⚠️ Content Warning: Bab ini mengandung adegan dengan situasi mencekam serta penyiksaan fisik. Pembaca yang sensitif terhadap tema ini diharapkan membaca dengan kewaspadaan.
⋆ ִֶָ ๋𓂃🎐 ⋆
Seorang lelaki berjubah hitam yang juga memiliki warna rambut sama gelapnya melompat turun dari dahan pohon. Kemunculannya mampu membuat gadis bertunik hijau yang masih terdiam dalam lilitan kekuatannya sampai membulatkan mata. Rasa terkejut bercampur dengan kebingungan serta amarah terlihat jelas dalam manik hijaunya.
Hal ini sebenarnya merupakan rencana yang cukup mendadak, untungnya berakhir dengan memuaskan. Hanya dengan membuat jebakan dengan menculik seekor macan kumbang, mangsa itu kini sudah memasuki perangkapnya.
Algaren menatap lekat gadis Wood Elves di hadapannya. Sudah lama sejak dia pertama kali melihat wajah penuh ketegasan ini. Saat itu prajuritnya tidak berhasil menangkap Florin, dan mungkin jawabannya karena gadis ini harus berakhir di tangannya sendiri.
Florin mengerutkan kening merasa mengenali lelaki bermanik merah gelap ini. Seringaiannya, tatapan angkuhnya, dia adalah Pangeran Klan Dark Elves yang tengah mengincarnya. Rahang Florin mengerat dan wajahnya menghindar saat tangan lelaki itu terangkat menyentuh dagunya.
"Kelihatannya kau sangat menyayangi kucingmu itu, ya? Atau, itu karena kau tidak memiliki siapapun lagi selain kucingmu?" Algaren mengangkat dagu Florin untuk mendongak agar dia bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas.
"Sialan! Di mana Chenna?!" Teriak Florin tepat di hadapan wajah Algaren. Amarahnya bertumpah ruah mengetahui bahwa lelaki inilah yang menjadi penyebab hilangnya Chenna.
Bukannya menjawab, Algaren lagi-lagi hanya menyeringai penuh kepuasan. Tangannya bergerak turun menyentuh tanda yang sedikit memerah pada leher Florin. Ringisan tertahan yang terdengar membuat Algaren sadar bahwa tanda ini sedang membuat gadis itu kesakitan.
Bermain-main sebentar mungkin akan sangat menyenangkan. Apalagi Algaren sudah langsung menemukan titik lemahnya. Ditambah ringisan yang mungkin akan menjadi jeritan bisa meramaikan suasana hutan yang sunyi ini.
"Elf terkutuk sepertimu ternyata tak lebih dari sekedar makhluk yang lemah."
Sesaat setelah mengatakan itu Algaren langsung mendapat tonjokan di pipinya sampai mundur beberapa langkah. Keberadaan Edgar yang berdiri di depan Florin menghalangi pandangan gadis itu pada Algaren, maka yang bisa gadis itu lihat saat ini hanyalah punggung bersayap Edgar dari belakang. Senyuman tipis terbit bersamaan dengan perasaan yang lebih tenang dari sebelumnya. Dia merasa lelaki Winged Elves itu sudah mewakilkan hal yang juga akan Florin lakukan jika tubuhnya bisa bergerak.
"Ternyata kau memiliki kejutan ya, Lady. Penyelamatmu sudah datang, ini membuktikan bahwa kau benar-benar lemah."
"Sialan, berhenti bicara!" sentak Edgar yang lalu memulai pertarungan di antara mereka.
Lelaki itu benar-benar brengsek, pikir Florin. Dia sudah tak tahan dan tak akan membiarkan hinaan keluar lagi dari mulut kotornya itu. Dia tak bisa terus berdiam diri, pasti ada cara agar dia bisa lepas dari lilitan asap ini.
Di saat menundukkan kepala Florin melihat sebuah pola yang terukir rumit pada bagian tanah yang dipijaknya. Sepertinya pola ini dibuat Algaren untuk menjadi perantara agar kekuatannya bisa memerangkap Florin dan juga melilitnya.
Rasa sakit dari kutukan yang sudah mereda membuat Florin siap untuk menggunakan kekuatannya lagi. Karena pola itu dibuat di tanah maka dia juga akan menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan pola dari bagian dalam tanah.
Di sisi lain, Edgar baru saja terjatuh karena tendangan Algaren yang mengenai dadanya. Dia merasa sesak, namun harus kembali bergerak demi menghindar serangan selanjutnya. Edgar menahan pedang Algaren dengan pedangnya dan berusaha kuat mendorong pedang itu. Keberhasilan yang dia lakukan memberikan kesempatan baginya untuk bangkit dan menyerang lebih dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ETERNUS
FantasyEternus, tanah para makhluk immortal, kini berada di ambang kehancuran. Valey, penguasa Dark Elves, kembali dengan dendam lama dan ambisi besar-menguasai Permata Kehidupan dan mengembalikan kejayaannya yang pernah direnggut. Dua keturunan half-blood...
