vi. Closer

235 24 15
                                        

"Jaemin membawa motor?" Tanya Jeno pada Haechan. Mereka kini sudah di parkiran mobil.

"Iya, tadi aku berangkat duluan, aku kira dia naik bis." Jawab Haechan di balik kemudi, di sampingnya Renjun sibuk memasang seatbelt.

Di kejauhan Jaemin melambaikan tangan pada Jeno lalu melajukan motornya keluar dari parkiran.

Jeno lalu menuju mobil Chenle. Chenle, Mark, dan Jisung sudah ada di mobil Chenle. Chenle membawa mobil berkapasitas besar lengkap dengan supirnya.

Tak lama mereka telah berkumpul di wayV, restoran China langganan mereka.

Setelah memesan, mereka makan sambil bercakap-cakap. Seperti biasa, Jeno memilih duduk di samping kanan Jaemin.

Jaemin meminum air putih, gelasnya dia letakkan di kanan piringnya, lalu lanjut makan. Saat asyik makan sambil memperhatikan Jisung dan Chenle yang berdebat tentang kejadian di arena tadi, tiba-tiba gelasnya ada mengambil, Jaemin otomatis menengok ke kanan, minumannya telah diminum Jeno.

"Yak! Kau sekarang jadi pencuri minuman?!" Sindir Jaemin. Jeno menelan minumannya sembari tersenyum.

"Maaf aku lupa kalau itu minumanmu."

Jaemin mempoutkan bibirnya, lalu meminum airnya, dari gelas yang tadi diminum Jeno.

Indirect kiss.

Haechan tersenyum melihat kelakuan Jeno dan Jaemin. Mereka semakin dekat.

"Besok tidak ada pertandingan, kalian akan ke kampus?" Tanya Renjun pada Mark.

"Hanya sore hari, kita ke lapangan basket fakultas."

"Kalian tidak melihat pertandingan fakultas lain?" Tanya Jaemin.

Jisung, Jeno, Chenle, dan Mark menggeleng.

"Sudah ada yang bertugas mem-videokan pertandingan-pertandingan besok, jadi sorenya kita hanya kumpul untuk mendiskusikan taktik."

Renjun, Haechan, dan Jaemin hanya mengangguk paham.

"Besok sore kamu ada waktu?" Tanya Jeno pada Jaemin.

Jaemin hanya mengangguk, tidak ada tugas dari Suho, jadi dia bebas.

"Aku akan menjemputmu, kita berangkat bersama."

"Fungsinya aku disana sebagai apa? Kan kalian pada sibuk latihan."

"Menyemangati kami lah Hyung." Kata Jisung sambil tersenyum.

"Dih, ngapain nyemangatin kamu." Ketus Chenle.

"Ya ga papa lah." Kata Jisung sewot.

Jaemin terkekeh, "Baiklah aku akan menyemangati kalian. Kalau bosan, Aku akan melihat-lihat kampus kalian saja."

Jisung menjulurkan lidahnya pada Chenle, dan Chenle langsung memalingkan muka.

"Ya maknae, makan saja!" Perintah Jeno tegas pada Chenle dan Jisung.

Chenle lalu makan sambil bersungut-sungut dan Jisung tersenyum sambil melanjutkan makan.

Mereka lalu melanjutkan makan sambil berbincang.

Mereka lalu melanjutkan makan sambil berbincang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Silent Nana Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang