum tau?."

Disana Daren memasang wajah bingung "tau apa?."

"Cewe ini adenya Rexa, lebih tepatnya ade tirinya Rexa."

Seketika Daren melotot bahkan bisa saja dua bola matanya keluar perlahan. Ini sangat rumit, seorang Rexa pasti tidak akan tinggal diam dan cepat atau lambat media pasti akan mengetahuinya, terlebih ini adalah ulahnya Marcel.

Marcel anak tunggal seorang lawyer tersohor yang mana dengan mempunyai power ia selalu bersikap semena-mena terhadap orang yang tak disukainya. Kalah debut membalas dendem dengan cara kotor seperti ini. Padahal jika bisa, ia berkarir solo saja dengan bantuan sang ayah.

Setelah itu Daren meminta Auriga untuk berbicara pada Rexa dan juga Naya terlebih dahulu, supaya tidak ada salah paham.

Dua minggu lagi The Vamps akan comeback tidak mungkin berita semacam ini dikeluarkan, bagaimana tanggapan para Vampser yang menganut BIM pasti akan membuat petisi yang akan berimbas kepada agensi, para member dan juga Naya.

"Bang hubungan gue sama Naya menurut lo gimana kalau di publish?." Ucap Auriga

"Kalau Naya di publish yang ada dia dalam bahaya, ketika dia lagi gak dideket lo dan Rexa apakah jamin dia bakalan baik-baik aja."

"Ahhhh shit." Auriga mengacak rambutnya frustasi.

Dua orang tersebut saling memandang bingung, saling mencari tau solusi dari masalah yang sewaktu-waktu bisa saja muncul dan semoga jalan yang mereka pilih tidak menyakiti siapapun.

*Flashback off

Naya melepaskan tautannya, ia tau dari mata Auriga terlihat jelas bahwa ada sesuatu yang tak beres dan Auriga mengetahui apa yang Naya pikirkan. Auriga kalah ia tidak bisa menyimpan kebingungan ini sendirian, bahwa kini ia tak sendirian disampingnya kini sudah ada Naya wanitanya yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Lalu Auriga menceritakan keresahaannya, kini Naya mendengarkan dengan seksama, sambil menelaah kata demi kata yang dilontarkan dari mulut Auriga. Selama mendengarkan Auriga, raut wajah Naya berubah-ubah, kesal, sedih, marah, senang, bangga. Disatu sisi ia ingin sekali bersama Auriga tapi disisi lain karena keberadaannya, kini Auriga dalam masalah besar.

"Aku siap dipublish." Tutur Naya sambil menggenggam erat tangan Auriga.

"Tapi Nay, kalau aku ada jadwal keluar kota dan kamu disini sendirian gimana Nay? Aku gak bisa mantau kamu."

Auriga bukan takut kepada Marcel, tapi ia takut jika Marcel menganggu gadis yang Auriga cintai.

"Kita lewatin sama-sama ya, kamu jangan khawatir aku yakin fans kamu perlahan bakalan mengerti dan masalah si Marcel Marcel itu jangan takut, aku kamu dan kita bakalan hadapin sama-sama, jangan takut dengan hal yang akan terjadi, aku disini. Aku Reenaya kalau kamu lupa." Ucapan Naya membuat Auriga jatuh cinta lagi, semakin hari Auriga semakin mengenal Naya dengan baik bahkan lebih dewasa dibanding dirinya. Kini tubuh mungil Naya direngkuh kembali, bahkan wajah Naya dihujani kecupan manis oleh Auriga.

Senyum penuh haru mereka mengembang, laki-laki itu lupa bahwa kini dirinya bersama seorang wonderwomen bertubuh mungil dan wajahnya secantik bidadari. Meskipun begitu dirinya tetap saja takut, takut kehilangan untuk yang kedua kalinya.

Katanya jatuh cinta itu indah, iya benar sangat indah jika jatuh kepada seseorang orang yang tepat, yang mampu menjaga, saling mengerti, saling sekomunikasi dan saling menerima. Jika ketika jatuh cinta merasakan sakit sendirian itu namanya bukan cinta, karena yang namanya cinta harus diperankan oleh dua orang yang mau berjuang atas apa yang sudah mereka pilih diawal. Tidak lari seperti pengecut dan juga tidak saling menghakimi. Bisa jadi definisi cinta itu adalah take and give.









Bersambung . . .

aku kamu dan kita bakalan hadapin sama-sama, jangan takut dengan hal yang akan terjadi, aku disini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

aku kamu dan kita bakalan hadapin sama-sama, jangan takut dengan hal yang akan terjadi, aku disini.
-Reenaya

AU-riga; || HAECHAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang