"Ng… kau mengenalnya?" Tanya Ussop pada Coby.
"Ya! Aku pernah bertemu dengan (name) di pulau tempat tinggal ku dulu, dia menetap disana selama beberapa Minggu dan pergi lagi, bersama kakaknya." Ucap Coby dengan semangat.
"Aku tidak pernah menyangka akan bertemu lagi denganmu (name)!" Nada senang terdengar dari ucapan Coby, dia tersenyum lebar menunjukkan gigi giginya.
"MURID KELAS 11 RUANG 2, JIKA MASIH INGIN BELAJAR CEPAT TURUN KE LAPANG!" Teriak pak Smoker dengan pengeras suara.
"Haah… baiklah. oy Luffy, ayo kita pergi ke lapang." Ucap Ussop sambil menarik tangan Luffy.
"Aku akan duduk bersama mu. Ayo cepat pergi ke kamar mandi dan ganti bajumu. Kita pergi ke lapang bersama." Ucap Coby.
"Apa sekarang pelajaran olahraga?" Tanya (name).
Coby hanya mengangguk. Dia masih merasa tidak menyangka akan bertemu dengan (name) lagi. Dia lalu mengingat saat pertama kali bertemu (name).
.
.
.
.
.
.
kilas balik
Coby yang memiliki rasa tidak percaya diri tinggi, disuruh untuk menyanyi di acara sekolahnya. Namun saat dia berdiri di depan orang ramai, Lututnya mulai gemetar dan sangat gugup.
Coby mencoba tenang, namun malah semakin parah. Kali ini keringat dingin mulai dirasakannya. Karna dirasa sudah tidak kuat, Coby melarikan diri menuju pantai. dia melihat ombak yang bergerak pergi dan datang kearahnya. Dia merasa dipermalukan. Padahal teman sekelasnya tau bahwa dia tidak bisa menyanyi, namun tetap dipaksa kedepan.
Coby yang bisa dibilang paling lemah diantara teman laki-laki sebayanya menjadi sasaran 'candaan' teman temannya.
Dia yang sering menangis diejek, disebut anak perempuan. Maka dari itu dia tidak memiliki satu pun teman.
Ketika dia sedang menangis di pantai, seseorang berdiri didepannya. Mengenakan sepatu bot berwarna hitam, nampak sebaya dengannya.
Anak itu memandangi Coby tanpa berkedip.
"Ingusnya keluar." Ucap anak itu sambil memberikan sapu tangan berwarna putih, dengan gambar senyuman yang menampakkan gigi dengan satu garis yang menyilang.
Coby menerima sapu tangan itu, anak itu tersenyum dan lanjut berbicara.
"Jangan nangis, kamu harus kuat." Ucap seorang anak berusia 8 tahun itu.
"Siapa namamu?" tangan kecil terulur kedepan.
"Coby." Ia menerima uluran tangan anak perempuan itu.
"Namaku (name), aku akan tinggal disini sebentar. ayo jadi temanku." (Name) tersenyum pada Coby.
Coby mengangguk dan tersenyum. dia tidak pernah merasakan punya teman sebelumnya.
Setelah itu, Coby dan (name) menjadi teman yang sangat akrab, (name) selalu membuntutinya saat dia ke sekolah, makan bekal bersama Coby, walau sudah diperingatkan Doffy dan dilaporkan teman temannya.
Saat (name) pergi, Coby merasa kesepian karena tidak memiliki teman. namun untungnya, dia menemukan teman baru walau usianya berbeda jauh dengannya. helmeppo, seorang anak dari kepala sekolah.
Akhir kilas balik
.
.
.
.
.
.
Coby tersenyum, dia sangat bahagia bisa bertemu (name) lagi. walau sekarang saat dia bertemu dengan (name), sikapnya berbeda dengan yang dulu.
"Coby." Panggil (name).
"Eh iya, ayo." Coby yang tersadar dari lamunannya lalu bergegas turun ke lapangan bersama (name) yang ditariknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
berteman dengan iblis
Fantasione piece x reader Bagaimana jika kamu berada di dalam dunia one piece dan ikut menjadi bagian kru dari mereka? tapi... mereka semua adalah iblis berhati dingin. Mereka tanpa ragu membunuh orang yang menghalangi jalan mereka. apalagi setelah beber...
