■——————————————■
Warning!
Kalo nemu typo tandain ya>3
■——————————————■
Akhirnya hari dimana mereka akan pergi ke salah satu Villa yang terletak didaerah pegunungan tiba. Sesuai jadwal, pesawat akan terbang pukul 7 pagi jadi mereka mumtuskan untuk otw bandara sekitar pukul 5 subuh. Anak cewek rata-rata bangun dari jam 3, sedangkan anak cowok jam 5 kurang baru bangun itu pun kudu dibangunin dulu.
Seperti biasa, Abel memang selalu menjadi orang paling terakhir dan ngaret kalo mau pergi begini. Pukul 5 pas Abel keluar kamar sambil menggeret 2 koper besar miliknya. Kebetulan didepan kamarnya ada Dul yang sepertinya memang berniat menghampirinya.
Dul mengambil alih 2 koper besar milik Abel, "Biar gue aja yang susun di mobil Genta. Lo ke dapur bu Jeni aja, anak-anak udah pada ngumpul disana"
Abel ngangguk-ngangguk. Lagi kesurupan apa si Dul baik gini. Yaudah lah ya lumayan Abel gak perlu narik koper beratnya itu.
"Awas lecet ya koper gue, mahal nih"
"Ditolongin malah belagu"
Abel cengengesan terus pergi ke dapur bu Jeni. Bener aja, anak kos udah pada kumpul disana komplit kecuali Dul yang masih nyusun koper nya dibagasi mobil Genta.
Mereka ber 16 bakal dianter supir Genta. Ada dua mobil, jadi cowok cewek pisah.
"Si Dul mana Bel?" tanya Saga ke Abel. Soalnya tadi Dul bilang mau nyusulin Abel ke kamarnya.
"Lagi naro koper ke mobil" jawab Abel sambil duduk di kursi kosong samping Trisya.
"Yaudah ini kan udah kumpul, langsung berangkat aja ya" kata Trisya.
"Berdoa dulu sebelum pergi" ujar bu Jeni. Ibu satu anak itu udah sibuk dari subuh di dapur buat nyiapin sarapan anak-anak nya a.k.a Anin dan anak kos.
"Oke, berdoa menurut kepercayaan masing-masing mulai" pimpin Adnan.
Semua langsung memposisikan tanganya menurut ajaran agamanya masing-masing. Beberapa ada yang mengadah tangan dan ada juga yang mengepalkan tangan.
"Berdoa selesai"
"Pamit ya bu Jeni" ujar Shannon, lalu salim diikuti anak kos lain nya.
Setelah selesai pamit-pamit an sama bu Jeni. Anak kos masuk ke mobil yang udah dibagi sebelumnya.
"Camer, calon mantu sama anak gadis mu pergi dulu ya" pamit Bian lagi dari dalam mobil.
"Hati-hati!"
Dan setelahnya kedua mobil itu melaju meninggalkan perkarangan rumah bu Jeni menuju bandara. Jarak bandara dari kosan cukup jauh. Memakan waktu hampir 40 menit. Tapi karena mereka excited banget sama liburan kali ini jadi perjalanan selama beberapa jam tidak terasa sama sekali.
Ya meski ada banyak banget tragedi contohnya Diah salah ngambil koper, Rakha yang tiba-tiba ilang ternyata doi ketiduran di toilet pesawat dan anak kos gak ada yang sadar, Adnan yang berantem sama pramugara karena gak sengaja numpahin jus ke kepala Trisya, dan yang baru ini terjadi mereka salah naik bus:))
Bukanya dibawa ke Villa, mereka malah dibawa ke sebuah hotel yang terletak di pusat kota. Tuan muda kita dengan enteng memberi solusi untuk menginap semalam dulu di hotel itu, besok baru lah mereka ke Villa dengan bis yang telah mereka sewa. Untuk jaga-jaga biar gak salah masuk bus, Genta minta mobilnya ditempel kertas bertuliskan "Kos Teknik" sampe masih salah juga kebangetan dah.
"Anin, Diah, Vela, Abel di kamar 341. Gue, Cilla, Inggi, dan Trisya di kamar 343. Genta, Nicho, Adnan, dan Ettan di kamar 346. Sisanya Rakha, Dul, Bian, sama Saga di 347" ujar Shannon membagi kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kos Teknik
FanfictionTentang 14 mahasiswa yang merantau ke ibu kota. Berawal dari asing, menjadi dekat layaknya keluarga. Cinta dan pertemanan ada disini. BEBERAPA PART SUDAH DIHAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBIT
