Bagian 10

274 33 8
                                    

Don't forget to vote and follow me
Typo bertebaran

  Setelah kepergian Jimin Aera segera berlari menuju dapur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

  Setelah kepergian Jimin Aera segera berlari menuju dapur. Meninggalkan sang Ayah dengan masker yang sudah setengah rusak. Seokjin menghela nafas melihat itu, ya ampun lagi-lagi gadisnya mengacuhkan nya. Tapi entah kenapa justru ia juga merasa senang diwaktu yang bersamaan.
Ia memandang punggung sang anak agak lama. Dalam hati sedikit merasa sedih dengan keadaannya.

'Appa benar-benar menyayangi mu Aera...' gumam Seokjin dalam hati.

.
.
.

  Aera membantu bibi Hyun untuk membuat sarapan Jimin, ya meskipun sebenarnya ini sudah lewat dari jam makan pagi. Sesekali ia bersenandung senang seperti orang kasamaran. Hm...Aera memang sedang kasmaran saat ini. Bahkan pipinya masih memerah malu hanya karena tindakan kecil Jimin.

"Benar begini kan Bi?" Tanya Aera ditengah-tengah acara memasak nya. Dalam hati ia juga merasa gugup karena ini adalah pertama kalinya Aera memasak untuk Jimin. Dan lagi gadis itu payah sekali bila soal masalah dapur.

"Semua perfect nona" Bibi Hyun mengacungkan jempol mencoba meyakinkan nonanya bahwa semua akan baik-baik saja. Aera tersenyum lalu kembali fokus pada masakannya.

Walaupun sebenarnya ia hanya memasak nasi goreng kimchi yang termasuk dalam jajaran makanan yang simple dibuat. Tapi ini adalah makanan kesukaan Jimin. Semoga saja ia tak mengacaukan ekspetasi pria itu.

Aera bernafas lega saat ia sudah meletakkan masakkannya diatas piring. Lantas ia juga meletakkan telur mata sapi setengah matang diatasnya. Tak lupa beberapa hiasan agar penampilan masakan itu semakin menarik.

 Tak lupa beberapa hiasan agar penampilan masakan itu semakin menarik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


  "Woah...ini terlihat sangat enak. Mungkin nanti aku akan bisa membuka restoran" Bibi Hyun hanya bisa menahan tawa mendengar itu. Baru juga satu masakan yang Aera berhasil buat, tapi gadis itu sudah memiliki impian yang besar. Padahal tadi gadis itu cemas bukan main dengan masakannya.

"Bibi lihat bukan? Aku sangat berbakat menjadi ibu rumah tangga" tambah gadis itu semakin besar kepala. Dan anggukan Bibi Hyun memperparah kepercayaan diri gadis itu. Ya...mungkin karna gen ayahnya dia jadi begini.

|What Is Love?|✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang