Extra Chapter 0.1

531 40 16
                                        

WARNING‼️

(extra chapter ini author buat khusus untuk menyambut Kos Teknik versi buku. Latar belakang chapter ini awal masuk kuliah ya. Artinya kejadian sebelum chaper 1. Jadi isi dari part ini sama sekali tidak saling berhubungan dengan part sebelumnya yaa)

Selamat membaca🤍

o
O

"Demi deh kaki gue mau copot rasanya"

"Gini amat TPB"

(TPB atau tahap persiapan bersama merupkan program yang mengharuskan mahasiswa/i memperlajari kembali mata pelajaran dasar SMA seperti Matematika, Kimia, Biologi, Softwear, sampai ke Bahasa. Program ini berjalan selama 2 semester lama nya)

"Ini minum dulu lah kelean itu" ujar Rakha sambil menyodorkan air mineral botol kepada Shannon dan Bian.

"Lo gak cape apa Ka?" tanya Shannon. Gadis itu sama sekali tidak melihat raut kelelahan dari wajah Rakha. Cowok itu tampak biasa saja, padahal mereka baru saja selesai dari hukuman jalan jongkok ke lapangan utama kampus sebab beberapa teman satu angkatanya tidak mengerjakan laporan praktikum.

Karena slogan angkatannya, "Benar salah ditanggung sama-sama. Di hukum satu, di hukum semua"

"Ya cape lah. Sudahlah pulang kita, biar awak yang bawa tas kau" ujar Rakha, lalu cowok itu membantu ke dua temanya beranjak dari duduknya.

"Tas gue ga sekalian dibawain nih" ujar Bian.

Rakha mendelik, "Kau laki bukan?"

Bian menatap Rakha sinis, sedangkan Shannon tertawa kecil.

Shannon sangat bersyukur bisa punya teman satu angkatan dan satu kos yang sama seperti Bian dan Rakha. Rasanya Shannon tidak sendirian menghadapi awal perkuliahan ini. Karena selama ini Bian dan Rakha sangat amat membantu nya.

Mulai dari mengingatkan jika ada tugas, dengan sigap sudah mencetak modul-modul Praktikum untuk Shannon, berangkat pulang sama-sama, bahkan kalau Shannon kerja kelompok dengan temannya yang lain Bian dan Rakha akan ikut menemani, dan jika Shannon ada kesusuhan selama TPB mereka sigap bantu. Selama ini Shannon benar-benar hanya menyiapkan badan saja, karena semua sudah diurus duo badut kos itu.

"Mampir makan dulu please laper" ujar Shannon.

"Wartam aja ya"

Shannon mengangguk saja.

Baru saja mau beranjak pergi dari sana, seorang cewek berambut sebahu menghampiri mereka. Dia adalah kakak tingkat mereka.

"Hai Rakha, Shannon!" sapa gadis itu dengan ramah.

Bian yang merasa kehadiranya tidak dianggap menatap kakak tingkatnya itu dengan sinis.

"Ini gue gak disapa juga nih kak" ujar Bian.

"Eh sorry Bian"

Bian mendelik sebal.

"Gue mau ngomong sama Rakha bisa?" tanya gadis itu dengan malu-malu.

Shannon dan Bian yang tau apa tujuan gadis itu hanya bisa menatap Rakha seakan bertanya, "Gimana?"

Rakha yang ditatap malah bingung, "Kenapa kelean liat awak begitu?"

"Kita tunggu lobby gedung D ya Ka. Kak kita duluan" pamit Shannon, lalu menarik Bian dari sana.

"Nanti kalo Rakha di apa-apa in gimana Sha"

"Yang ada Rakha yang ngapa-ngapa kak Celi"

"Emang Rakha cowok apaan" kata Bian tak terima.

"Udah deh Bi jangan ganggu"

Kos TeknikTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang