Jaemin ada di mall sekarang setelah mendukung team Jeno yang menang menuju babak perempat final. Setengah jam lagi dia akan bertemu dengan Suho, hanya bertemu biasa. Jaemin berjalan dengan santai melihat barang-barang yang ditawarkan di etalase toko.
Window shopping.
Jaemin tidak terlalu suka berbelanja. Dia tiba-tiba mendengar keributan kecil di belakangnya.
"Ayolah cantik, berikan nomer teleponmu padaku." Bujuk namja tiang bermata belo pada seorang wanita cantik, berambut sebahu, dan mengenakan gaun merah muda.
Wanita itu ternyata Suho.
Jaemin tersenyum, pesona Hyung-nya itu benar-benar luar biasa.
"Aku sudah menikah Tuan!" Tolak Suho dan Suho lalu menemukan Jaemin yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Sayang." Suho berlari mendekati Jaemin lalu memeluknya sambil berbisik, "bilang kalau kamu anakku!"
Pria tinggi itu menatap Suho yang berpelukan dengan Jaemin dengan wajah bingung.
"Tuan, ini anakku." Kata Suho setelah melepaskan pelukannya.
"Benarkah?"
Jaemin mengangguk lalu membungkuk hormat, "Annyeonghaseyo Ahjusi."
Namja tinggi itu mengangguk. "Kalian berdua sangat cantik."
"Saya namja Tuan." Kata Jaemin ketus.
"Jinja?"
Jaemin hanya mengangguk dengan muka datar.
"Tuan, saya sudah menikah dan memiliki seorang putra, tolong jangan ganggu kami."
"Kamu tidak mungkin memiliki seorang suami, mana mungkin seorang suami akan membiarkan istrinya yang cantik seperti dirimu pergi sendirian."
"Suamiku sedang bekerja di luar kota Tuan."
"Aku tidak peduli, dan Aku ingin mengenal kalian lebih dekat."
Jaemin dan Suho saling berpandangan.
Suho menghela nafas. "Sejak di parkiran dia mengejarku." Suho melirik tajam pada namja tiang itu.
"Ayo kita ke restoran! Kalian mau makan apa?" Kata namja tiang itu sambil merangkul Jaemin dan Suho.
"Sushi." Kata Suho, dia sudah lelah berdebat dengan namja tiang keras kepala ini.
Kebetulan ada restoran Jepang di dekat mereka, mereka pun masuk restoran dan duduk.
Jaemin duduk di sebelah Suho dan namja tinggi itu duduk di depan mereka.
Jaemin berusaha berakting dengan baik untuk menolong Suho yang menahan geram pada namja tiang itu. Dia tidak mungkin memukul namja tiang yang tidak tahu malu itu karena dalam keadaan menyamar.
Tak lama pelayan datang dan mereka memesan.
"Perkenalkan aku Park Chanyeol." Kata Chanyeol sambil tersenyum. Jaemin ikut tersenyum, wajah Chanyeol terlihat tulus.
"Saya, Kim Myeonie, ini anak saya Jaemin." Jaemin auto menengok pada Suho karena memberikan nama asli Jaemin.
"Kamu kelas berapa?" Tanya Chanyeol.
"Saya sudah lulus."
"Benarkah? Kamu seperti anak high school."
Jaemin mempoutkan bibirnya.
Suho dan Chanyeol seketika tertawa lalu pesanan mereka pun tiba.
"Selamat makan." Kata Chanyeol.
Suho merangkul pinggang Jaemin lalu mengecup pipinya, "Ayo kita makan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Silent Nana
FanfictionNomin slight jaeyong Jaemin seorang sniper yang telah membunuh ayah Jeno, jatuh cinta pada Jeno. Apakah mereka bisa bersatu walaupun masa lalu menjadi penghalangnya? # 1 - Joonmyeon 2909-16112022 # 12 - chanho 01102022
