13. Best Gift We Ever Had

763 83 10
                                        

Maaf bila ada typo(s)

Jangan lupa meninggalkan jejak dengan vote dan spam komentar

Happy Reading, Enjoy

.

.

.

.

.

13. Hadiah Terbaik yang Pernah Kita Miliki

"Nyonya Lee mengalami keguguran pada salah satu janin diusia kandungan tujuh minggu. Beruntung satu janin lainnya dapat bertahan dan dalam keadaan sehat. Pada kasus keguguran yang nyonya Lee alami ini disebabkan karena kelelahan, gaya hidup tidak sehat dan kurangnya nutrisi pada ibu hamil. Dalam dunia kedokteran kami mengenal istilah Vanishing Twins Syndrom (VTS), kondisi dimana salah satu janin menghilang saat mengandung bayi kembar. Untuk perkembangan infromasi lebih lanjut kami akan melakukan pegawasan intens terhadap kandungan Nyonya Lee"

Semalaman suntuk Taeyong terus dihantui perkataan dokter Kang yang mampu mematikan seluruh syaraf tubuhnya seketika. Berita kehilangan salah satu calon anak sungguh membuat perasaan Taeyong menjadi emosional. Ingin marah tapi entah pada siapa. Ingin menyesal pun sudah tak ada gunannya. Kini yang tersisa hanya perasaan bersalah karena tidak dapat menjaga berkat karunia Tuhan.

Di keheningan ruang rawat inap Jennie, Taeyong memandang wajah pucat sang istri penuh lara. Sudah lebih dari sepuluh jam Jennie tertidur dan Taeyong sama sekali tak beranjak dari kursinya. Dengan kepala yang ia sandarkan pada tautan tangan mereka Taeyong berdoa banyak kebaikan untuk Jennie dan calon anaknya.

"Adeul ayo makan dulu, kau harus mengisi perutmu" ujar nyonya Lee lembut seraya berjalan mendekati putra bungsunya yang tetap setia duduk disamping ranjang Jennie. Keadaan Taeyong saat ini sungguh memprihatikan. Dengan rambut berantakkan, baju dipenuhi bercak darah yang sudah mengering dan suara isakan tipis dari mulut terkatupnnya.

"Eomma bagaimana mungkin aku bisa makan dengan tenang saat istri dan anakku dalam keadaan lemah?. Mereka sedang tidak berdaya eomma" lirih Taeyong dengan air mata berjatuhan. Melihat Jennie yang terbaring lemah sungguh menghancurkan hati Taeyong. Ini menjadi kali pertama dan akan menjadi kali terakhir Taeyong menemani Jennie menginap di rumah sakit.

"Adeul kau tidak boleh seperti ini. Kau akan membuat istrimu sedih karena tidak bisa merawat diri. Ayo makan, biar eomma yang menggantikanmu" bujuk nyonya Lee yang tak mendapat respon apapun dari Taeyong.

"Besan, biarkan Taeyong tetap di tempatnya. Aku yang akan membawakan makanan untuknya" sela nyonya Kim. Tak berselang lama satu piring nasi hangat lengkap dengan lauk dan tumis sayuran ada disamping tubuh Taeyong.

"Taeyong, ini makanlah dulu sebelum dingin" Taeyong tak menggubris perkataan mertuanya itu. Ia tetap menunduk, tanpa berniat mengangkat wajahnya sedikit pun. Nyonya Lee dan nyonya Kim saling berpandangan kemudian menghembuskan nafas kasar karena tidak dapat berbuat lebih untuk membujuk Taeyong.

"Kalau kau lapar makananmu ada di meja, ya" sambung nyonya Kim yang kemudian menyimpan piring Taeyong bersama sebotol air pada bufet dekat ranjang.

Pagi tadi, satu jam setelah Taeyong mengabari kondisi Jennie kedua orang tua mereka segera datang menyusul. Pelan-pelan Taeyong menceritakan awal mula kejadian hari itu sampai akhirnya Jennie bisa terbaring lemah di rumah sakit. Satu kalimat panjang Taeyong mampu menurunkan deraian air mata kesedihan. Rasanya sangat sedih, para orang tua harus kehilangan salah satu cucu kembar mereka tanpa pernah berjumpa.

EPILOGUECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang