"Orang banyak berpendapat pro dan kontra tentang hal mistis, walaupun tidak percaya setidaknya hormati saja kepercayaan orang lain."
___________
"Juna, kamu bisa tunggu di sini, aku pingin buang air," ucap Soraya.
"Mau aku anter?" tawar Juna sembari menaik turunkan alis.
"Enak aja, aku di anter sama Regina, ayo Re." Soraya pada rekan seangkatannya.
"Ya, udah terserah kalian aja."
"Kalau anak-anak udah ke sini, kamu kerjain sendiri jangan sampai bikin mereka kena mental. Awas aja loh!" peringat Regina kepada Juna yang notabenenya murid nakal sesekolah.
"Iya, gak bakal," balas Juna.
Soraya dan Regina pun pergi dan meninggalkan Juna sendiri di bawah pohon besar. memang bukan di hutan, di daerah yang di tempati Juna termasuk daerah yang masih dijangkau masyarakat, hanya saja suasananya di ujung pemukiman yang terasa seperti di hutan.
Saat ini SMP Cakraswara, mengadakan kemping Pramuka dan kebetulan Juna termasuk anggota OSIS dan bertugas mengamankan sekitar, saat ini dia diperintah oleh Soraya untuk menjaga pos mereka. Saat malam hari seperti ini suasananya sepi, lampu juga remang-remang.
Terdengar langkah kaki, Juna bisa melihat bahwa itu adalah para peserta yang mengikuti perkemahan yang kebanyakan diikuti murid kelas 7. Juna menyeringai kala netranya melihat sosok adik kelasnya yang sering menjadi korban pemerasan Juna.
"Wah, ada si Yardan, nih. Di kerjain pasti seru," gumamnya.
Yardan termasuk anak pendiam dan terlihat cupu, penampilannya kucel jauh dibawah Juna.
"Woy, cepetan!" teriak Juna pada sekelompok adik kelasnya.
Setiap kelompok terdiri dari lima orang anggota, tetapi khusus kelompok Yardan hanya terdapat Empat orang.
"Assalamu'alaikum, Kak," ucap mereka berbarengan.
"Wa'alaikumus salam ..." balas Juna dengan tatapan intimidasi.
Yardan sebagai ketua kelompok, memberi hormat kepada Juna. "Lapor, izin berbicara."
"Diizinkan."
"Kami dari kelompok Rajawali, siap melaksanakan tugas dari panitia," ujar Yardan dengan tegas.
Juna menatap wajah lesu adik-adik kelasnya, sangat membuat rasa iba. Namun, tidak untuk pikiran jahat Juna dia malah merencanakan sesuatu untuk adik kelas cupu si Yardan.
"Emang ada tugas? Emang tugas apa?" tanya Juna.
"Tugas ... Yang diberikan oleh Kakak," ucap Yardan penuh kehati-hatian.
"Yakin kalian siap melakukan tugas dari panitia?"
"Siap, Kak," ucap serempak.
Juna mondar mandir di hadapan empat orang laki-laki itu, dia memikirkan sesuatu agar dia bisa memalak Yardan.
"Buka kacu kalian!" titah Juna. "Kecuali kamu, ketua regunya." Dia menunjuk Yardan.
Mereka pun menurut dan melepas kacu yang melekat di leher mereka.
"Setelah itu kalian pasang ikat kacu itu menutupi mata kalian," titah Juna lagi. "Jangan sampai ada celah yang bisa kalian liat, ngerti gak?" ucapnya dengan nada yang tegas.
"Mengerti, Kak." Serempak.
Setelah semua menutup matanya dengan kacu, Juna memastikan agar mereka tidak melihat sekeliling kecuali Yardan yang masih berdiri tegap dan belum mengerti perintah dari kakak kelas yang ia takuti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cermin Terbalik 2
Roman pour Adolescents[End](completed) #2 Teenfintion 25/02/23 #3 tentlit 27/05/23 Gara-gara cermin misterius itu, Juna harus terjebak di tubuh adik kelasnya yang cupu dan kucel. yang paling dia tidak terima adalah dia harus hidup seperti orang miskin dan sengsara. Jiwa...
