I.X. Sumpah Setia

144 23 2
                                        

⚠️Content Warning: Ritual gelap, pengikatan sumpah.

⋆ ִֶָ ๋𓂃🎐 ⋆

Keramaian kota bawah laut itu mampu membuat siapa pun yang melihatnya terpana. Para Aquatic Elves berlalu-lalang, sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Ikan-ikan kecil berenang berkelompok di antara mereka, sesekali disusul oleh hewan laut lainnya. Kehidupan di sana terjalin harmonis, saling menyatu dan bergantung satu sama lain.

Laquiana duduk di atas hippocampusnya, membiarkan rambut birunya melayang mengikuti aliran air, menciptakan gelombang lembut di sekelilingnya. Sepasang manik berwarna lautan itu menelusuri setiap Aquatic Elf yang berlalu-lalang di hadapannya. Senyuman tulus terukir di bibirnya, namun sorot matanya terlihat sayu—sebuah pertanda bahwa kesedihan tengah menyelimuti hatinya.

Laquiana membiarkan dirinya larut dalam pemandangan terakhir ini, menikmati setiap interaksi rakyatnya dan keindahan sekelilingnya. Keputusannya untuk pergi sudah bulat, namun dia tahu betul bahwa suasana seperti ini akan selalu dirindukannya.

Kepergian Laquiana bukan hanya karena kekecewaannya terhadap perebutan tahta. Yang paling menyakitkan adalah keberadaannya yang seolah tak diinginkan. Kecacatannya menjadi noda bagi keluarganya, sesuatu yang membuat kedua orang tuanya merasa malu. Maka dari itu, lebih baik dia pergi jauh dan meninggalkan semua ini.

"Collen, kita ke atas," perintahnya pada hippocampusnya.

Setelah mendapat usapan lembut, hippocampus itu segera berenang ke atas, membawa Laquiana menuju istana bagian atas. Di sanalah kamarnya berada, tempat di mana dia akan bersiap untuk kepergiannya.

Pintu perbatasan antara istana bawah dan atas dijaga oleh dua prajurit yang segera menunduk hormat saat Laquiana melintas. Tak lama, Collen muncul ke permukaan, disambut oleh pemandangan sebuah ruangan besar berbentuk lingkaran. Pilar-pilar putih tinggi berdiri kokoh mengelilinginya, menciptakan kesan megah dan sakral. Ruangan ini memiliki empat pintu yang mengarah ke berbagai bagian istana, sementara dua tangga spiral menjulang elegan, menjadi jalur penghubung menuju lantai-lantai atas.

Laquiana mendekati tepian lantai sebelum perlahan turun dari punggung Collen. Kakinya menapak dengan ringan, sementara tangannya mengelus kepala hippocampus itu dengan lembut. Setelahnya, tanpa perlu perintah, Collen kembali menyelam, berenang bebas di kedalaman lautan, meninggalkan riak kecil di permukaan air.

Saat Laquiana berbalik, napasnya hampir tertahan melihat Xeron sudah berdiri di hadapannya. Sepupunya itu menatap dengan sorot mata tenang yang sulit diartikan. Laquiana tak pernah benar-benar memahami bagaimana Xeron bisa mempertahankan ekspresi yang sama, bahkan dalam situasi saat ini.

"Laquiana, aku baru saja menemui ayahmu."

Laquiana menghela napas pelan, memilih mengalihkan tatapannya ke arah lain. Tanpa berkata apa-apa, dia mulai melangkah menuju salah satu tangga. Namun, langkahnya tak sepenuhnya sendiri—di belakangnya, Xeron mengikuti dalam diam, tetap menjaga jarak tanpa sekalipun menghentikannya.

"Apa itu harus disampaikan padaku?" tanya Laquiana, kakinya mulai menaiki tangga menuju sebuah lantai di mana kamarnya berada.

"Ya, karena itu menyangkut kedudukanmu," jawab Xeron, langkahnya dipercepat untuk bisa menyusul Laquiana.

Xeron berhasil menyusul dan menghadang Laquiana, langkahnya terhenti seketika. Alih-alih menatap sosok di depannya, Laquiana justru memalingkan wajah. Perasaannya campur aduk—kesal, mencoba mengikhlaskan, tapi di saat yang sama, dia ingin berhenti peduli.

"Aku akan ikut denganmu ke Kerajaan Crystallion, sementara Raja Throny akan tetap di istana. Aku tidak mau kau terus salah paham padaku," ujar Xeron, suaranya tenang namun tegas. "Aku tidak menginginkan tahta itu. Tahta itu masih memiliki pewaris sah, dan kau lebih dari mampu untuk mendudukinya. Kau masih ingat, 'kan, apa yang selalu aku katakan? Aku akan selalu mendukungmu dan berada di belakangmu. Sampai tiba waktunya kau menempati tahta itu, aku akan tetap seperti itu."

ETERNUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang