I.XV. Secercah Tujuan

115 18 2
                                        

Perjalanan yang memakan waktu satu pekan lebih hari itu akhirnya berakhir. Di depan sana manik biru Laquiana sudah dapat melihat pohon-pohon berdaun putih dengan lapisan salju menghampar luas. Rasa dingin mulai terasa menusuk ke dalam tubuhnya. Suasana baru akan kembali dia rasakan.

Tepat di daerah perbatasan, prajurit Snow Elves yang berjaga mulai membentuk barisan. Dua diantara mereka pergi dengan pegasusnya untuk memberitahukan kabar kedatangan pada para anggota keluarga kerajaan yang ada di istana. Terlihat juga ada beberapa centaur yang sedang berjaga di sana. Mereka ikut menyambut kedatangan elf dari dua klan yang berbeda.

Para prajurit Snow Elves membagikan cairan penghangat pada para elf yang baru datang. Sebelum suhu dingin semakin menusuk dan membuat tubuh mereka membeku, mereka pun segera meminum cairan penghangat itu dan melanjutkan perjalanan menuju Istana Kerajaan Crystallion.

Kuda putih yang ditunggangi Laquiana berhenti di depan istana kristal megah milik Klan Snow Elves. Begitu juga dengan Xeron yang berhenti di sisi kirinya dan Elmir mendaratkan Griffin di sisi kanannya. Mereka memandang takjub istana indah itu.

"Putri Laquiana dari Klan Aquatic Elves, dan Pangeran Elmir dari Klan Sun Elves, para raja dan ratu sudah menunggu anda di ruang singgasana," ucap seorang elf yang baru keluar dari dalam istana dan memberikan hormat pada mereka.

Laquiana turun dari kudanya tanpa bantuan, Xeron dan Elmir ikut menyusul. Mereka bertiga berjalan beriringan masuk ke dalam istana dan diarahkan menuju ruang singgasana.

Langkah anggun Laquiana begitu ringan memijak lantai berkilauan di bawahnya. Jubah peraknya bergerak seiring gadis elf itu berjalan. Rambut birunya masih tergelung rapi. Senyuman menambah kesan manis pada wajah cantiknya. Perasaannya begitu senang bisa berada di tempat ini. Apalagi ditemani dua pemuda gagah yang berjalan di sampingnya.

Pintu ruang singgasana dibuka lebar sesaat setelah nama mereka bertiga diumumkan. Hal pertama yang dapat dilihat adalah, kursi singgasana megah di depan sana yang tengah diduduki oleh sang penguasa pegunungan salju, Raja Logreo Rystller.

Mereka bertiga melangkah masuk ke dalam dengan senyuman tipis yang terpasang di wajah masing-masing. Saat berada di tengah-tengah ruangan, mereka memberikan hormat pada raja-raja dan ratu yang ada di sana.

"Selamat datang Laquiana Ceruless, Putri Kerajaan Ocenden bersama Pangeran Xeron, dan selamat datang juga Elmir Urquendo, Pangeran Kerajan Urquen," sambut Raja Logreo. "Kalian telah melakukan perjalanan yang cukup panjang untuk datang ke sini. Untuk saat ini kalian membutuhkan istirahat yang cukup. Jadi, buatlah diri kalian nyaman berada di sini."

"Terima kasih, My Lord," ucap mereka bertiga bersamaan.

Laquiana, Xeron serta Elmir menepi dan duduk di kursi yang kosong untuk mendengar hal selanjutnya yang akan diucapkan oleh Raja Logreo atau mungkin raja yang lain. Melihat para elf yang ada di ruangan ini, seluruh klan sudah berkumpul. Hanya saja tidak ada perwakilan Klan Winged Elves, karena mereka terkurung di istananya sendiri yang sudah berada di bawah kekuasaan Dark Elves.

"Semua perwakilan elf dari tiap klan sudah berkumpul di sini dan perkumpulan penting akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Kita tidak bisa terus diam saja sedangkan Dark Elves di luar sana mungkin sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar. Klan Winged Elves butuh bantuan kita. Kita akan menyelamatkan mereka dan juga Eternus," ucap Raja Harrison penuh wibawa.

Para elf mengangguk setuju. Mereka akan segera membuat pergerakan untuk membebaskan Klan Winged Elves dan mengusir Dark Elves kembali ke tempat asalnya. Walaupun mereka masih belum mengetahui tujuan utama para Dark Elves, mereka tak akan membiarkan Dark Elves mencapai tujuan itu.

***

Sudah menjadi tugas Edgar dalam beberapa hari ini menjadi seseorang yang mengurus gadis Wood Elves yang sakit. Dimulai dari membangunkan Florin, membawakan makanan dan minuman, sampai menjadi pendengar ocehan gadis itu di kala bosan.

ETERNUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang